7 Tahun Baru Bercuan, Selebgram Tanya Larasati Alami Jatuh Bangun Saat Berbisnis

4 menit
tanya larasati
7 Tahun Baru Bercuan, Selebgram Tanya Larasati Alami Jatuh Bangun Saat Berbisnis, (Instagram/@tanyalarasati).

Selebgram Tanya Larasati sering kali disebut-sebut memiliki kemiripan dengan aktris Dian Sastrowardoyo. Langkahnya untuk bisa mencapai titik seperti sekarang ini memang gak semulus banyak orang kira. Memulai bisnis dalam kurun waktu 7 tahun, ia pun baru bisa menikmati cuan hasil kerja kerasnya. 

Tangguh dan cerdas, begitu sosok Tanya Larasati terpancar saat berbincang hangat dengan MoneySmart belum lama ini. Sebagai selebgram dan mom-preneur, ia pun menceritakan nih kisah jatuh bangun dirinya saat menjalani sebuah bisnis. 

Masih muda dan lihai mengurus rumah tangga serta bisnis rasanya life goals banget ya sebagai ibu muda. Menghadiri soft launching platform marketplace reksa dana, Investasikita. Tanya pun berceloteh nih soal gimana dirinya merintis bisnis hingga alkhirnya mengenal produk investasi. Penasaran dengan ceritanya? Yuk, kita simak aja berikut ini ya. 

Baca juga: Berkat Sosial Media, 5 Selebgram Ini Raup Ratusan Juta Rupiah Per Bulan

1. Tanya Larasati pandai memanfaatkan Instagram untuk bisnis di 2012

Tanya Larasati
Tanya Larasati pandai memanfaatkan Instagram untuk bisnis di 2012, (Instagram/@tanyalarasati).

Memulai bisnis dengan platform media sosial, Instagram memang banyak dilirik oleh orang termasuk Tanya Larasati di 2012. Kala itu Instagram merupakan salah satu medium paling pas buat berbisnis dan baru aja menjadi tren di mana semua orang menggunakannya. 

“Dulu saya pernah kerja di digital agency tapi saya memang punya cita-cita memiliki usaha sendiri. Akhirnya saya pun bikin akun Instagram untuk bisnis saya, Pop Your Heart,” ujar Anya begitu sapaan akrabnya. 

Pop Your Heart, kamu yang milenial pasti udah pernah mendengar dan mengetahuinya. Ya, Pop Your Heart merupakan salah satu bisnis kartu ucapan tiga dimensi yang digeluti oleh Anya. 

Dengan bermodalkan akun Instagram, Anya akui lho saat itu gak paham soal tagar (red: hashtag) yang bisa meningkatkan peforma bisnisnya dengan berjualan di sosial media. Tapi siapa sangka, bisnis yang ia lakoni tetap laris manis kok!

Baca juga: Jalani Debut Sebagai Produser, Ini 5 Film Dian Sastro yang Sukses di Tanah Air dan Mancanegara

2. Memilih menyewa kantor ketimbang berbisnis di rumah

Tanya Larasati
Pop Your Heart salah satu bisnis Anya, (Instagram/@tanyalarasati).

Sukses dengan usahanya dan labelnya sebagai selebgram, Anya mengakui gak memiliki latar belakang sama sekali lho dalam bisnis. Ia sendiri hanya lulusan Sarjana Desain Komunikasi Visual. 

Sejak mendirikan Pop Your Heart, Anya memang cukup memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan urusan kepegawaian.

“Saat mendirikan bisnis ini, saya masih 23 tahun dan belum punya pengalaman bisnis. Saya ingin menarik pegawai tapi saya sendiri harus tahu gimana cara meyakinkan mereka bahwa usaha rumahan saya ini adalah usaha yang nyata dan menjanjikan,” tandasnya.

Sejak itu Anya pun belajar mengenai absensi, kontrak kerja buat pegawai, dan lain sebagainya. Pokoknya Pop Your Heart, ia bikin layaknya perusahaan yang menjanjikan agar bisa mempekerjakan karyawan. 

Bahkan Anya harus menyewa kantor sendiri ketimbang menjadikan rumahnya sebagai kantor. Tujuannya memang untuk menciptakan mood kerja bagi dirinya dan karyawan. Jam kerja pun ia buat mulai  pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Baca juga: Ini Dia Situs Baru Jual Beli Reksa Dana yang Bisa Dilirik Investor Pemula

3. Dari untung hingga rugi

Tanya Larasati
Jatuh bangun dalam berbisnis pernah ia alami akhirnya kini memiliki sebuah rumah produksi, (Instagram/@tanyalarasati).

Dalam rentang tahun 2012 hingga 2014, bisnis yang dilakoni ibu muda ini memang cukup moncer. Pesanan kartu ucapan pun muncul dari mana-mana, tapi Anya justru salah langkah dalam menyikapi peristiwa ini. 

“Ketika sales lagi tinggi, saya malah merekrut banyak orang. Dulu karyawan saya bisa sampai 11 orang, tapi setelah lewat tahun 2014 sales kami menurun karena beban operasional juga besar,” paparnya.

Anya akhirnya sadar bahwa bisnis yang ia geluti bukanlah jenis usaha seperti kuliner. Kartu ucapan dipesan untuk keperluan ulang tahun, pernikahan, atau yang lainnya. 

Di tahun 2015, Anya saat itu tengah mengandung dan akhirnya prioritasnya pun berubah dari mengurus bisnis ke keluarga. Momen itu membuat ia harus memiliki karyawan sebanyak tiga orang. 

4. Belajar dari kesalahan 

Tanya Larasati
Belajar dari kesalahan merupakan cara jitu Anya bangkit dalam berbisnis, (Instagram/@tanyalarasati).

Kesalahan dalam bisnis itupun gak lantas membuat Tanya Larasati menutup usaha yang sudah ia geluti sejak tahun 2012.Ia pun terus belajar dan mencoba menganalisa sejumlah faktor yang menyebabkan kegagalannya.Anya mengaku, dirinya banyak belajar dari salah satu toko parfum di Pondok Indah Mall yang cukup terkenal. Pada intinya, setiap bisnis itu memang harus dilandaskan dengan rasa sayang. Jiwa pemilik bisnis harus hadir dalam usahanya. 

Singkat cerita, saat sang suami bergabung ke perusahaan miliknya pada tahun 2019. Sang suami langsung mengubah usahanya yang sudah berjalan selama tujuh tahun ini menjadi perseroan terbatas alias PT.

Namun siapa sangka, bisnis mereka pun malah makin sukses di kemudian hari. Sekarang, bukan hanya kartu ucapan yang jadi bisnis Anya. Turut andil sang suami dalam bisnis Anya, kini ia pun memiliki rumah produksi sendiri alias production house. 

5. Sampai sekarang investasinya cuma “emas”

tanya larasati
Sebagai istri, ibu dan selebgram, Anya ternyata melek investasi lho, (Instagram/@tanyalarasati).

Saat ditanya soal investasi, Anya justru agak tersentil karena pilihan investasinya ternyata masih sangat konservatif, logam mulia. Bukan reksa dana yang mampu menghasilkan keuntungan di atas 7 persen dalam setahun.

“Jujur, sampai sekarang saya masih membeli logam mulia buat investasi. Ketika mendengar kata reksa dana, kadang kata-kata itu terdengar rumit. Oleh karena itu untuk urusan investasi reksa dana dan lainnya, suami saya yang lebih paham,” ujarnya.

Seiring perkembangan teknologi dan hadirnya marketplace reksa dana online belakangan ini, ia pun makin paham dan mulai tertarik dengan produk investasi yang satu ini. Sebagai pebisnis, investasi di sektor rendah risiko adalah hal yang penting dilakukan. Tentu saja keuntungannya bisa dirasakan di masa depan.

Itulah sekilas kisah jatuh bangun Tanya Larasati dalam membesarkan usahanya. Intinya kita bisa tarik kesimpulan, memulai bisnis itu bisa dari mana saja. Gak mesti harus jadi sarjana ekonomi, dan ada kalanya juga kita harus merasakan kegagalan agar bisa bangkit dan terbang lebih tinggi di masa depan. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Pensiunan jurnalis, praktisi humas, dan seseorang sempat aktif di dunia beladiri campuran. Sekarang telah menjadi perencana keuangan yang sangat antusias dengan hal-hal yang berkaitan dengan pasar modal.