Siapkan Dana Pendidikan Anak dengan 5 Produk Keuangan Ini

3 menit

Dana pendidikan emang gak bisa dianggap sepele. Gak cuma uang pangkal dan SPP, biaya sekolah juga meliputi biaya tambahan seperti uang seragam, perlengkapan sekolah, transportasi, ekstrakurikuler, dan lainnya.

Padahal uang pangkal dan SPP saja sudah cukup bikin was-was. Gimana gak, biaya pendidikan tahun ajaran baru kan selalu meningkat. Sekolah negeri gratis pun gak ada di semua daerah. Sekolah swasta? Wah, jangan ditanya, kemungkinan lebih mahal lagi.

Idealnya, seorang anak akan melewati 16 tahun masa belajar di sekolah hingga perguruan tinggi. Kebayang gak besaran dana yang perlu dipersiapkan?

Bagi para orangtua, hal ini pasti cukup bikin dag-dig-dug. Makanya, menyiapkan dana pendidikan sangatlah tak bisa diabaikan.

Berikut ini MoneySmart berikan 5 alternatif produk finansial yang bisa bantu kamu siapkan dana pendidikan anak.

1. Tabungan pendidikan

Dana Pendidikan
(Image: Maxmanroe)

Tabungan pendidikan pada dasarnya adalah tabungan berjangka dengan bunga tertentu yang dapat dicairkan setelah beberapa tahun, sesuai dengan ketentuan produk. Tabungan ini cocok jika biaya pendidikan buah hati dibutuhkan kurang dari 5 tahun lagi.

Tabungan pendidikan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga jika bank tempatmu menabung mengalami kebangkrutan, nilai tabunganmu tetap aman. Walau begitu kisaran bunganya hanya 3-6 persen per tahun.

2. Asuransi pendidikan

Asuransi pendidikan adalah produk unit link yang kinerjanya dipengaruhi oleh investasi yang dilakukan perusahaan. Jika hasil investasinya menguntungkan, maka dana yang kamu dapatkan pun bisa lebih besar.

Sementara, jika hasil investasi tak sesuai harapan, bukan tak mungkin kamu perlu membayar premi lebih lama dari waktu yang disepakati di awal perjanjian. Sehingga, risikonya lebih besar dari tabungan pendidikan.

Namun, karena alokasi dana berbentuk investasi, bunganya lebih besar dari tabungan pendidikan, yaitu berkisar antara 15 hingga 23 persen per tahun dengan jangka waktu menabung umumnya berkisar 10 tahun.

3. Reksadana pendapatan tetap

Dana Pendidikan
(Image: Swara.Tunaiku)

Reksadana pendapatan tetap adalah produk investasi yang 80 persen dananya ditanamkan di aset berupa obligasi atau surat utang. Dengan begitu, risiko reksadana ini hampir sama dengan risiko obligasi.

Reksadana ini termasuk ke dalam investasi dengan risiko rendah, sehingga cocok untuk kamu dengan profil risiko konservatif. Dibandingkan deposito, tentunya keuntungan dari bunga reksadana lebih besar.

Untuk menikmati keuntungan reksadana pendapatan tetap secara optimal, dianjurkan untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

[Baca: Mau Siapkan Dana Pendidikan Anak? Pilih Reksa Dana Pendapatan Tetap!]

4. Investasi properti

Dana pendidikan
(Image: 99)

Jika kamu memiliki cukup dana, investasi properti dalam bentuk rumah atau tanah bisa menjadi investasi yang sangat potensial.

Sebagai investasi jangka panjang, keuntungan investasi ini baru bisa dinikmati setelah di atas tujuh tahun. Maka, jika ingin memilih investasi ini, siapkan sejak buah hati masih bayi, sehingga dananya bisa dipakai saat ia kuliah nanti.

Selain untung saat penjualan, kamu juga bisa mendapatkan passive income dengan pemanfaatan properti ini. Misalnya, dengan menyewakan rumah sebelum menjualnya nanti. Uang sewanya dapat kamu gunakan untuk pembayaran SPP si kecil.

Meski begitu, investasi properti tak dapat dengan mudah dicairkan. Penjualan tanah atau rumah memerlukan waktu yang tak singkat, maka siapkan waktu beberapa bulan untuk pencairan dana sebelum dana dibutuhkan.

[Baca: Tabungan Pendidikan Rp500 Rb/Bln Dibelikan Reksa Dana Tumbuh Jadi Rp135 Jt]

5. Emas

Cara berinvestasi emas yang paling sederhana adalah dengan membeli emas di saat harganya cukup murah, lalu menjualnya kembali saat selisih harga jualnya sudah cukup tinggi. Cara ini biasanya efektif jika investasi dilakukan jangka panjang atau rentang waktu 5 hingga 10 tahun.

Cara lainnya adalah dengan menjadikan emas sebagai tabungan. Kamu bisa membuka rekening tabungan emas di kantor cabang pegadaian. Tabungan emas lebih menguntungkan karena kenaikan inflasi tertutupi dengan kenaikan harga emas.

[Baca: Jangan Harap Anakmu Nanti Bisa Mengenyam Bangku Kuliah Kalau Kamu Nyuekin Hal Ini]

Jika ingin untung, kamu perlu menyiapkan dana pendidikan sembari investasi. Tapi mesti lakukan perencanaan yang matang untuk memperkirakan hasil investasi. Selain itu, pastikan juga hasil investasi bisa mengalahkan kenaikan inflasi dan kenaikan biaya pendidikan yang diperlukan.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.