Incar Milenial, Pemerintah Yakin Sukuk Tabungan Bakal Laku Rp 2 Triliun

2 menit
Sukuk Tabungan Incar Milenial (Shutterstock)
Sukuk Tabungan Incar Milenial (Shutterstock)

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerbitkan surat utang negara berbasis syariah atau Sukuk Tabungan seri ST-005 kepada publik dengan masa penawaran 8 Agustus hingga 21 Agustus mendatang.

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Tabungan ST-005 ini ditawarkan kepada masyarakat dengan tingkat kupon sebsar 7,4 persen.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengungkapkan, diterbitkannya surat uang ini salah satu upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat untuk turut andil dalam membantu pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN yang tengah mengalami defisit.

Pemerintah memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia untuk dapat berinvestasi pada ST005 sekaligus memiliki kesempatan berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, penerbitan surat utang ini juga bertujuan untuk mengingkatkan jumlah investor domestik atau investor individu pada pasar investasi di Indonesia.

Pihaknya menargetkan, dengan masa penawaran dari 8 hingga 21 Agustus mendatang, pemerintah dapat meraup dana hingga Rp 2 triliun, target ini sama dengan penerbitan surat-surat utang sebelumnya.

“Target kami dengan periode penawaran 8-21 Agustus, Rp 2 triliun,” ujar Luky di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Adapun, Sukuk Tabungan Seri ST005 memiliki imbalan 7,4 persen. Sukuk Tabungan memiliki imbalan mengambang dengan imbalan minimal (floating with floor) sebesar 7,4 persen dan mengacu pada BI 7-Day Reverse Repo Rate.

Untuk kupon yang berlaku pada periode pertama, akan dibayar pada 10 Oktober 2019 dan pada 10 November 2019 adalah sebesar 7,4% per tahun.

Tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan dengan perubahan BI 7-Day Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali. Dengan menawarkan imbal hasil sebesar 7,4 persen, instrumen investasi ini dinilai cocok untuk investor pemula seperi generasi milenial, sebab dana yang diperlukan membeli sukuk ini cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 1 juta untuk satu unit, dan maksimal 3 ribu unit senilai Rp 3 miliar.

Bisa Melebihi Target

Luky meyakini, sukuk ini akan mendapatkan perhatian yang tinggi dari masyarakat, dengan menggunakan prinsip syariah dan memiliki tingkat imbal hasil yang menarik, maka diyakini penjualan dari sukuk ritel syariah ini dapat melebihi target yang ditentukan pemerintah.

“Kemarin misalnya kan SBR007 pun masih laku Rp 3,2 triliun, jauh di atas target kita Rp 2 triliun. Jadi memang tergantung dari preferensi si investor dan juga timing (waktu),” jelasnya.

Adapun, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan dan penjualan ST005 ini akan digunakan oleh pemerintah untuk membiayai APBN termasuk pembiayaan proyek dalam APBN untuk Tahun Anggaran (TA) 2019.

Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ST005 dapat mengakses web Sukuk Tabungan di: www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 22 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online), yaitu:

PT Bank Central Asia Tbk.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk.

PT Bank Permata Tbk.

PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

PT Bank CIMB Niaga Tbk.

PT Bank DBS Indonesia.

PT Bank OCBC NISP Tbk.

PT Bank Panin Tbk.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

PT Bank HSBC Indonesia.

PT Bank Syariah Mandiri.

PT Bank BRISyariah Tbk.

PT Trimegah Sekuritas lndonesia Tbk.

PT Danareksa Sekuritas.

PT Bank Mandiri Sekuritas.

PT Bareksa Portal lnvestasi.

PT Star Mercato Capitale (Tanamduit).

PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).

PT lnvestree Radhika Jaya.

PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku).

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.