Segini Besaran Tarif Ojol yang Naik 20 Persen, Kemahalan Gak?

3 menit
Kenaikan tarif ojek online (Shutterstock)

Mitra ojek online (ojol) dan pemerintah dan selalu tarik menarik soal tarif ojek online, seolah tak pernah ada kata sepakat antara keduanya.

Di satu sisi, pemerintah dan para penyedia jasa ingin membuat konsumen tetap nyaman, dengan biaya yang murah, tapi di satu sisi para mitra juga mengeluhkan pendapatan mereka yang tak sebanding dan terus menurun.

Hingga akhirnya pemerintah melalui Menteri Perhubungan mengeluarkan kebijakan baru. Kebijakan tersebut berisi tentang tarif baru untuk jasa ojol. Ini tentu sebagai langkah maju pemerintah dalam menampung aspirasi para mitra ojol.

Isu ini menjadi perhatian sangat khusus, karena memang ojol bisa dibilang sebagai transportasi masa kini dan masa depan yang praktis. Bahkan keberadaan mereka telah menggeser popularitas transportasi konvensional.

Setelah melalui diskusi, pembahasan, serta pengkajian yang mendalam, pada 1 Mei lalu, Menhub sepakat menaikkannya tarif ojek online.

Payung hukumnya adalah Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019. Kenaikan tarif itu dibagi berdasarkan beberapa zonasi:

Besaran kenaikan tarif ojek online

Tarif ojek online
Besaran kenaikan tarif ojek online (Instagram/@grabid)

Kementerian Perhubungan telah resmi menaikkan tarif ojek online pada 1 Mei 2019 lalu. Namun, besaran kenaikannya tidak sama antara satu daerah dengan yang lainnya.

Baca juga: Ini Komentar Pengguna Ojek Online Soal Kenaikan Tarif

Menhub telah mengklasifikasikannya dalam beberapa zonasi, yaitu Zona I, Zona II, dan Zona III. Berikut, besarannya seperti dikutip dari Tribunnews.

1. Zona I

Meliputi Jawa tanpa Jabodetabek, Sumatera, dan Bali

  • Tarif batas bawah: Rp 1.850 per kilometer
  • Tarif batas atas: Rp 2.300 per kilometer
  • Biaya jasa minimal: Rp 7.000 – Rp 10.000

2. Zona II

Zona ini meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

  • Tarif batas bawah: Rp 2.000 per kilometer
  • Tarif batas atas: Rp 2.500 per kilometer
  • Biaya jasa minimal: Rp 8.000 – Rp 10.000

3. Zona III

  • Tarif batas bawah: Rp 2.100 per kilometer
  • Tarif batas atas: Rp 2.600 per kilometer
  • Biaya jasa minimal: Rp 7.000 – Rp 10.000

Besaran-besaran yang telah tertera di atas kira-kira mengalami kenaikan sebesar 20 persen dari tarif yang lama.

Meski telah ditetapkan besarannya, tarif ojek online baru ini masih akan terus dikaji oleh pihak Kemenhub. Karena diharapkan kebijakan baru ini tidak merugikan masyarakat selaku konsumen, tapi juga tidak membuat para driver menderita.

Baca juga: Sering Naik Go-Jek atau Grab, Ini Daftar Tarif Ojek Online Terbaru

Tarif baru dikeluhkan oleh masyarakat

Tarif ojek online
Tarif baru dikeluhkan masyarakat (Instagram/@grabid)

Seolah tidak ada yang pernah diuntungkan dalam masalah ini. Kekhawatiran terbesar baik yang dimiliki oleh pemerintah, mitra ojek online, sampai penyedia jasa sekalipun adalah kehilangan pelanggan setianya.

Bagaimana tidak, kini ojek online telah menjadi transportasi andalan masyarakat, terutama di perkotaan besar seperti di Jakarta. Pasalnya, beragam unggulan dan kelebihan yang dimiliki ojol ketimbang transportasi lain.

Salah satu yang menjadi unggulan adalah tarif yang murah bila dibanding ojek konvensional, kemudian armadanya yang banyak dan bisa menjangkau ke segala penjuru kota dengan cepat, dan yang terakhir adalah siap sedia 24 jam.

Nah, seandainya tarifnya dinaikkan, artinya pengguna harus mengeluarkan uang lebih untuk membayarnya. Kenaikannya pun juga cukup signifikan, yaitu 20 persen. Jadi banyak pelanggan yang kecewa deh, kan jadi percuma kalau tarif naik, tapi pelanggan pada kabur.

Beruntung, Menhub juga tidak tinggal diam menghadapi keluhan masyarakat ini. Dikutip dari detikcom, dia akan membuat quick count selama seminggu pertama ini.

Quick count atau survei akan dilakukan di lima kota untuk mengetahui testimoni masyarakat tentang kebijakan kenaikan tarif ojek online ini.

Dari hasil survei ini, diharapkan pemerintah bisa membuat peraturan baru yang sama-sama menguntungkan konsumen dan driver. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.