Selingkuhlah Kalau Kamu Betul Kaya Raya

kaya raya

Sebelum ada yang mencak-mencak, judul di atas itu maksudnya sindiran ya. Istilah kerennya sarkasme. Bukan berarti selingkuh itu diperbolehkan buat mereka yang kaya raya. Menang banyak dong orang kaya.

Nah ngomongin soal selingkuh, kata orang, selingkuh adalah bumbu pernikahan. Kata orang yang diselingkuhi, makan tuh bumbu sekalian dengan panci dan ulekan.

Selingkuh bukanlah perkara sepele, apalagi dalam biduk rumah tangga. Bila ada orang yang bilang selingkuh adalah bumbu pernikahan, hakulyakin dia pasti gak pernah diselingkuhi.

Dampak perselingkuhan itu gak main-main lho. Di kalangan seleb mancanegara saja, ada setidaknya tujuh artis yang kariernya hancur dan terancam bangkrut gara-gara selingkuh.

Makanya, selingkuhlah kalau kamu betul kaya raya. Tajuk tersebut adalah sindiran kepada mereka yang hendak berniat selingkuh, atau udah selingkuh.

Siap-siaplah menjemput kebangkrutan kalau kamu berani selingkuh. Hartamu bisa jadi gak terselamatkan, kecuali kekayaanmu memang gak habis dimakan 77 keturunan.

Selingkuh itu bikin boros, Saudara-Saudari. Gak cuma saat proses selingkuhnya, tapi juga sesudahnya. Gak percaya?

Coba saja. Duitmu bakal habis terkuras buat hal-hal berikut ini:

1.Transport ketemu selingkuhan

kaya raya
Mau pakai ojek online atau kendaraan pribadi, pasti merogoh kocek gak sedikit (Kompas)

Saat akan ketemu selingkuhan, pasti yang ada di pikiran adalah yang bagus-bagus. Bisa jalan bareng, makan bareng, nonton bareng.

Tapi perjalanan itu gak gratis. Ada ongkos transportasi yang mesti keluar. Ya, mungkin cuma Rp 10.000-20.000, tapi coba diakumulasikan.

Misalnya ketemuan tiga kali seminggu. Sehari keluar ongkos transport Rp 20.000. Berarti dalam seminggu ada pengeluaran Rp 60.000. Dalam sebulan Rp 240.000.

Coba kalau duit itu buat beli beras. Bisa dapet 5 kilogram. Lebih berfaedah dan jelas tujuannya ketimbang jalan bareng selingkuhan.

[Baca: Ini Lho 5 Aset yang Berpotensi Hilang Ketika Kamu Bercerai. Jangan Sampai Ngalamin Deh!]

2. Bayar ongkos kencan

kaya raya

Poin ini masih lanjutan dari poin di atas. Selain ongkos transpor, ada biaya selingkuh yang gak sedikit.

Misalnya buat makan, nonton bioskop, apalagi kalau sampai check-in hotel. Buat makan saja, bisa ratusan ribu duit penghasilan terbuang percuma.

Umpamanya, dengan frekuensi ketemu dengan selingkuhan seperti di atas, sekali makan habis Rp 100 ribu buat berdua dan kamu sebagai pihak yang mesti membayari. Berarti ongkos makan sepekan Rp 300 ribu.

Buat sebulan, siapin biaya Rp 1.200.000. Itu baru ongkos buat makan lho, belum buat yang lain. Uang sekolah anak udah dibayar belum? Mending itu duit disimpen buat nyiapin masa depan sang buah hati. Kecualiii, kamu udah kaya raya banget banget nih.

3. Kalau kena penyakit seksual, keluar duit obat

kaya raya
Ada BPJS biar gratis, tapi malunya itu lho (JawaPos)

Selingkuh saat pacaran mungkin hanya sebatas kirim pesan WhatsApp dan makan atau nonton bareng. Tapi kalau selingkuh saat udah berumah tangga, rasanya gak mungkin kalau gitu doang.

Terutama pria, faktor seksual sering kali jadi alasan untuk selingkuh. Merasa dorongan seks yang besar gak diimbangi oleh istri, suami cari pelampiasan di luar.

Praktik ini, selain gak terpuji, bisa bikin keluar duit banyak lantaran berisiko tertular penyakit seksual. Ini khususnya buat yang hobi selingkuh berbayar dengan banyak orang, alias menggunakan jasa pekerja seks.

Penyakit itu bisa dalam bentuk herpes, rajasinga, sampai yang serius adalah HIV/AIDS. Percayalah, kamu gak mau kena penyakit-penyakit itu.

Gak cuma ongkos pengobatannya yang besar, beban psikologisnya itu lho yang bisa bikin stres. Dampak ini, apalagi kalau sampai kena HIV/AIDS, pun dialami oleh anggota keluarga.

Biaya obat HIV bisa sampai puluhan juta rupiah per bulan. Walaupun udah ada BPJS Kesehatan yang bisa dipakai, prosesnya itu juga ribet. Dan itu semua gak seberapa kalau dibandingkan sama beban psikologis yang mesti dialami.

4. Ongkos perceraian

kaya raya
Jangan kira sidang cerai murah, tanya saja Ben dan Marsha (Okezone)

Poin ini khusus buat yang udah berumah tangga. Saat selingkuh dan ketahuan, risikonya adalah pernikahan hancur.

Bercerai jadi pilihan yang terpaksa diambil. Dengan demikian, mesti nyiapin bujet lagi buat bercerai. Memang, mungkin biayanya gak sampai Rp 5 juta buat cerai. Tapi ongkos perceraian gak cuma di sidang. Pasca-perceraian, harus dihitung pula kebutuhan yang mesti dipenuhi sendiri.

Sesuatu yang sifatnya mendadak dalam hal keuangan pastilah ujungnya gak bagus. Termasuk perceraian ini. Siapa sih yang nabung untuk siap-siap bercerai?

Perceraian bisa sangat membahayakan kondisi keuangan. Apalagi buat ibu rumah tangga yang statusnya gak kerja. Mesti pontang-panting keluar dari masalah penghasilan ini.

[Baca: 4 Kunci Sukses Berbisnis Buat Pasangan yang Sudah Cerai]

Gimana, sudah cukup kaya raya kah kamu untuk berani berselingkuh?

Mungkin inilah salah satu penyebab raja punya banyak selir. Mereka punya duit buat ngebiayain hidup dengan banyak pendamping. Kalau kamu?

Kalau emang merasa gak cocok, mending terus terang saja. Bisa dicari solusinya, mungkin dengan bimbingan konseling profesional atau pemuka agama buat yang berumah tangga.

Jika statusnya masih pacaran, mungkin bisa break sejenak untuk saling berintrospeksi. Bila gagal, ya sudah. Pisah aja.

Daripada hidup dalam dua dunia, yang artinya punya dua pengeluaran. Kondisi itu bakal seperti bom waktu, entah kapan meledak dan bikin hidup berantakan.

[Baca: Berujung Gugatan Cerai, Mungkin 4 Masalah Keuangan Ini Pemicunya]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560