Halo Milenial! Selain Jadi Entrepreneur Kini Waktunya Mendirikan Social Enterprise

4 menit
Halo Milenial! Selain Jadi Entrepreneur Kini Waktunya Mendirikan Social Enterprise, (Ilustrasi/Shutterstock).

Belakangan ini kita sering mendengar istilah social enterprise yang banyak dibicarakan banyak orang dan menjadi tren baru di dunia usaha. Sedikit demi sedikit kata entrepreneur bakal tergantikan sama istilah tersebut, kira-kira kenapa ya?

Dulu kita mengenal entrepreneur sebagai pekerjaan yang sangat keren bisa menghidupi diri sendiri dari apa yang telah dikembangkan. Umumnya bisnis tersebut bakal menjadi brand terkenal yang dikenal banyak orang sehingga menguntungkan pemiliknya sendiri.

Tapi itu dulu, sekarang banyak anak muda termasuk kaum milenial yang mengembangkan usahanya bukan hanya buat dirinya sendiri melainkan bermanfaat buat kehidupan sosial sekitarnya, terdengar kece bukan?

Sebetulnya kegiatan seperti ini pernah sering dilakukan oleh beberapa organisasi non-profit yang telah berdiri. Mungkin pengaruh dari mereka yang bikin banyak pengusaha muda membuat bisnis perusahaan sosial.

Daripada bingung terus-terusan mending kita lihat aja yuk penjelasan mengenai social enterprise berikut ini, mengutip dari Investopedia.

Baca juga: Punya Laba hingga Ribuan Triliun, Ini Perusahaan Terkaya di Amerika Serikat

Definisi Social Enterprise

social enterprise
Kalau kamu belum tahu apa itu pengertian pakem bisnis ini, yuk pelajari di artikel MoneySmart.id, (Ilustrasi/Shutterstock).

Perusahaan sosial adalah sebuah ide bisnis yang menggabungkan antara konsep dasar berdagang yakni mencari keuntungan dengan kewajiban kita membantu lingkungan sosial. Di mana sebuah perusahaan bakal memaksimalkan pendapatannya sejalan sama manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Jadi secara prinsip dasar hasil keuntungan dimanfaatkan sebesar-besarnya buat mendanai program sosial yang direncanakan. Bukan sekedar masuk ke rekening pemiliknya aja.

Dengan begitu keberadaan dari sebuah usaha atau perusahaan bakal lebih terasa buat orang lain.

Baca juga: Mau Jadi Entrepreneur Wanita Sukses dengan Bisnis yang Viral? Yuk Ikutan Be A: Fe-Money-Ist!

Sejarah berdiri dan perkembangannya gimana bisa jadi salah satu ide bisnis!

social enterprise
Begini nih gimana ide bisnis ini bisa tercetus, (Ilustrasi/Shutterstock).

Pertama berkembang di Inggris pada tahun 1970-an, pakem berbisnis ini memiliki respon balik atas Traditional Commercial Enterprise yang hanya menguntungkan pemilik modal sebuah perusahaan. Posisinya netral, gak pro terhadap sebuah korporasi dan juga gak condong terhadap kegiatan sosial semata layaknya organisasi non-profit.

Mereka mencari keseimbangan antara dia hal tersebut buat membiayai tujuan sosial seperti menyediakan tempat tinggal keluarga yang berpenghasilan rendah serta mengadakan pelatihan kerja agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Dananya bisa berasal dari berbagai macam jenis produk yang dijual seperti barang, jasa serta hibah dari pihak lain. Karena semakin digandrungi dan banyak diketahui orang luar negeri maka kepopulerannya semakin meningkat sampai detik ini.

Baca juga: Jadi Mak Comblang Zaman Now, Ini 3 Entrepreneur Sukses di Dunia Perjodohan

Bedanya dengan CSR dan Foundation apa dong?

social enterprise
Bedanya dengan CSR dan Foundation apa dong?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Pertanyaan ini mungkin yang paling banyak terpendam di dalam otak kamu ya, betul gak? Tetapi tenang aja ada beberapa hal yang membedakan antara perusahaan sosial dengan corporate social responsibility dan foundation.

Kita pasti pernah mengenal program CSR yang dilakukan oleh korporasi besar sebagai aksi timbal balik atas izin serta proses usaha yang diberikan kepada sebuah komunitas.  Emang sih sama-sama berdampak pada masyarakat tapi yang bikin beda adalah motifnya.

Di perusahaan biasa agenda sosial bukanlah motif utama dalam mendirikan usaha, sebaliknya dalam social enterprise agenda sosial lah yang menyetir guna mendirikan sebuah bisnis.

Contohnya seperti brand kosmetik terkenal dunia mengadakan CSR di bidang girl empowerment pada waktu tertentu lalu tahun berikutnya topik yang diambil berbeda lagi. Lain halnya dengan perusahaan sosial yang pengin melakukan kampanye pemberdayaan perempuan selama usahanya berdiri.

Buat melaksanakan program-program tersebut mereka perlu menjual produk kosmetik terlebih dahulu sebagai modal menjalankan program langsung atau bisa juga di donasikan ke lembaga tertentu terlebih dahulu.

Sedangkan kalau foundation bersifat terpisah dari perusahaan. Misal Mark Zuckerberg sebagai pendiri Facebook mendirikan Chan Zuckerberg Initiative atas nama keluarganya tanpa ada campur tangan dari Facebook.

Contoh perusahaan Social Enterprise dari Indonesia

Di Indonesia ada beberapa perusahaan sosial yang udah berdiri dan gencar dalam mengkampanyekan kegiatan seperti berikut ini:

Du’Anyam

social enterprise
Social enterprise di Indonesia juga ada lho ternyata!, (Instagram/@duanyam).

Memperdayakan wanita-wanita yang tinggal di Flores, Nusa Tenggara Timur, buat menghasilkan kerajinan tangan yang punya nilai jual adalah salah satu tujuan dari Du’Anyam.

Berbagai macam kerajinan yang unik seperti tas, pelindung kartu serta wadah bunga dibuat dengan anyaman yang memiliki berbagai macam warna cantik.

3 pilar yang menjadi pondasi berdirinya Du’Anyam adalah Women’s Empowerment, Cultural Promotion dan Health and Welfare Improvement.

SASC

social enterprise
SASC salah satu perusahaan yang ada di Indonesia menggunakan pakem ini lho, (Instagram/@sascofficial).

Selanjutnya ada Socially Aware Sexy Cosmetics yang menawarkan produk-produk kecantikkan seperti lipstick, eyeliner dan brow definer. Didirikan oleh Priscilla Pangemanan, Felicia Senjaya dan Michelle Karli SASC memiliki konsep perusahaan sosial yang diungkapkan oleh salah satu pemiliknya.

“Kita adalah sebuah Social Enterprise yang memperkuat wanita melalui kecantikan karena sebagian dari hasil penjualan selalu kita donasikan kepada yayasan-yayasan buat melakukan kegiatan amal yang ada di seluruh Indonesia,” katanya pada acara Fe-Money-ist yang digelar oleh Moneysmart.id belum lama ini.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai Social Enterprise yang lagi tumbuh di Indonesia. Sebelum terlambat sebaiknya kamu segera merencanakan ide bisnis tersebut. Sebab selain bisa menguntungkan cara ini bisa membantu kamu meringankan kehidupan orang yang lain lho. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!