Banner ImageBanner Image

Waspada! Terlilit Banyak Utang Picu Penyakit-Penyakit Berbahaya Ini

3 menit
Terlilit utang bisa timbulkan berbagai penyakit. (Shutterstock)
Terlilit utang bisa timbulkan berbagai penyakit. (Shutterstock)

Punya utang itu jangan banyak-banyak. Kalau gak bisa bayar, bakal repot nantinya. Emangnya mau jalani hidup terlilit utang? Pastinya gak mau kan?

Apalagi kalau ngebayangin, gimana gak enaknya konsekuensi dari punya banyak utang, mulai dari beratnya bayar tagihan, kesulitan bayar cicilan, hingga pembayaran cicilan yang bisa aja macet alias menunggak.

Itu baru permulaannya aja lho. Kalau terus berlanjut, kamu bisa kena beberapa penyakit. Penasaran apa aja penyakit-penyakit yang bisa muncul gara-gara terlilit utang? Yuk dicek daftarnya berikut ini.

1. Sakit kepala

Terlilit utang bisa timbulkan sakita kepala. (Shutterstock)
Terlilit utang bisa timbulkan sakita kepala. (Shutterstock)

Orang yang punya banyak utang selalu mengeluh kepalanya sering pusing. Wajar aja kalau itu terjadi. Soalnya tiap waktu sering memikirkan utang yang belum lunas-lunas.

Banyak alasan kenapa orang bisa sakit kepala. Salah satu penyebabnya adalah stres yang dialami. Stres ini muncul karena seseorang berada dalam situasi tertekan yang bikin syaraf-syaraf di sekitar kepalanya menegang.

Begitu juga dengan orang-orang yang mengambil banyak pinjaman. Selama periode pembayaran cicilan, selama itu pula mereka berada dalam situasi tertekan. Gak heran, tekanan yang sedemikian kerasnya bikin kepala mereka jadi sakit.

Kalau hal ini dibiarkan terus, bisa-bisa malah memicu munculnya penyakit baru yang lebih berbahaya lagi.

2. Depresi

Terlilit utang bisa timbulkan depresi. (Shutterstock)
Terlilit utang bisa timbulkan depresi. (Shutterstock)

Selain sakit kepala, membiarkan utang membengkak dan gak lunas-lunas bisa bikin kamu depresi. Stres yang berlanjut menjadi pemicu terjadinya gangguan berpikir ini.

Orang yang tampak depresi bisa terlihat dari wajahnya yang sering murung, tatapannya kosong, enggan beraktivitas, hingga sulit tertawa sekalipun disuguhkan hiburan yang lucu.

Parahnya, depresi bisa mengakibatkan turunnya produktivitas, gangguan jantung, kerusakan otak, hingga memicu terjadinya bunuh diri. Seperti kasus bunuh diri karena utang online yang belum lama ini terjadi.

Dikutip dari CNN Indonesia, wanita berinisial L berupaya bunuh diri karena gagal melunasi tagihan pinjaman yang didapatnya dari aplikasi online. Ia menenggak minyak tanah buat mengakhiri hidupnya. Untungnya, nyawanya terselamatkan.

Usut punya usut, ternyata utang yang ditanggungnya bikin dirinya tertekan hingga depresi. Gak sanggup menghadapinya, bunuh diri pun dipilih sebagai jalan keluar.

3. Hipertensi

Terlilit utang bisa timbulkan hipertensi. (Shutterstock)
Terlilit utang bisa timbulkan hipertensi. (Shutterstock)

Bukan cuma makan yang asin-asin atau kebanyakan makan garam yang bikin tekanan darah meninggi. Kebanyakan utang pun juga bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Sama seperti sakit kepala dan depresi, terjadinya hipertensi ini berawal dari stres. Adanya stres mendorong pelepasan hormon-hormon stres di tubuh seperti kortisol, adrenalin, hingga norepinefrin yang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan menyempitkan pembuluh darah.

Akibatnya, tentu aja tekanan darah meningkat. Tingginya tekanan darah menjadi pertanda dari tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sejumlah penyakit siap mengintai kalau hipertensi gak segera ditangani. Beberapa penyakit seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, hingga kebutaan.

4. Stroke

Terlilit utang bisa timbulkan stroke. (Shutterstock)
Terlilit utang bisa timbulkan stroke. (Shutterstock)

Seperti yang udah disebutkan sebelumnya, hipertensi adalah satu penyebab dari terjadinya stroke. Orang yang terus-terusan hipertensi gara-gara stres memikirkan utang lama-lama bisa terkena stroke.

Kebayang kan gimana orang-orang yang kena stroke? Beberapa bagian tubuhnya gak bisa digerakkan alias lumpuh.

Stroke sendiri adalah gangguan yang terjadi pada tubuh karena pasokan darah ke otak yang berkurang. Akibatnya, bisa terjadi penyumbatan hingga pecahnya pembuluh darah.

Area otak yang gak dialiri darah bisa-bisa rusak hingga mati. Dari sinilah kenapa beberapa bagian tubuh gak bergerak alias lumpuh.

Ini lho tipsnya mengelola utang yang benar

Pada hakikatnya, punya utang itu gak bikin keuangan selamanya buruk. Malahan, dalam situasi tertentu, utang itu perlu adanya. Misalnya aja kamu pengin beli rumah, tapi dana yang tersedia gak banyak. Ambil KPR bisa jadi solusi yang bisa kamu pilih.

Nah, agar utang jangan sampai menjerat kamu, ikuti tips-tips berikut ini.

  • Takar seberapa banyak utang yang perlu kamu tanggung. Caranya, batasi pembayaran cicilan gak lebih dari 30 persen penghasilan bulanan. Patuh terhadap aturan ini bikin kamu gak terbebani utang.
  • Begitu gajian, pembayaran tagihan adalah hal yang wajib jadi prioritas dalam alokasi pengeluaran bulananmu. Begitu terima gaji, segera lakukan penyetoran cicilan utang. Kalau perlu, gunakan fitur autodebet.
  • Berhemat atau mendapatkan penghasilan tambahan menjadi solusi percepat lunasnya utang. Menjalankan kedua opsi di atas tentu lebih baik.
  • Kalau punya kartu kredit, ada baiknya setop penggunaannya buat sementara waktu. Hal ini dilakukan supaya kamu gak kebablasan pakai kartu kredit karena adanya promo-promo yang ditawarkan.

Itu tadi daftar penyakit yang dialami orang-orang yang berutang. Dengan jalankan tips-tips yang disampaikan barusan, dijamin kamu bisa terhindar dari belitan utang. Semoga bermanfaat!

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong