Pengin Jadi Dokter Muda yang Mumpuni? Ini 6 Skill Non-Medis yang Harus Kamu Kuasai

4 menit
dokter
Skill non-medis harus dikuasai dokter. (Shutterstock)

Waktu kecil mungkin sebagian dari kamu ada yang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Selain karena bisa menolong banyak orang, pekerjaan yang satu ini terkenal menawarkan standar upah yang tinggi dibandingkan profesi lainnya.

Namun, untuk mendapatkan serta menjalankan pekerjaan tersebut bukanlah hal yang mudah. Sebab, bukan cukup menempuh pendidikan di ilmu kedokteran yang terbilang mahal, melainkan ada banyak soft skill maupun hard skill yang harus dimiliki oleh seseorang. 

Selain keterampilan yang khusus, dibutuhkan juga komitmen yang tinggi dalam masa pendidikan tinggi supaya bisa lulus dengan lancar. Namun, paling gak ada 6 skill yang harus kamu pelajari sendiri agar bisa menjadi seorang dokter muda yang profesional. Penasaran apa aja? Mending kita langsung simak aja yuk bahasannya berikut ini:

Baca juga: Salut dan Membanggakan! 5 Selebriti Indonesia Ini Berprofesi Dokter Lho

6. Komunikasi yang baik

dokter
Harus mampu berkomunikasi dengan baik. (Shutterstock)

Mengutip dari Career Addict, udah menjadi tugas utama dari seorang dokter untuk memberikan informasi kepada pasien secara menyeluruh. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik supaya orang yang datang bisa berkonsultasi secara leluasa.

Bayangin aja kalau kamu gak punya keahlian yang satu ini, bisa dipastikan para pelanggan bakal kecewa dan komplain ke pihak rumah sakit atau instansi kesehatan tempat kamu bekerja akibat pelayanan yang kurang baik. 

Ini juga bermanfaat untuk self branding diri kamu sendiri lho. Jika kepribadian kamu bisa bikin nyaman banyak orang, bukan gak mungkin kamu bisa membuka klinik sendiri yang mengatasnamakan usaha jasa pribadi.

Baca juga: Kisah Inspiratif Mesty Ariotedjo, Dokter yang Juga Pemain Harpa Peraih Forbes 30 Under 30

5. Problem solving

dokter
Mampu memecahkan masalah. (Shutterstock)

Bukan cuma tim marketing atau sales yang memerlukan skill problem solving yang baik. Seorang dokter pun memerlukan keahlian ini untuk diterapkan dalam praktik.

Mungkin, yang membedakannya adalah, kalau marketing mencari solusi untuk mendapatkan keuntungan, sedangkan pekerjaan ini bertujuan untuk mencari jalan terbaik guna menyembuhkan penyakit.

Kalau salah langkah, justru risiko yang dialami bisa lebih besar karena menyangkut nyawa seseorang. Dengan seiring bertambahnya jam terbang, kemampuan ini sedikit demi sedikit bakal meningkat kok. Jadi, jangan khawatir.

Baca juga: 4 Fakta Sumber Duit Tompi, Dokter Bedah Plastik yang Juga Penyanyi Tenar

4. Teliti dalam hal kecil

dokter
Teliti. (Shutterstock)

Untuk memeriksa sebuah penyakit diperlukan ketelitian yang tinggi untuk mengetahui apa yang sebetulnya terjadi pada diri pasien. Karena, banyak faktor gejala yang harus diperhatikan sebelum mendiagnosis.

Demikian pula saat memberikan resep obat yang jumlahnya harus sesuai takaran. Salah sedikit, orang yang kamu periksa bisa terkena alergi atau bahkan efek samping tertentu yang sangat merugikan.

Oleh karena itu, ketelitian merupakan satu hal yang wajib kamu miliki sebelum menjadi seorang dokter yang lebih profesional di bidangnya.

3. Kerja sama tim

dokter
Mampu bekerja sama dalam tim. (Shutterstock)

Selanjutnya, ada skill kerja sama tim yang bagi sebagian orang terdengar gak terlalu cocok sama pekerjaan yang satu ini. Keahlian tersebut bakal sangat dibutuhkan ketika kamu sedang melakukan operasi serius. 

Setiap dokter pasti punya gelar yang tersendiri di bidangnya seperti spesialis penyakit dalam, spesialis ortopedi ataupun spesialis jantung. Dalam menjalankan sebuah pembedahan besar dibutuhkan kerja sama tim yang bagus supaya kegiatan itu bisa berjalan dengan lancar.

Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi kalau skill ini gak bisa kamu kuasai adalah pasien yang kamu tangani mengalami kondisi lebih serius bahkan kematian.

2. Emotional Intelligence

dokter
Punya kecerdasan emosional yang baik. (Shutterstock)

Untuk mengukur kecerdasan setiap orang bukan hanya bisa dilihat dari tingkat Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Terdapat faktor lain yang juga penting dan mempengaruhi kualitas kinerja seseorang.

Salah satunya adalah Emotional Intelligence (EI). Kalau tes IQ lebih cenderung menguji kepintaran secara logika, maka dalam EI kamu akan diuji seberapa mampu menguasai tingkat emosional diri sendiri. 

Sebagai seorang dokter kamu harus memiliki tingkat emosional yang stabil dan konsisten dalam menangani situasi yang genting. Apalagi kalau sedang bertugas di tempat terpencil yang minim fasilitas pendukung.

1. Kemampuan untuk terus belajar

dokter
Mau terus belajar. (Shutterstock)

Terakhir yang gak kalah penting adalah kemampuan untuk terus belajar. Sebetulnya, skill yang satu ini harus dimiliki oleh setiap pekerja entah apapun profesinya. Sebab, jika tidak, motivasi untuk bekerja pasti akan menurun.

Yang namanya bakteri atau virus pasti akan berevolusi untuk membentuk sebuah penyakit yang baru di masa depan. Oleh karena itu udah sewajarnya bagi seorang yang bekerja di bidang medis untuk mengikuti perkembangan informasi yang ada supaya setiap kasus bisa langsung ditangani dengan cepat dan tepat.

Nah itulah 6 skill yang harus dimiliki oleh seorang dokter muda. Kalau kamu memiliki cita-cita atau sedang menempuh jalan ini, sangat disarankan untuk mengasah kemampuan-kemampuan di atas. Semoga sukses! (Editor: Ruben Setiawan)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1