Mengenal Sistem Kerja Outsourcing dan 3 Hal yang Harus Kamu Ketahui Ini

3 menit
Kerja outsourcing adalah sistem perekrutan karyawan yang memanfaatkan pihak ketiga.

Kamu pernah dengar tentang sistem kerja Outsourcing? Beberapa kali mungkin kita pernah mendengar istilah tersebut dan identik dengan aksi demo yang dilakukan oleh para pekerjanya agar cara tersebut segera dihapuskan oleh pemerintah.

Untuk bisa mendapatkan sumber daya manusia yang cocok sebuah perusahaan tentu akan mencari jalan terbaik bagi usahanya. Terdapat beberapa metode umum yang dilakukan oleh HRD guna mengikat seseorang untuk bekerja di tempatnya yakni pekerja tetap, paruh waktu, freelance dan alih daya yang sedang kita bahas sekarang ini.

Di beberapa jenis pekerjaan tertentu biasanya perusahaan cenderung menggunakan sistem alih daya karena dianggap lebih efektif dan efisien.  Hal itu sah-sah aja selama semua pihak yang ikut andil dalam perjanjian memenuhi kewajiban mereka.

Daripada kamu bingung terus lebih baik simak pengertian sistem kerja outsourcing dan beberapa hal yang harus kamu ketahui berikut ini:

Baca juga: 20 Menu Buka Puasa dan Sahur yang Menggoyang Lidah di Bulan Ramadan

Apa itu sistem kerja outsourcing?

Kerja Outsourcing
Outsourcing (Shutterstock).

Dikutip dari Glints, kerja alih daya adalah sistem kerja yang memanfaatkan pihak ketiga untuk bisa mendapatkan sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perusahaan. Jadi dengan kata lain pihak perusahaan menjalin kerjasama dengan pihak penyedia tenaga kerja agar bisa menyelesaikan pekerjaan yang sifatnya sementara.

Bila kamu bekerja untuk perusahaan alih daya artinya kamu akan dipekerjakan ke sebuah perusahaan lainnya untuk menyelesaikan tugas yang telah disepakati antara kedua belah pihak.

Cara kerja sistem outsourcing

Kerja Outsourcing
Sistem Outsourcing (Shutterstock).

Para pekerja alih daya bekerja lewat mekanisme kontrak yang terbagi atas 2 macam. Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu.

Pemilihannya ditentukan oleh pihak pihak perusahaan yang membutuhkan pekerja alih daya dengan pihak yang menyediakan sumber daya alamnya tersebut.

Baca juga: Generasi Milenial Pengin Cepat Makmur? 5 Kota di Asia Pasifik Ini Bisa Wujudkan Impianmu

Tipe pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan outsourcing

Kerja Outsourcing
Petugas keamanan biasanya pegawai Outsourcing (Shutterstock).

Yang pasti para pekerja alih daya gak bekerja untuk perusahaan tempat mereka bernaung. Mereka baru akan mulai bekerja ketika pihak penyedia udah memiliki kesepakatan sama korporasi tertentu untuk memulai sebuah pekerjaan.

Beberapa pekerjaan yang umumnya memanfaatkan sistem kerja seperti ini adalah buruh pabrik, tenaga kerja konstruksi, petugas keamanan parkir, petugas kebersihan, sopir sampai kurir.

Melihat banyaknya jenis pekerjaan kayak gitu di Tanah Air, gak aneh mangkanya para pekerja tersebut rutin mengadakan unjuk rasa setiap tahunnya untuk memperjuangkan kesejahteraannya.

Beberapa hal yang harus diketahui mengenai outsourcing

Selain penjelasan tentang sistem alih daya di atas ada 3 hal penting yang harus kamu ketahui, yuk simak perihalnya berikut ini:

1. Perusahaan penyedia jasa  yang benar gak memotong pendapatan pekerjanya

Praktik korporasi yang memotong gaji pekerjaannya merupakan hal yang gak seharusnya dilakukan. Sebab hal tersebut sangat merugikan pihak karyawan dan dapat mengurangi tingkat kesejahteraannya, mengutip dari Robs Jobs.

Semata-mata mereka hanya pengin mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dari kesempatan yang ada tanpa memikirkan  kehidupan alih daya yang dimiliki.

Tapi balik lagi ini bukanlah sesuatu yang seluruhnya salah sebab ada perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tentang proses pembagian hasil upah. Jadi kalau mau menyalahkan susah juga menunjuk salah satu pihaknya.

2. Perjanjian kerja outsourcing tergolong singkat

Seperti yang udah sempat dibahas sebelumnya bahwa sistem kerja alih kerja memiliki kontrak waktu sementara aja. Sehingga kamu gak bisa merencanakan karier jangka panjang.

Selain hanya sementara, durasi yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari bulanan hingga tahunan. Biasanya sih sekitar 1 atau 2 tahunan. Waktu tersebut tergolong singkat karena kamu gak tau nih apakah bakal diperpanjang kontraknya atau gak.

Untung-untung kalau dapat tawaran pembaharuan kontrak, kalau gak kamu harus mencari lowongan baru yang memakan waktu, kan?

3. Jenjang karier yang sulit direncanakan

Masih berhubungan sama kontrak kerja yang singkat, setiap orang pasti menginginkan jenjang kariernya terus meningkat seiring pengalaman yang semakin bertambah. Tetapi gimana mau naik pangkat kalau status kita aja masih belum karyawan tetap?

Inilah salah satu keadaan yang sulit dihadapi oleh para pekerja yang terjerat sistem ini. Ditambah lagi posisi kita yang ada di bawah dalam struktur perusahaan, semakin memberatkan mimpi kita untuk bisa menjadi seorang pemimpin.

Nah itu dia pengertian tentang sistem kerja outsourcing dan beberapa hal penting yang patut kamu ketahui. Terlepas dari permasalahan itu, nampaknya sistem perekrutan karyawan kayak gini masih sulit dihapus oleh pemerintah melihat banyaknya permintaan dan suplai di lapangan. Kita harapkan kebijakan yang menyinggung isu ini kedepannya semakin menguntungkan pekerjanya ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1