Gak Bisa Nabung tapi Butuh Uang Beberapa Tahun ke Depan? Tabungan Berjangka Aja

5 menit
Tabungan Berjangka (Ilustrasi by Shutterstock).

Tabungan berjangka menjadi salah satu jenis tabungan yang kini banyak dilirik orang, terutama buat mereka yang gak bisa menabung. Mengapa?

Pasalnya, jenis tabungan ini akan menarik uangmu setiap bulan untuk ditabung. Jadi, ya mau gak mau setiap bulan kamu akan menabung.

Karena itu, gak sedikit orang memilih untuk mengikuti program tabungan berjangka yang ada di hampir seluruh bank di Indonesia, baik milik pemerintah maupun bukan.

Nah, tabungan berjangka juga cocok banget buat kamu yang membutuhkan dana cukup besar di beberapa tahun ke depan.

Salah seorang nasabah tabungan berjangka, Andi, membuka tabungan berjangka karena membutuhkan uang di dua tahun ke depan untuk biaya kuliah sekitar Rp 50 juta.

Andi merupakan seorang pegawai swasta dengan penghasilan Rp 6 juta per bulan. Agar tercapai selama dua tahun menabung mendapat Rp 50 juta, Andi harus konsisten menabung setiap bulan sebesar Rp 2,1 juta.

Kalau dihitung-hitung, Rp 2,1 juta x 2 tahun (24 bulan) yaitu Rp 50,4 juta. Belum lagi jika ditambah bunga yang diperoleh Andi.

Salah satunya, tabungan berjangka di Bank BCA, di mana nasabah yang menabung lebih dari Rp 1 juta per bulan dengan tenor satu hingga tiga tahun, maka akan mendapatkan bunga sebesar 3,25 persen.

Nah, 3,25 persen dari Rp 50,4 juta adalah Rp 1,64 juta. Maka, total uang yang diperoleh Andi sebesar Rp 52,1 juta.

Lumayan banget kan, dengan nabung setiap bulan konsisten sebesar Rp 2,1 juta selama 24 bulan, Andi mendapat Rp 52,1 juta.

Jadi, keinginan Andi untuk kuliah pun tercapai. Yang menguntungkannya lagi, Andi mendapat uang lebih sebesar Rp 2,1 juta yang bisa dialokasikan buat investasi.

Lalu, apa sih tabungan berjangka?

jenis-investasi
Tabungan Berjangka (bca)

Seperti yang sudah dijelaskan, tabungan berjangka adalah salah satu cara menyimpan uang buat mereka yang gak bisa menabung.

Jadi, produk tabungan yang satu ini memang cocok banget buat mereka yang gak bisa menabung, tapi memerlukan dana dalam beberapa waktu ke depan.

Pasalnya, tabungan berjangka itu memiliki fitur auto debit yang akan membuat uangmu ditarik otomatis oleh bank dari rekening tabungan induk, atau utama di tanggal yang sudah ditetapkan. Untuk nominal uang yang ditarik pun dipilih sendiri oleh nasabah.

Karena setiap bank memiliki persyaratan berbeda-beda. Tapi, minimal adalah Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta.

Gak cuma itu aja, tabungan berjangka juga memiliki jangka waktu seperti halnya deposito, yaitu mulai dari 12 bulan hingga maksimal 240 bulan.

Karena itu, tabungan berjangka gak hanya cocok buat mereka yang ingin disiplin menabung, tapi juga untuk menjamin masa depan.

Gimana maksudnya?

Jadi, gak sedikit orang mengikuti program tabungan berjangka ini untuk menjamin masa depan. Misalnya, ada yang menabung selama 20 tahun sebesar Rp 1 juta.

Kalau dihitung-hitung, Rp 1 juta x 240 bulan yaitu sebesar Rp 240 juta. Belum lagi ditambah bunga. Meski dana yang ditabung setiap bulannya kecil, kalau waktunya lama, saat cair totalnya tentu sangat menggiurkan.

Tabungan berjangka juga memiliki fasilitas asuransi jiwa. Jadi, setiap nasabah akan mendapat pertanggungan dana sesuai kebijakan masing-masing bank. Menarik, kan?

Persyaratan dan keuntungan tabungan berjangka

Investasi jangka panjang
Tabungan berjangka

Kali ini, MoneySmart ingin memberikan beberapa rekomendasi serta persyaratan dan keuntungan tabungan berjangka yang ditawarkan dua bank besar yang ada di Indonesia, yaitu Mandiri dan BCA.

