Fintech Makin Menjamur, Perlindungan Data Konsumen Bagaimana?

2 menit
Fintech (Shutterstock)
Fintech (Shutterstock)

Kehadiran dan peranan financial technology atau fintech di Indonesia diprediksi akan semakin masif. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, fintech di Indonesia dapat terus berkembang pesat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebab, dengan mereka akses keuangan bisa terjadi dengan cepat. “Pertumbuhannya itu sangat cepat membuka akses yang selama ini sulit. Kan tidak perlu kantor, tak perlu bank. Ke depan kan tidak perlu, jadi pasti sangat besar peranannya,” kata Darmin saat membuka Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2019 di Jakarta.

Selain itu, besarnya luas wilayah di Indonesia menjadi salah satu pendukung agar keberadaan mereka semakin berkembang dan menjadi arus pertumbuhan ekonomi digital kedepan.

“Tentu saja mereka berperan penting, negara yang sangat besar ini lebih membutuhkan peranan digital, tekfin, dan sebagainya,” ujar Darmin.

Perlindungan Data Konsumen

Sementara itu, ditengah perkembangan perusahaan teknologi finansial yang semakin masif, diperlukan perlindungan data konsumen sebagai nasabah mereka.

Sebab, selama ini, data konsumen menjadi hal yang paling rawan pada industri tekfin, terutama pada perusahaan yang belum terdaftar resmi pada pemerintah.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, saat ini data individu yang terlindungi hanya untuk nasabah perbankan dan asuransi karena terdapat undang-undangan yang mengatur keamanan data tersebut.

“Hanya di bidang inilah undang-undangnya yang menyebutkan secara detail untuk perlindungan data. Kalau mereka setuju datanya digunakan maka digunakan. Tapi kadang ada masyarakat tidak sadar pas kasih data dan datanya tersebar,” kata Wimboh.

Belum hadir nya aturan hukum yang menaungi permasalahan data Konsumen pada perusahaan tekfin inilah yang menimbulkan masalah saat ini. Dengan itu OJK mengharapkan adanya undang-undang perlindungan data industri.

“Kalau ada UU soal kepentingan data maka bisa lindungi masyarakat,” terangnya.

Adapun Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 merupakan pameran fintech terbesar di Indonesia dengan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan fintech.

Perusahaan-perusahaan tekfin yang berpartisipasi di dalam ajang pameran Indonesia Fintech Expo 2019 ini mewakili beberapa sektor yang ada di Indonesia, yaitu perusahaan pinjaman online (p2p lending), sistem pembayaran digital (digital payment), wealth management, inovasi keuangan digital (ada juga pendukung pasar, market aggregator, dan lain-lain), insuretech dan fintech Syariah.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.