Gara-Gara Tarif Pajak, Indonesia Kalah Saing dengan Vietnam, Kok Bisa?

3 menit
Menkeu Sri Mulyani mengaku tarif pajak korporasi di Indonesia kalah saing dengan Vietnam (Shutterstock).

Dibandingkan dengan Indonesia, rupanya banyak investor yang lebih senang menanamkan modalnya di Vietnam. Informasinya nih alasan kenapa Vietnam lebih disenangi karena negara tersebut memberlakukan tarif pajak korporasi lebih rendah.

Lho, emangnya tarif pajak di Indonesia lebih besar ya sampai kalah saing? Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR hari Senin lalu (17/6/2018) mengatakan kemudahan berbisnis di Vietnam jadi daya tarik bagi banyak investor.

Salah satu kemudahan yang ditawarkan negara Asean tersebut, yaitu terkait dengan kebijakan fiskal negara tersebut. Vietnam disebut memberlakukan tarif pajak korporasi yang rendah sebesar 20 persen.

Menariknya, Vietnam bukan satu-satunya negara Asean yang menetapkan tarif pajak yang rendah lho? Ada beberapa negara lainnya yang terapkan besaran pajak lebih rendah.

Penasaran berapa besaran tarif pajak korporasi negara-negara Asean? Berikut daftarnya. Yuk, disimak.

Baca juga: Tarik Pajak Google Susah Banget, Ini Langkah Indonesia dan G20

Daftar tarif pajak korporasi di negara-negara Asean, berapa besarannya di Indonesia?

Tarif Pajak
Pajak korporasi (Shutterstock).

Dalam menjalankan bisnis ataupun berinvestasi, pajak menjadi salah satu faktor yang cukup diperhitungkan. Semakin rendah tarif pajak yang dipatok, semakin besar kemungkinan modal yang masuk ke suatu negara.

Walaupun begitu, pajak bukan berarti semata-mata faktor penentu ya. Tentu aja kepastian hukum di suatu negara bikin para investor merasa nyaman buat berinvestasi.

Seperti yang dikutip dari The Business Times, berikut ini adalah daftar besaran tarif pajak di negara-negara Asean. Mulai dari yang terendah hingga terbesar.

Negara Asean Tarif pajak korporasi
Singapura 17 %
Brunei Darussalam 18,5 %
Thailand 20 %
Vietnam 20 %
Kamboja 20 %
Malaysia 24 %
Laos 24 %
Indonesia 25 %
Myanmar 25 %
Filipina 30 %

 

Dari tabel di atas, tampak jelas Singapura menjadi negara yang menetapkan tarif pajak paling rendah se-Asean. Malahan nih besaran tersebut bisa lebih rendah lho dengan adanya insentif dan hibah pajak yang bisa diambil perusahaan yang berbisnis di Singapura.

Di Indonesia tarif pajak korporasi bisa berkurang asalkan si perusahaan berubah status menjadi perusahaan terbuka atau go public. Nanti besaran tarif pajak yang awalnya 25 persen menjadi 20 persen.

Lain dengan Vietnam. Tarif pajak yang sebesar 20 persen bisa berkurang dengan syarat, para investor membangun bisnis di daerah tertinggal. Besaran yang tadinya 20 persen berkurang menjadi 17 persen.

Besaran pajak korporasi di Indonesia 25 persen, gimana cara hitungnya?

Tarif Pajak
Besaran tarif di Indonesia 25 persen (Shutterstock).

Tarif pajak korporasi di Indonesia dikenal dengan pajak penghasilan badan atau PPh Badan. Perihal tarif pajak korporasi telah diatur dalam UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Pasal 17 dalam UU No. 36 Tahun 2008 berbunyi Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 28 persen. Namun, di ayat 2a, besarannya tersebut berubah menjadi 25 sejak 2010.

Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2008 itu juga, ada dua skema perhitungan PPh Badan, yaitu perhitungan buat usaha dengan peredaran bruto hingga Rp 50 miliar dan usaha dengan peredaran bruto di atas Rp 50 miliar.

Buat usaha dengan peredaran bruto hingga Rp 50 miliar, perhitungannya diterangkan dalam Pasal 31E. Pasal tersebut menjelaskan kalau usaha dengan peredaran bruto hingga Rp 50 miliar mendapat pengurangan tarif sebesar 50 persen.

Berikut ini rumus hitungnya:

  • PPh Terutang = 50% x 25% x Seluruh Penghasilan Kena Pajak (PKP). Rumus ini buat peredaran bruto kurang atau sama dengang Rp 4,8 miliar.
  • PPh Terutang = (50% x 25% x PKP dari peredaran bruto yang dapat fasilitas) + (25% x PKP dari peredaran bruto yang gak dapat fasilitas)

Buat usaha dengan peredaran bruto di atas Rp 50 miliar, perhitungannya menggunakan tarif yang persentasenya sebesar 25 persen sebagaimana yang tertulis di undang-undang. Berikut ini rumus hitungnya: PPh Terutang = 25% x PKP

Itu tadi informasi tentang tarif pajak korporasi atau PPh Badan negara-negara di Asean. Walaupun investor yang berdatangan ke Indonesia masih kalah dengan Vietnam, mudah-mudahan aja kebijakan-kebijakan baru yang dikeluarkan nantinya bisa meningkatkan volume investasi yang masuk. Dengan begitu, perekonomian dalam negeri bisa bergerak lebih cepat dari sebelumnya dan angka pengangguran bisa berkurang. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!