Jadi Aplikasi Layanan Pesan Antar Makanan Nomor 1, Go-Food Lakukan Ini

3 menit
Go-Food Go Green (Shutterstock)
Go-Food Go Green (Shutterstock)

Go-Food kini berkembang menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka telah menggandeng hampir 400.000 merchant di seluruh wilayah operasionalnya. 

Dengan jaringan yang semakin luas, Go-Food berkomitmen untuk terus memperluas dampak sosial. Salah satunya dengan mendukung upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. 

Go-Food mendorong inisiatif yang secara aktif dapat dilakukan oleh seluruh ekosistemnya secara berkelanjutan.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari. Hal ini jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. 

Dari sampah tersebut, 15 persen diantaranya berasal dari plastik sekali pakai. Biasanya yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya. 

Sehingga, penting bagi masyarakat untuk bisa mengendalikan penggunaan plastik yang berlebihan.

“Bagi kami, menjadi pelopor aplikasi layanan pesan-antar makanan dengan pengguna dan merchant terbanyak, serta kontribusi ekonomi tertinggi harus diiringi dengan nilai-nilai lebih lainnya. Salah satunya adalah terus berupaya mendorong terwujudnya dampak-dampak sosial dan lingkungan,” ujar Chief Food Officer GOJEK Group, Catherine Hindra Sutjahyo.

Catherine mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membuat teknologi yang memudahkan hidup konsumen dan merchant. Termasuk dalam penerapan gaya hidup mereka yang ramah lingkungan. 

“Sebagai bagian dari ekosistem Go-Jek, Go-Food selalu berupaya memastikan terwujudnya dampak positif kepada tiap pihak yang berada dalam ekosistem kami. Baik mitra merchant, mitra driver, dan pelanggan setia Go-Food,” jelasnya. 

Melalui inovasi terbaru Go-Food, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelamatkan lingkungan. Karena ini merupakan tanggung jawab bersama.

Adapun inisiatif utama yang dilakukan Go-Food meliputi:

1. Pilihan Untuk Tidak Memesan Alat Makan Sekali Pakai di Aplikasi

Kini, dengan memanfaatkan teknologi di platform Go-Food, pelanggan bisa memilih alat makan secara opsional di daftar pilihan menu dengan biaya tambahan mulai dari Rp 1.000. 

Ini merupakan cara Go-Food mengajak masyarakat sebagai pelanggan setia Go-Food dan mitra merchant untuk mulai sadar lingkungan. Setidaknya dari hal kecil yang dekat dengan perilaku konsumsi sehari-hari. 

Untuk mengetahui mitra merchant yang bergabung dalam program ini, pelanggan dapat melihat daftarnya di halaman aplikasi Go-Food. Saat ini, sudah ada lebih dari 750 outlet yang bergabung dalam inisiatif ini di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali.

2. Delivery Bagi Untuk Pengemudi Go-Jek

Dari sisi driver, Go-Food juga akan menyediakan tas pengantaran makanan khusus. Tas ini desainnya lebih disempurnakan dari tas yang kami berikan ke driver sejak tahun lalu. 

Tas pengantaran makanan terbaru ini didesain dengan pengaturan kompartemen lebih baik. Hal ini agar bisa digunakan untuk menyimpan dan membawa makanan dengan aman, praktis, dan nyaman. Selain juga membuat para driver untuk tidak perlu menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan.

Dua inisiatif di atas merupakan solusi yang direncanakan akan lebih berkesinambungan. Karena secara nyata langsung bisa dilakukan oleh merchant, driver, dan pelanggan sebagai pengambil keputusan dalam setiap transaksi Go-Food.

Sebelumnya, Go-Jek secara aktif telah mendukung upaya pemerintah di berbagai daerah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. 

Di Bali, Go-Jek bersama Pemerintah Kota Denpasar telah menginisiasi program pelatihan khusus yang melibatkan ratusan mitra merchant. Program ini menggandeng pemerintah dan organisasi peduli lingkungan lokal. Hal ini untuk membantu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengurangi risiko penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan.

Inisiatif serupa juga telah dilakukan di Bandung. Melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) bersama jajaran pemerintah kota. Diantaranya untuk mendukung keberhasilan Program Bandung Smart City. Go-Jek membagikan 10.000 tote bag kepada mitra driver. 

Sehingga mereka bisa secara langsung mengurangi penggunaan kantong plastik untuk mengambil dan mengantar orderan sehari-hari.

Catherine menegaskan, untuk memberikan dampak yang signifikan, Go-Food tidak bisa berjalan sendiri. 

Karenanya, Go-Food sebagai pelopor upaya pelestarian lingkungan di industri layanan pesan-antar makanan menggandeng lembaga dan organisasi kredibel. Diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta World-Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Juga organisasi konservasi lingkungan independen terbesar di Indonesia.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.