Sediakan Rumah, Ini Cara SMF Ringankan Beban Pemerintah

2 menit
Pembiayaan Rumah SMF (Shutterstock)
Pembiayaan Rumah SMF (Shutterstock)

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, mencatatkan peningkatan pencapaian kinerja sepanjang Semester 1 tahun 2019. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah penyaluran pembiayaan KPR, dan pendapatan.

“Tercatat sepanjang Semester I tahun 2019 PT SMF telah berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR Rp 5,33 triliun. Jumlah itu 53,3 persen dari target tahun 2019 sebesar Rp 10 triliun,” ujar Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Jakarta.

Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 Juni 2019 mencapai Rp 52,846 triliun. Terdiri dari pembiayaan Rp 42,691 triliun dan sekuritisasi KPR sebesar Rp 10,155 triliun. 

Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 775 ribu debitur KPR yang tediri dari 76 persen pembiayaan dan 24 persen sekuritisasi. 

Selain itu, total aset SMF sampai dengan Semester I Tahun 2019 ini adalah sebesar Rp 21,01 triliun. Angkanya naik 25,13 persen dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 16,79 triliun. 

Rencana Kerja 2019

Adapun laba bersih di Semester I tahun 2019, mencapai Rp 241 miliar. Nilai tersebut naik 9,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 220 miliar. 

Terkait rencana kerja di Semester I Tahun 2019, Ananta Wiyogo mengatakan bahwa dalam SMF tengah bergiat dalam menelisik potensi pengambangan bisnis. 

Pada 16 Juli 2019, SMF melakukan penandatanganan kerjasama dengan Housing and Urban Guarantee Corporation (HUG), Korea. Kerja sama ini terkait pertukaran informasi seputar kebijakan perumahan dan jaminan atau sistem pembiayaan perumahan.

HUG mempunyai kegiatan bisnis utamanya yakni guarantee dan pengelolaan dana perumahan dan permukiman (NHUF). Program ini telah berhasil membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam hal kepemilikan rumah melalui skema guarantee. Dengan total nilai jaminan mencapai 1.183 Triliun Won Korea. 

“Apa yang dilakukan HUG dengan membantu lebih dari 12 juta rumah tangga dalam kepemilikan rumah ini juga telah membantu pemerintah mereka mencapai tujuannya. Bukan tidak mungkin model bisnis penjaminan perumahan yang dilakukan HUG,” imbuh Ananta. 

Meringankan Beban Pemerintah

Lebih lanjut Ananta menyatakan, HUG dapat menjadi rujukan bagi SMF dalam membantu meringankan beban Pemerintah. Utamanya dalam memperluas akses ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau untuk MBR. Selain juga mendorong pertumbuhan industri perumahan di Indonesia lebih luas lagi. 

Adapun PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan. Mereka mengemban tugas sebagai SMV untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan. 

SMF memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan. 

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.