5 Industri yang Bakal Tumbuh Subur di Tahun Politik

2 menit
Shutterstock

Tahun politik diprediksi akan memberikan dampak ekonomi bagi pertumbuhan industri nasional. Berkaca dari pelaksanaan pemilu 2014 silam, setidaknya terdapat lima sektor industri yang diprediksi akan tumbuh subur pada tahun politik saat ini.

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Imam Haryono mengatakan, sektor industri seperti industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, kulit, barang dari kulit dan alas kaki diprediksi mengalami kenaikan pertumbuhan tahun ini.

Kementerian Perindustrian sendiri menargetkan pertumbuhan industri pengolahan non migas 2019 sebesar 5,57 persen. Proyeksi tersebut di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.

Imam mengatakan, untuk sektor industri makanan dan minuman pada tahun ini akan tumbuh sebesar 9,86 persen. Lalu mesin 7 persen, Tekstil dan Pakaian Jadi 5,61 persen, Kulit, Barang dari Kulit, Alas Kaki 5,40 persen, dan Barang dari Logam, Eletronika, Komputer yaitu 3,81 persen.

Sementara untuk proyeksi tahun 2020-2014, pertumbuhan industri pengolahan berada di rentang 5,40-7,05 persen.

Tak hanya tahun politik, iklim ekonomi di dalam negeri juga turut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti Pemilihan Presiden, perjanjian perdagangan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) dan perang dagang Amerika Serikat-China.

“Walaupun adanya perang dagang, Indonesia diuntungkan dengan rencana relokasi perusahaan Tiongkok ke Indonesia untuk menghindari peningkatan tarif,” ungkapnya.

Strategi Hadapi Tantangan Global dan Domestik

Dengan itu, Kementerian Perindustrian pun telah menerapkan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri. Pertama melalui “Making Indonesia 4.0” yang akan merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia.

Making Indonesia menjadi salah satu agenda pembangunan nasional untuk mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.

Langkah kedua adalah dengan Penguatan Vokasi melalui Pendidikan vokasi menuju Dual System. Pembangungan Politeknik di Kawasan Industri, “Link & Match“, 3 in 1, Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Industri, dan Pengembangan SDM.

Langkah ketiga dilakukan dengan Pengembangan Kawasan dan Sentra Industri. Periode 2015-2018. Pemerintah telah berhasil mengembangkan 13 Kawasan Industri baru di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, serta 22 Sentra Industri Kecil & Menengah (SIKIM) di 22 kota/kabupaten di luar Pulau Jawa.

Selanjutnya, pengembangan wirausaha baru. Pada tahun 2019, ditargetkan pelaku usaha wirausaha baru sebesar 5000 orang, E-Smart IKM sebanyak 5000 IKM, dan santripreneur sebanyak 20 Pondok Pesantren.

Langkah kelima atau terakhir melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), Fasilitas Fiskal Tax Holiday, dan Pengembangan Angkutan Pedesaan (AMMDES). Pengembangan AMMDES berfungsi sebagai cara untuk pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!