Ternyata Beli Barang Harga Murah Gak Selalu Menguntungkan, Kok Bisa

3 menit
beli barang harga murah

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com.

Siapa sih yang gak tergiur dengan iming-iming beli barang harga murah.. Pasti banyak yang akan bersyukur karena bisa menghemat pengeluaran. Apalagi kalau barang itu adalah incarannya.

Gak usah jauh-jauh, lihat deh ibu-ibu di pasar. Demi buncis seikat, mereka rela menghabiskan waktu sampai 5 menit buat menawar biar harganya turun 500 perak.

Begitu penjual menyerah, senyum tersungging di bibir para ibu. “Bisa ngirit,” begitu pikirnya.

Dalam kasus di pasar ini, mungkin memang penawaran itu akhirnya mendatangkan keuntungan finansial. Tapi hal ini gak mungkin berlaku secara universal alias gak semuanya bisa menguntungkan.

Artinya, beli barang harga murah bisa malah bikin rugi. Loh kok bisa?

Semua tentu setuju, mahal-murahnya suatu barang itu bergantung pada pribadi masing-masing. Relatif kalau kata orang-orang. Bisa saja buncis seikat seharga Rp 2.000 mahal buat Bu Agus, tapi murah buat Bu Budi.

beli barang harga murah
Emang palling asyik nih belanja sayur di pasar tradisional, ibu-ibu bisa uji kemampuan nawarnya (Pasar Tradisional / WordPress)

Ya ini karena pandangan itu dipengaruhi kondisi tiap-tiap individu. Misalnya, Bu Budi mendapati harga buncis kebanyakan Rp 2.500. Maka, harga Rp 2.000 itu dianggap murah.

Sedangkan Bu Agus merasa kemarin beli buncis seharga Rp 1.500. Begitu kini harganya Rp 2.000, dia pun protes kemahalan.

Nah, kalau kayak begitu, berarti beli barang harga murah malah bisa bikin rugi buat sebagian orang. Bu Budi tentunya bakal lebih untung jika tahu bahwa harga buncis bisa ditawar sampai Rp 1.500, meski dia menganggap harga Rp 2.000 itu sudah murah.

Simak nih beberapa faktor yang bisa membuat beli barang harga murah malah bikin rugi alias gak menguntungkan.

1. Harga naik sebelum diskon

Di sejumlah pusat belanja, strategi harga dinaikkan sebelum didiskon acap ditemui. Jatuhnya sih harga tetap sama, kalaupun lebih murah hanya sedikit. Bahkan malah tipis di atas harga normal. Ini gawat.

Makanya, kita perlu bandingkan produk yang sama di tempat lain dulu. Syukur-syukur kita hafal harga produk itu sebelum dinaikkan sebelumnya, jadi tahu benar atau gak itu harga beneran diskon.

beli barang harga murah
Hati-hati sama diskonan ya,, jangan langsung tergiur dan khilaf (Diskon / Medansatu)

2. Harus beli banyak

Ada produk yang harganya jadi murah kalau dibeli dalam jumlah banyak. Misalnya beli 3 gratis 1. Emang sih, harga jadi lebih murah. Tapi harus dilihat dulu barangnya.

Kalau beli banyak sekaligus, bakal kepakai gak tuh semuanya. Jangan-jangan barang keburu kedaluwarsa sebelum sempat dipakai. Malah tekor kan!

3. Kualitas murahan

Harga murah gak selalu berarti kualitas barang itu murahan. Masalahnya, kadang kita gak peduli kualitas. Yang penting harganya murah.

Akhirnya, belum lama dipakai, barang sudah rusak. Malah harus beli lagi yang baru, rogoh kocek lagi. Makanya, jangan hanya fokus pada harga. Perhatikan juga kualitasnya dong!

4. Borong diskonan

Betul, barang yang didiskon harganya lebih murah. Tapi kalau borong barang diskonan sekalian, bisa-bisa ada barang yang sebenarnya gak dibutuhkan tapi dibeli juga.

Ingat, prioritaskan pos pengeluaran pada kebutuhan. Bukan keinginan. Yang jadi soal, kita suka lapar mata kalau melihat diskon. Yang sebenarnya keinginan pun dipaksain jadi kebutuhan. Begitu duit keluar, baru sadar pengeluaran itu sia-sia.

beli barang harga murah
Duh sis udah nenteng tas belanjaan banyak kok masih irik-lirik hehehe (Belanja / Carapedia)

Poin-poin di atas sering menjadi faktor yang membuat beli barang harga murah malah bikin rugi. Ini belum termasuk satu hal di luar belanja namun terkait dengan pengeluaran juga, yakni ongkos.

Hitung juga ongkos ke tempat belanja itu. Misalnya naik taksi atau kendaraan pribadi. Ongkos ini mestinya masuk komponen pengeluaran, jadi bisa lebih hati-hati deh dalam mengatur pengeluaran.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Eksis Jadi Member Sana-sini Emangnya Lebih Hemat]

[Baca: Beli Barang Lelang Pegadaian Bisa Menghemat Loh Simak Caranya Nih]

[Baca: Kenapa Uang Selalu Habis Padahal Udah Dihemat-hemat]

Tifanny
Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan