Pantes Susah Kaya! Ini 4 Biang Kerok yang Jadi Kendala Mengatur Keuangan

4 menit
Tips mengatur keuangan
Pantes Susah Kaya! Ini 4 Biang Kerok yang Jadi Kendala Mengatur Keuangan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Mengatur keuangan perlu kamu terapkan sejak dini demi mencapai kebebasan finansial secepat mungkin. Tujuannya, biar kamu gak pusing mikirin uang buat biaya hidup di esok hari.

Kalau sudah freedom money, kamu bisa melakukan berbagai macam hal yang disukai. Misalnya keliling dunia hingga menikmati hidup di pedesaan bersama pasangan di luar negeri.

Kamu jadi gak perlu capek-capek lagi tuh kerja dari pagi sampai malam setiap hari. Gantian, biar uang yang bekerja buat kamu, enak banget gak kedengarannya?

Tapi mengatur keuangan dengan bijak itu bukan perkara yang mudah. Kenyataannya masih banyak sekali orang yang selalu gagal menyisihkan uang setiap bulan dan ujung-ujungnya bikin mereka terpuruk sama utang.

Penyebabnya apalagi kalau bukan gaya hidup. Terkesan sepele emang, nyatanya banyak sekali orang yang rela menggelontorkan uang yang gak sedikit demi mengenakan barang branded atau hanya sekadar nongkrong di kafe kekinian.

Bahkan, gak sedikit juga dari mereka yang harus menggesek kartu kreditnya hanya buat memiliki tas koleksi brand ternama. Duh, kalau seperti itu terus sih siap-siap aja kamu bakal sengsara di masa tua.

Hal itulah mengapa, pentingnya mengatur keuangan sejak dini. Tujuannya, agar kamu terbiasa berhemat demi masa depan yang lebih baik.

Meski begitu, gak bisa dipungkiri terkadang ada aja hal yang menjadi biang kerok dalam mengatur keuangan kamu, gak percaya? Berikut empat di antaranya yang bikin dirimu sulit mengatur keuangan dan gak kaya-kaya: 

Baca juga: Anak Bakal Jago Mengatur Keuangan Kalau Orangtua Gak Membiasakan Hal-Hal Ini

1. Merasa bosan

Mengatur keuangan terkadang bikin kamu bosan apalagi yang udah terbiasa hidu irit, (Ilustrasi/Shutterstock).

Faktor utama yang kerap membuat orang selalu gagal mengatur keuangan adalah mulai merasa bosan apalagi buat mereka yang udah diharuskan berhemat sejak kecil.

Yang bikin gawat itu, saat rasa bosan melanda dan memutuskan buat “bandel” sedikit dengan libur mengatur keuangan, justru bikin mereka kebablasan.

Misalnya, setiap bulan biasanya hanya menyiapkan jatah uang Rp 500 riibu buat kebutuhan hangout dan juga belanja. Saat “bolos” mengatur keuangan, jatah buat gaya hidup jadi bertambah dan merasakan enjoy karena bisa membeli baju kesukaan atau menyantap makanan kekinian.

Nah, saat sudah kebablasan biasanya kamu bakal jadi sulit kembali konsisten mengatur keuangan mu lagi. Karena itu, saat kamu merasa bosan, boleh aja mengambil sedikit uang dari jatah menabung kamu buat membeli barang yang disuka atau nongkrong di kafe kekinian. Asal, rutinitas mengatur keuangan tetap dijalankan buat mencegah manajemen keuangan jadi amburadul.

Baca juga: Sulit Menabung? Ikuti 4 Cara Ini Agar Sukses Mengatur Keuangan di Masa Muda

2. Ada kebutuhan mendesak

Dalam mengatur keuangan kamu mesti pintar-pintar dengan menyiapkan dana darurat buat kebutuhan mendesak, (Ilustrasi/Shutterstock).

Namanya hidup pasti ada saja kebutuhan mendesak yang membuat kamu kelimpungan sendiri mencari uang. Karena itu, disarankan kalau kamu menyisihkan uang setiap bulan buat darurat.

Sayangnya, terkadang dana darurat yang ada gak cukup buat memenuhi kebutuhan mendesak yang tengah kamu alami.

Misalnya, kamu sakit dan harus dioperasi. Kondisi tersebut tentu membutuhkan biaya yang gak sedikit. Atau kamu mengalami kecelakaan yang mengharuskan mengeluarkan uang banyak buat biaya penyembuhan.

Kalau kondisinya udah seperti itu, mau gak mau kamu mesti mengambil jatah buat pos pengeluaran yang lain demi memenuhinya.

Nah, secara gak sadar hal itu ternyata membuat keuangan kamu jadi berantakan. Bahkan, bisa-bisa kamu mengajukan pinjaman atau menarik seluruh tabunganmu karena dana belum mencukupi.

Baca juga: Gak Perlu Stres Mom, Ini 4 Cara Mengatur Keuangan Usai Si Kecil Lahir

3. Tergiur membeli sesuatu

Jangan sampai kamu tergiur buat membeli barang yang ada nanti sulit buat mengatur keuangan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Niatnya cuma mau window shopping jalan-jalan ke mal sama teman-teman. Tahu-tahu melihat barang yang selama ini kamu inginkan sedang di diskon. Godaan buat membawa barang tersebut pulang tentu sangat besar.

Tanpa disadari hal itu bisa bikin manajemen keuanganmu jadi berantakan lho. Pasalnya, kamu harus merogoh kocek dari pos lainnya buat membeli barang yang diinginkan dan bukan dibutuhkan.

Ingat, meski terdengar sepele dan bukan masalah besar. Tapi keuangan amburadul hingga tumpukan utang di mana-mana itu berawal dari sesuatu yang kecil. Karena itu, pikirkan berulang kali dengan matang apakah kamu yakin bakal mengeluarkan uang demi membeli barang tersebut.

Jangan sampai menyesal hanya karena keinginan semata yang bikin bisa berdampak pada masa depanmu kelak.

4. Pengin melakukan semuanya sekaligus

Finansial mu bakal berantakan kalau kamu melakukan semuanya dalam waktu bersamaan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Biang kerok lainnya yang membuat keuanganmu berantakan adalah keinginan buat melakukan semuanya sekaligus atau bersamaan.

Tak perlu dipaksa, kamu bisa melakukannya secara perlahan. Misalnya, menyisihkan uang buat membayar utang, dana darurat, tabungan, investasi, dana pensiun hingga pensiun.

Jika dirasa berat, kamu bisa memilih beberapa hal buat dilakukan terlebih dahulu dan sisanya menyusul seiring kamu udah mulai terbiasa menyisihkan penghasilanmu buat beberapa pos. Pasalnya, kunci sukses meraih kebebasan finansial itu adalah konsisten dan tetap sabar.

Jangan dipaksakan melakukan semuanya sekaligus kalau hanya akan membuat kamu kelimpungan dan ujung-ujungnya berhenti di tengah jalan. Perlahan aja tapi tetap konsisten.

Itu dia empat kendala yang kerap dialami banyak orang dalam mengatur keuangan. Meski begitu sangat disarankan agar kamu mengatur pos-pos keuanganmu dengan baik dan jangan sampai tertipu oleh tipu daya gaya hidup yang hanya menjerumuskanmu ke lubang utang menyusahkan hingga tua. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.