Ini Alasan Kenapa Tahun Politik Menguntungkan Buat Pengusaha dan Investor

2 menit
Shutterstock
Shutterstock

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta kalangan pengusaha hingga investor di Indonesia untuk jangan takut dan alergi dengan datangnya tahun politik.

Menurut JK, jika pengusaha berani mengambil peluang di tahun politik seperti ini, maka akan mendapatkan keuntungan yang tinggi. Sebab Indonesia memiliki populasi jumlah penduduk yang besar.

“Mereka akan siap belanja,” ujar JK di Jakarta.

Pihaknya mengakui, saat tahun politik seperti ini banyak kalangan pengusaha melakukan wait and see (menunggu dan melihat) karena faktor ketidakpastian. Tapi JK menjamin pemerintah akan tetap konsisten dalam mendorong perekonomian nasional.

Sementara itu, Pengusaha kondang Chairul Tanjung mengatakan, ketidakpastian yang terjadi saat ini bukan terjadi hanya di Indonesia tetapi juga skala global. Hal ini akibat dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, hingga peristiwa Brexit.

“Kondisi ini menggambarkan betapa dinamisnya geopolitik, geoekonomi dan kebijakan global,” ujar CT.

Perubahan Generasi

Disamping ketidakpastian global dan tahun politik, di Indonesia sendiri tengah menghadapi masa transisi disrupsi analog menuju digital, hal ini disebabkan oleh perubahan generasi, dimana generasi milenial semakin banyak dan mereka akan menjadi penguasa pasar.

Kombinasi antara kondisi domestik dan global ini yang membuat pelaku pasar menahan diri dan bertanya-tanya.

“Akibatnya, banyak orang melakukan wait and see, baik investor asing maupun lokal,” kata Chairul.

Pebisnis senior, Sofjan Wanandi mengatakan, sebab utama pelaku bisnis menunggu dan melihat disebabkan minimnya adu gagasan dan program dari para calon pemimpin bangsa pada pesta demokrasi 2019 ini.

Dalam bisnis, kata Sofjan pengusaha selaku mengukur segala risiko yang dapat terjadi, akan tetapi bila dalam ketidakpastian maka wait and see pilihan yang tepat.

“Dalam persoalan apapun, kita ingin kepastian. Termasuk stabilitas politik. Itu sebabnya kita wait and see,” ujarnya.

“Saya bicara dengan pengusaha. Semua bilang kampanye kali ini kok enggak bicara program, cuma saling menghujat. Bagaimana, siapa yang harus kita pegang?. Ini menimbulkan was-was di pengusaha, jadi ada wait and see,” pungkas Sofjan.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.