Diproduksi di Indonesia, Semen China Justru Lebih Murah dari Semen Lokal

2 menit
semen china
Semen Gresik, salah satu brand Indonesia. (Shutterstock)

Persaingan penjualan semen di Indonesia ternyata gak cuma diisi oleh pemain lokal aja, tapi juga ada juga merek semen China. Merek-merek tersebut di antaranya ada Cement Hippo, Conch Cement, Sun Fook Cement, dan masih banyak lagi. 

Kehadiran mereka di Indonesia sempat menghadirkan kekhawatiran sendiri bagi bisnis semen lokal. Pasalnya, semen merek lokal sampai pernah kelebihan stok. Hal ini kalau tidak segera dicari solusinya bisa memicu perang harga antar produsen semen. Kalau perang harga terjadi tanpa mementingkan biaya produksinya, bisa-bisa pabrik tersebut malah bangkrut. 

Tapi beruntungnya, meski kelebihan stok, merek lokal masih tetap memimpin pasar semen di Indonesia. Bisa saja, merek China tersebut hanya mencoba untuk mencari peruntungan di tengah masifnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. Tapi produk mereka juga cukup ramai diminati oleh para pembeli. 

Dikutip dari CNBC, strategi pemasaran yang dilakukan semen China itu tidak cuma via toko-toko material saja. Namun, mereka juga memanfaatkan platform e-commerce untuk menjualnya secara online. Ini tentu menjadi terobosan baru bagi bisnis semen yang belum pernah diterapkan oleh semen lokal. 

Baca juga: Jadi Komisaris Semen Indonesia dan Digaji Rp 60 Jutaan, Ini 3 Mobil Pakde Karwo!

Diproduksi di Indonesia 

semen china
Ilustrasi pabrik semen. (Shutterstock)

Beberapa brand China yang masuk ke Indonesia ternyata sudah mempersiapkan pabrik pembuatannya sendiri. Proses produksi dari barang mentah hingga jadi seluruhnya dikerjakan di Indonesia. 

Sebut saja seperti Conch Cement yang memiliki pabrik di Serang dan Kalimantan. Dikutip dari website Kementerian Perindustrian, pabrik Conch memiliki kapasitas 10.000 ton semen per harinya. Mereka juga menargetkan bisa memproduksi sebesar 10 juta ton per tahunnya. Selain Conch, Cement Hippo juga diketahui memiliki kantor pusat dan pabrik di Serang, Banten. 

Dikutip dari Liputan6, mereka gak cuma melakukan produksi untuk pasar di Indonesia saja, tetapi juga untuk pasar ekspor. Conch bahkan telah mengekspor ke Filipina dan Papua Nugini, meski jumlahnya hanya sekitar 10 persen dari total produksi mereka. 

Baca juga: 5 Pendukung Jokowi yang Masih Menduduki Kursi Komisaris BUMN

Harga semen China lebih murah daripada semen merek Indonesia 

semen china
Harganya lebih murah dari semen Indonesia. (Shutterstock)

Salah satu kelebihan dari semen China ini adalah mampu menawarkan harga yang jauh lebih murah ketimbang semen merek lokal. Hal inilah yang menjadi pendongkrak penjualan mereka selama ini. 

Dilihat di Tokopedia, semen Conch untuk yang 40 kilogram dijual seharga mulai dari Rp 35.500. Sementara Semen Gresik untuk ukuran 40 kilogram dijual seharga Rp 50.350. 

Perbandingan serupa juga terjadi antara semen merek Hippo dan Semen Tiga Roda. di Bukalapak, Hippo yang ukuran 40 kilogram dijual Rp 37.664, sementara Semen Tiga Roda untuk ukuran yang sama diberi harga sekitar Rp 53.350. 

Meski harga semen merek lokal lebih mahal, berdasarkan data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) yang dikutip dari CNBC, industri semen Indonesia pada bulan Juni ini meningkat bila dibandingkan Juni tahun lalu. 

Penjualannya mengalami pertumbuhan tipis 3,68 persen. Dari 3,92 juta ton di tahun 2018, menjadi 4,06 juta ton di tahun 2019. Belum diketahui pasti apakah maraknya industri semen China yang memengaruhi perlambatan pertumbuhan ini. (Editor: Ruben Setiawan)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!