Tak Perlu Ragu Investasi Reksa Dana, Ada Manajer Investasi yang Mengelola

3 menit
investasi untuk pekerja freelance
Artikel ini dipersembahkan oleh mitra produk investasi kami Bareksa.com

Bareksa Logo

Bareksa.com – Seseorang yang berinvestasi pada saham bisa mengelola sendiri portofolionya. Berbeda dengan investasi saham, investor tidak mengelola sendiri pengelolaan investasi pada reksa dana, tapi oleh profesional yang memiliki pengetahuan baik di pasar modal alias manajer investasi. Seorang manajer investasi (fund manager) tentu saja telah punya pengalaman dalam mengelola portofolio efek.

 

Reksa dana merupakan kumpulan dari surat berharga, baik saham, obligasi, deposito atau lainnya, yang berbentuk portofolio reksa dana. Manajer investasilah yang menentukan efek apa saja yang berada dalam portofolio tersebut.

Fund manager menjalankan proses investasi berdasarkan kebijakan yang sudah disetujui oleh investor dalam prospektus reksa dana. Manajer Investasi memilih dan memutuskan saham, obligasi, deposito, dan surat berharga yang akan dibeli untuk dimasukkan ke portofolio reksa dana. Manajer investasi juga menentukan waktu yang tepat untuk menjual efek dalam portofolio tersebut, jumlah dana tunai yang perlu disimpan, dan sebagainya.

 

Lantaran manajer investasi yang menentukan proporsi aset dalam portofolio tersebut, bisa dikatakan investor hanya menerima hasil dari pengelolaan reksa dana tersebut. Investor akan menerima laporan return dari reksa dana tersebut. Oleh karena itu, kinerja suatu reksa dana amat dipengaruhi kepiawaian manajer investasi dalam meracik dan mengolah portofolio efek.

 

***

 

Selain mengelola portofolio reksa dana, manajer investasi juga wajib menghitung dan melaporkan kepada investor nilai investasi reksa dana setiap hari bursa. Nilai investasi reksa dana ini biasanya disebut nilai aktiva bersih (NAB) per unit penyertaan.

 

Dari laporan NAB harian inilah investor dapat mengetahui posisi investasi mereka: apakah hari ini nilai investasinya naik atau menurun. Laporan lainnya yang dibuat oleh manajer investasi adalah laporan bulanan dari reksa dana kelolaannya atau biasa dikenal dengan istilah fund fact sheet.

 

Fund fact sheet berisi penjelasan singkat mengenai reksa dana tersebut dan laporan kinerja dalam sebulan. Dalam fund fact sheet ini investor juga dapat mengetahui saham, obligasi, atau instrumen investasi apa saja yang menjadi alokasi investasi terbesar reksa dana tersebut.

 

Sebagai contoh, pada fund fact sheet reksa dana Cipta Syariah Equity pada Mei 2015, sebesar 86 persen portofolio berisi saham dan sisanya berisi instrumen pasar uang. Mayoritas investasi dialokasikan ke saham sektor barang konsumsi, infrastruktur dan properti.

 

Adapun saham yang dimiliki oleh reksa dana kelolaan PT Ciptadana Asset Management ini adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

 

9673_daftar-reksa-dana-di-bareksa-com--bareksa-alfin-to___r

 

 

Karena pihak yang mengelola reksa dana adalah manajer investasi, tentunya investor akan membayar jasa manajer investasi tersebut. Biaya pengelolaan (management fee) ini tidak langsung dibebankan kepada investor dengan memotong nilai investasinya, tapi akan dipotong dari nilai aset reksa dana.

 

Walhasil NAB per unit penyertaan pada reksa dana itu sebenarnya merupakan nilai bersih dari reksa dana, telah dikurangi biaya-biaya pengelolaan reksa dana, seperti biaya bank kustodian (custodian fee), management fee dan biaya lainnya.

 

Besarnya management fee pada setiap reksa dana berbeda-beda, dan informasi mengenai management fee ini tertera dalam prospektus reksa dana. Jadi apabila investor ingin berinvestasi reksa dana, alangkah baiknya membaca dengan cermat prospektus dan fund fact sheet-nya.

 

Reksa dana akan dikenakan management fee setiap tahunnya. Misalnya besarnya management fee untuk reksa dana Cipta Syariah Equity sebesar 2,5 persen per tahun. Namun, tingginya management fee suatu manajer investasi tidak menjamin kepiawaian manajer tersebut. Tapi kebanyakan manajer investasi kredibel memang memasang tarif tinggi.

 

***

 

Ketika investor tertarik membeli suatu reksa dana, maka pemilihan manajer investasi juga penting. Sebab dialah yang nantinya akan mengelola uang milik investor.

 

Untuk memilih manajer investasi yang baik, pertama cek terlebih dulu kelegalan dari perusahaan manajer investasi tersebut. Apakah perusahaan itu sudah mendapat izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai manajer investasi? Investor dapat mengecek daftar manajer investasi yang mendapat izin dari OJK di website badan pemerintah tersebut.

 

Kedua, pilih manajer investasi yang memiliki track record bagus dan sudah beroperasi setidaknya lima tahun. Sebab dalam lima tahun kondisi ekonomi bisa saja berubah. Dengan jangka waktu yang panjang investor dapat menilai bagaimana manajer investasi mengelola reksa dananya saat kondisi ekonomi sedang menurun atau bahkan saat krisis terjadi.

 

 

 

Baca Juga:

Empat Cara Mengelola Uang Pensiun Anda

Tabungan Pendidikan Rp500 Rb/Bln Dibelikan Reksa Dana Tumbuh Jadi Rp135 Jt

OJK Siapkan Sistem Data Reksa Dana Terpusat

 

 

 

Image credit:

  • http://media.bareksa.com/media/media/assets/image/2015/03/9673_daftar-reksa-dana-di-bareksa-com–bareksa-alfin-to___r.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan