Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Telkomsel Pastikan Jaringan Aman

2 menit
telkomsel
Telkomsel (Instagram/@telkomsel)

Telkomsel terus bergerak membuka akses komunikasi dengan menggelar infrastruktur jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia. 

Penyelesaian jaringan tidak hanya berpusat di pulau Jawa dan kota-kota besar, melainkan menjangkau ke seluruh pulau di Indonesia, termasuk pulau Kalimantan khususnya jika Provinsi Kalimantan Timur yang akan dijadikan pemerintah Indonesia sebagai lokasi baru Ibu Kota RI.

Telkomsel di Pulau Kalimantan hingga saat ini telah menggelar lebih dari 17.800 unit Base Transceiver Station (BTS), di mana sekitar 11.700 di antaranya merupakan BTS broadband yang berhasil menjangkau lebih dari 90% populasi Pulau Kalimantan. 

Telkomsel juga telah siap melayani kebutuhan pelanggan dengan adanya 62 GraPARI yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan.

4,9G Massive MIMO

Bahkan, Telkomsel juga telah menerapkan teknologi broadband terbaru, yaitu 4,9G Massive MIMO melalui 4 unit BTS nya yang tersebar di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Tarakan (Kalimantan Utara). 

Teknologi 4,9G Massive Mimo akan memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar dan memberikan kualitas layanan yang lebih baik.

Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini mengatakan, pihaknya siap mengawal pemerintah menjadikan Pulau Kalimantan sebagai lokasi Ibu Kota baru Indonesia di manapun. 

“Berbekal infrastruktur jaringan terdepan yang tersebar di seluruh pulau, Telkomsel akan terus melanjutkan pembangunan teknologi digital di Kalimantan sehingga siap mengadopsi ekosistem teknologi digital yang lengkap dan berkelanjutan,” kata Emma.

“Segala upaya yang kami lakukan ini untuk senantiasa menjaga kedaulatan bangsa Indonesia agar dapat terus mengakselerasi pembangunan negeri,” sambungnya.

Jika Ibu Kota nantinya ditetapkan di Provinsi Kalimantan Timur, Telkomsel juga telah siap mengawal provinsi ini sebagai Ibu Kota NKRI dengan layanan telekomunikasi yang berkualitas.

Didukung sejumlah 5.500 unit BTS di mana sekitar 3.800 unit merupakan BTS broadband, serta pusat pelayanan pelanggan GraPARI di 18 titik.

Baca juga: Jakarta Kian Padat dan Berpolusi Mantapkan Pemerintah Pindahkan Ibu Kota!

Infrastruktur Jaringan Siap

telkomsel
Telkomsel (Instagram/@telkomsel)

Kesiapan infrastruktur jaringan tak hanya membuka akses komunikasi dan mengakselerasi terbentuknya ekosistem gaya hidup digital penduduk di Kalimantan Timur.

Namun, Telkomsel juga siap mendukung penopang Ibu Kota dari 56 kota dan kabupaten lainnya di seluruh Provinsi Kalimantan dengan infrastruktur jaringan dan layanan.

Selain di Provinsi Kalimantan Timur, Telkomsel telah menggelar infrastruktur jaringan di Provinsi Kalimantan Utara sekitar 1.400 unit di mana sekitar 1.000 unit merupakan BTS broadband

Di Provinsi Kalimantan Selatan, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit di mana sekitar 2.500 unit merupakan BTS broadband.

Di Provinsi Kalimantan Tengah, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.300 unit di mana sekitar 2.000 unit merupakan BTS broadband.

Sedangkan untuk provinsi Kalimantan Barat, Telkomsel telah menggelar BTS sekitar 3.800 unit di mana sekitar 2.400 unit merupakan BTS broadband.

BTS Broadband

Jaringan telekomunikasi Telkomsel juga telah hadir di daerah perbatasan Pulau Kalimantan yaitu di Pulau Sebatik dan Nunukan. 

Di Nunukan, Telkomsel telah menggelar 187 unit BTS, di mana 127 unit di antaranya BTS broadband. Sedangkan di Pulau Sebatik, Telkomsel telah menggelar 78 unit BTS, di mana 59 unit di antaranya adalah BTS broadband.

”Ibu Kota negara merupakan salah satu simbol negara yang terpenting. Dengan kepindahan Ibu Kota Indonesia ke Pulau Kalimantan yang mana secara geografis juga merupakan daerah perbatasan NKRI,” jelas Emma.

Lebih lanjut, Emma memaparkan, sebagai operator seluler Telkomsel akan turut bergerak maju bersama pemerintah.

Untuk mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI dengan menghadirkan layanan telekomunikasi di daerah perbatasan Kalimantan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk senantiasa akselerasikan negeri,” tandasnya. (Editor: Chaerunnisa)

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.