Mandiri

Bank Mandiri juga memiliki produk tabungan berjangka, yaitu Mandiri Tabungan Rencana. Untuk kamu yang ingin memiliki tabungan ini, berikut syarat dan keunggulannya:

Persyaratan:

  • Nasabah berusia minimal 18 tahun, dan maksimal 70 tahun pada saat jatuh tempo Mandiri Tabungan Rencana
  • Memiliki tabungan mandiri atau mandiri giro
  • Mengisi formulir aplikasi pembukaan rekening beserta penyataan kesehatan dan surat kuasa pendebitan otomatis tanpa perlu melakukan medical check-up
  • Membawa identitas diri seperti KTP, SIM atau paspor, serta foto kopinya.

Keunggulan:

  • Gratis biaya administrasi
  • Jangka waktu fleksibel yaitu satu hingga 20 tahun
  • Nasabah bebas memilih nominal pendebetan mulai dari Rp 100 ribu atau US$ 10 per bulannya
  • Kamu dapat menambah dana ke Mandiri Tabungan Rencana di luar setoran bulanan
  • Tersedia juga dalam mata uang dolar
  • Mendapat perlindungan asuransi gratis dari PT. AXA Mandiri Financial Services untuk nasabah yang menabung hingga Rp 5 juta per bulan
  • Suku bunga lebih tinggi dibanding tabungan konvensional.

BCA

Bank BCA juga merupakan salah satu bank yang banyak dipilih orang untuk menabung. Selain tabungan konvensional, Bank BCA juga memiliki produk tabungan Tahapan Berjangka.

Persyaratan:

  • Mengisi formulir pembukaan rekening
  • Usia minimal 12 tahun, dan maksimal 65 tahun saat jatuh tempo
  • Membawa identitas diri seperti KTP, SIM atau Paspor dan melampirkan foto kopinya.
  • Memiliki rekening di Bank BCA.

Keunggulan:

  • Jangka waktu menabung mulai dari satu hingga 20 tahun
  • Suku bunga di atas tabungan reguler
  • Dapat menambah dana di luar setoran bulanan
  • Bebas biaya administrasi
  • Mendapat notifikasi pemberitahuan lewat SMS/email
  • Setoran bulanan mulai dari Rp 500 ribu (kelipatan Rp 50 ribu)
  • Dapat mengecek saldo tabungan melalui KlikBCA Individu dan KlikBCA Bisnis
  • Mendapat asuransi jiwa hingga Rp 1,5 miliar.

Tips menabung tabungan berjangka

jenis tabungan
Tahapan Berjangka (bca)

Layaknya seperti deposito, tabungan berjangka juga memiliki jangka waktu. Jadi, dana yang kamu miliki baru bisa diambil saat sudah jatuh tempo.

Nah, kalau kamu menariknya sebelum waktunya, maka akan dikenakan penalty yang biayanya berbeda setiap bank.

Ada beberapa faktor yang membuat orang menarik dana di tabungan berjangka sebelum jatuh tempo. Salah satunya, nominal tabungan terlalu besar dengan jangka waktu yang terlalu lama.

Karena itu, sebaiknya sesuaikan jumlah tabunganmu dengan pendapatanmu dan idealnya untuk menabung adalah 20 persen dari total penghasilanmu.

Tapi, buat kamu yang baru mau mulai menabung, bisa memulainya  terlebih dahulu di 10 persen.

Jika keuanganmu sudah stabil, baru kamu tambahkan menjadi 20 persen. Karena itu, disarankan agar kamu tidak melebihi batas tersebut. Tujuannya agar kamu bisa tetap disiplin menabung setiap bulan, dan tentu saja tidak membebanimu.

Pasalnya, ada beberapa kasus di mana ternyata ada kebutuhan mendesak yang membuat saldomu di tabungan utama berada di bawah minimal jumlah tabungan berjangka hingga akhirnya mengalami gagal auto debit.

Kalau udah kayak gitu, kamu yang bakal rugi karena biasanya akan dikenakan denda gagal auto debit.

Salah seorang nasabah, Lia, gagal melakukan auto debit karena uang di tabungan utama kurang dari jumlah minimal penarikan. Sehingga Lia pun dikenakan denda gagal auto debit.

Saat mendatangi bank di mana Lia membuka tabungan berjangka, pihak customer service memintanya memastikan saldo di tabungan utamanya cukup untuk penarikan.

“Saldo harus cukup dari jumlah auto debit tabungan berjangka untuk menghindari adanya denda gagal auto debit. Karena kalau tiga kali gagal auto debit, maka tabungan berjangka secara otomatis akan ditutup,” ungkap salah seorang customer service bank di Indonesia.

Karena itu, sesuaikan penghasilanmu dengan jumlah uang yang akan ditabung. Jangan sampai melebihi batas limit yang bikin kamu kesusahan sendiri.

Jadi, mulai menabung dari sekarang yuk! (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.