5 Technopreneur Ini Dipecat dari Perusahaan yang Mereka Dirikan, Kok Bisa?

4 menit
technopreneur
Jack Dorsey, co-founder Twitter. (Shutterstock)

Walaupun sukses mendirikan sebuah platform berbasis digital yang berguna bagi masyarakat, para technopreneur kaya dan handal ini justru dipecat dari perusahaan yang mereka dirikan. Apa ya penyebabnya?

Seiring dengan berkembangnya produk atau perusahaan startup yang mereka rintis, maka gak sedikit juga masalah yang bermunculan. Ibarat peribahasa “semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin yang menerpanya.”

Di kala perusahaan mereka sudah tenar, mereka pun bakal jadi sorotan media massa. Tak ubahnya seleb, isu pemecatan mereka pun terdengar hingga ke seluruh penjuru dunia.

Ingin tahu siapa saja technopreneur sukses yang akhirnya dipecat dari perusahaan yang dia dirikan sendiri? Yuk cari tahu lebih lanjut di bawah sini.

Baca juga: Jadi Mak Comblang Zaman Now, Ini 3 Entrepreneur Sukses di Dunia Perjodohan

1. Jack Dorsey

technopreneur
Jack Dorsey. (Shutterstock)

Di tahun 2006, Jack Dorsey dan Ev Williams mendirikan sebuah platform media sosial bernama Twitter. Tentu kamu tahu dong sama medsos yang terkenal sering membuat trending topic ini.

Pria kelahiran 1976 silam ini pernah dipecat pada tahun 2008. Kabarnya hal itu disebabkan karena keasyikan Dorsey terhadap hobinya di luar kerjaan.

Dorsey pun lalai dalam berkoordinasi dengan para investor, dan seringkali berseteru dengan Williams. Oleh karena itulah, manajemen yang dipimpin Dorsey dinilai makin gak karuan.

Alhasil Williams pun menggantikan posisinya. Technopreneur ini kabarnya sempat nyaris direkrut oleh Mark Zuckerberg, namun dia justru mendirikan startup baru bernama Square yang mendapat pendanaan sebesar US$ 31 juta.

Di tahun 2015, Dorsey pun direkrut kembali oleh Twitter untuk memimpin perusahaan ini.

Baca juga: Mau Sukses Jadi Entrepreneur Indonesia? Ini 7 Tandanya

2. Parker Conrad

technopreneur
Parker Conrad. (Forbes)

Technopreneur ini adalah pendiri software HRD bernama Zenefits. Di tahun 2014, Zenefits tercatat sebagai salah satu startup yang sanggup berkembang pesat. Bayangin saja, dalam satu tahun mereka bisa mencetak laba senilai US$ 100 juta.

Namun di tahun 2015, Zenefits terlibat dalam sebuah kasus yang berkaitan dengan asuransi perusahaan. Mereka dikabarkan memanfaatkan jasa agen gelap untuk menjual produk asuransi di berbagai Negara Bagian Amerika Serikat.

Alhasil, Conrad pun dipecat dari jabatannya sebagai CEO. Namun selepas dari Zenefits, Conrad masih aktif di dunia startup.

Dia mendirikan Rippling yang juga bergerak di bidang sama seperti Zenefits. Pada April 2019, perusahaan ini mendapatkan pendanaan seri A senilai US$ 45 juta atau Rp 633 miliar.

Baca juga: Buat Para Entrepreneur, Simak Nih 3 Rahasia Berbisnis

3. Palmer Luckey

technopreneur
Palmer Luckey. (Palmerluckey.com)

Technopreneur ini adalah founder dari Oculus VR dan desainer Oculus Rift. Pria ini menduduki peringkat ke-22 sebagai entrepreneur terkaya di AS di bawah usia 40 tahun pada 2016.

Luckey meninggalkan perusahaannya yang bergerak di bidang virtual reality di tahun 2017, karena isu politik. Sikapnya yang mendukung kubu Republik di Pilpres AS jadi biang keladinya.

Kok ngedukung doang jadi masalah ya? Kalau mendukung doang ya itu hak politik, tapi kalau dia sampai membuat meme yang menghina Hillary Clinton tentu itu jadi masalah.

Setelah keluar dari Oculus, dia mendirikan Anduril. Produk dari Anduril merupakan produk artificial intelligent yang dimanfaatkan oleh pemerintahan Trump di bidang pertahanan.

4. Andrew Mason

technopreneur
Andrew Mason. (Fastcompany.com)

Tahu apa itu Groupon? Platform penyedia kupon diskon itu kini sudah diakuisisi oleh Fave dan tampilannya pun 100 persen berubah.

Sebagai seorang pendiri sekaligus pemimpin perusahaan, Mason justru didepak dari Groupon pada tahun 2013. Di tahun 2011 dia menjual saham Groupon senilai US$ 10 juta tepat sebelum perusahaan ini melantai di bursa saham.

Setahun kemudian, CNBC justru menyebut Mason sebagai “CEO Terburuk Tahun Ini.” Hal itu disebabkan karena buruknya kepemimpinan Mason terhadap perusahaan teknologi senilai US$ 3 miliar pada saat itu.

Setelah Groupon gagal dalam mencapai target penjualan, dia pun resmi dipecat.

5. Travis Kalanick

technopreneur
Travis Kalanick. (Wikimedia/ Creative Common License)

Tahu siapa dia? Dia adalah pendiri Uber yang dipecat oleh perusahaannya pada tahun 2017 karena rangkaian skandal yang berujung pada kampanye #deleteuber. Alhasil jutaan orang pun meng-uninstall aplikasi ini.

Sejatinya, technopreneur ini bukan cuma sukses. Dia juga patut diapresiasi karena keputusan nekatnya dalam mendirikan startup ini.

Selama empat tahun dia hidup tanpa gaji karena merintis sebuah startup. Tapi sayangnya, pria yang kerap disebut sombong ini memang terkenal dengan sikapnya yang kontroversial, terutama terkait penerapan budaya perusahaan yang buruk.

Setelah resign dan menjual saham Uber, Kalanick mendirikan sebuah perusahaan permodalan ventura bernama 10100 (Ten One Hundred). Mereka pun berinvestasi di startup bernama Cloud Kitchen.

Itulah lima technopreneur sukses yang pernah didepak dari perusahaannya sendiri. Ternyata, gak cuma Steve Jobs doang kan yang pernah dipecat dari perusahaan yang dia dirikan, mereka pun pernah.

Akan tetapi alasan pemecatannya cukup beragam. Nasibnya pun berbeda-beda, ada yang kembali ditarik untuk memimpin perusahaan itu, ada yang mendirikan perusahaan yang benar-benar baru. (Editor: Ruben Setiawan)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.