8 Kesalahan Sepele yang Bisa Membuat Tes Wawancara Kerjamu Gagal

4 menit
Sikap dan tutur katamu dalam tes wawancara kerja bisa menentukan nasibmu (Shutterstock).

Tes wawancara kerja merupakan cara perusahaan untuk mengenal lebih dekat dengan kandidat pegawainya. Dari situ, mereka bisa mengetahui apakah kandidat tersebut cocok atau tidak dengan posisi yang dilamar.

Banyak indikator-indikator yang bisa menentukan nasibmu di dalam tes. Selain prestasi dan kinerja di kantor sebelumnya, rekam jejak akademik yang mengagumkan, penampilan dan sikap juga menentukan.

Tapi jika track recordmu gak mumpuni, otomatis saja kamu pasti gagal. Kegagalan juga bukan karena itu saja, gak jarang kegagalan disebabkan oleh hal-hal sepele yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya.

Berikut ini adalah hal-hal sepele yang justru bikin tes wawancara kerja yang kamu jalani gagal dan bikin kamu gak diterima, dikutip dari theladders.com. Rangkumannya ini juga didasari dari wawancara dengan 12 CEO di Amerika Serikat.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Singapura, Jangan Lupa Kunjungi Pusat Belanja Murah Ini Ya!

1. Salah sebut nama pewawancara

Jangan sampai salah sebut nama pewawancara (Shutterstock).

Sebelum wawancara kerja dimulai pastilah kamu berjabat tangan dengan si pewawancara. Pihak pewawancara pun juga akan memperkenalkan diri serta jabatannya di perusahaan tersebut. Nah sepanjang proses wawancara berlangsung terkadang akan diselingi dengan bincang-bincang santai atau sesi tanya jawab.

Nah dalam sesi ini, pastikan kamu jangan sampai salah menyebut nama pewawancara, atau lebih baik untuk tidak menyebutkan nama sama sekali. Ternyata bagi beberapa CEO, hal ini sangat fatal dan siap-siap saja kamu dapat penilaian yang buruk.

2. Mengungkapkan perilaku tidak profesional

Strategi jawab pertanyaan soal gaji di interview kerja. (Shutterstock)
Strategi jawab pertanyaan soal gaji di interview kerja. (Shutterstock)

Menceritakan hal-hal yang gak profesional sama sekali kepada si pewawancara adalah kesalahan yang besar.

Contohnya adalah kamu pernah bertengkar dengan atasan terdahulu, atau kamu pernah tidak mengerjakan tugas yang mereka berikan. Semua itu adalah hal yang sama sekali gak nunjukin kalau kamu profesional. Kalau tidak ditanya, sebisa mungkin hal seperti ini tidak perlu diceritakan.

Kalau kamu cerita tentang perilaku gak profesional kamu, otomatis si pewawancara bakal mikir-mikir lagi buat menerima. Mana mau sih perusahaan mempekerjakan kandidat seperti itu.

Baca juga: Buka 24 Jam Tanpa Henti, Big Bad Wolf 2019 Targetkan 1 Juta Pengunjung

3. Tidak melakukan kontak mata

Lakukan kontak mata saat interview kerja
Lakukan kontak mata saat interview kerja

Wajar saja sih kalau tes wawancara kerja bikin kamu gugup, saking gugupnya bahkan sampai takut tatapan langsung sama pewawancara. Alhasil kamu cuma bisa melihat ke atas, melihat ke tangan sendiri, yang justru hal ini dinilai aneh oleh si pewawancara.

Jadi cobalah kamu memberanikan diri menatap mereka tanpa rasa takut tentunya. Tapi gak cuma itu saja, kamu juga memerlukan ketenangan diri agar bisa menjawab pertanyaan dengan lancar. Ngapain gugup, kalau gak diterima juga kamu gak bakal ketemu sama mereka lagi kok, tapi kalau di terima ya syukur.

4. Tidak serius dalam wawancara

interview kerja untuk lulusan smk
Kenalan gak perlu panjang-panjang tapi tepat bikin penasaran (nypost)

Gak sedikit juga nih para pencari kerja yang menganggap wawancara kerja sebagai iseng-isengan belaka, bahkan sampai bertingkah tidak profesional. Misalnya berpakaian acak-acakan atau bahkan berpakaian non formal.

Kalau kamu salah satunya, kamu sudah dicap gak profesional dan otomatis ditolak. Kalau hanya sebatas iseng lebih baik tidak usah datang. Pastikan dulu kamu menghadiri panggilan-panggilan wawancara perusahaan yang benar-benar kamu inginkan.

Baca juga: Lakukan Hal Ini Jika Ingin Menjadi Kaya Raya Saat Tua Nanti

5. Main ponsel

Jangan main ponsel saat interview kerja (Shutterstock).
Jangan main ponsel saat interview kerja (Shutterstock).

Duh ini lagi, udah pasti kamu bakal ditolak deh. Ketika masuk ke ruang wawancara, usahakan kamu sudah tidak lagi memegang ponsel. Bahkan ketika pewawancara sedang izin untuk keluar ruangan sebentar.

Kebanyakan yang terjadi seperti itu, misalnya pewawancara izin ke toilet, lantas kamu langsung mengeluarkan ponsel untuk sekedar membuka media sosial atau pesan instan.

Usahakan jangan memegang ponsel sama sekali ketika kamu masih berada dalam proses wawancara.

6. Alasan kerja hanya karena uang

Kerja karena uang (Shutterstock).
Kerja karena uang (Shutterstock).

Seorang pewawancara pasti menanyakan alasan utama kenapa seorang kandidat menginginkan untuk bergabung. Kalau misalnya jawabannya karena soal gaji atau uang, kemungkinan besar hal itu bisa menjadi nilai minus buat kamu.

Pewawancara ingin mendapatkan jawaban yang konkret dan mampu memberikan kesan mendalam bagi mereka. Pewawancara juga berharap jawaban yang kamu berikan bisa memotivasi mereka. Jadi jangan cuma jawab karena uang saja ya, karena kalau soal itu sih semua orang juga jawabannya pasti itu.

7. Menyebarkan hal-hal negatif

Jangan sebarkan hal negatif
Jangan sebarkan hal negatif

Misalnya ketika ditanya tentang kantor lamamu atau kampus tempat kamu kuliah. Jangan ceritakan hal-hal yang negatif, karena sesungguhnya mereka tidak benar-benar membutuhkan cerita itu.

Bagaimana jika kantor lamamu ternyata juga bermitra dengan perusahaan tempat kamu wawancara. Jadi cobalah untuk selalu mengutamakan hal-hal positif, karena kamu gak pernah tahu siapa teman, kolega, rekan kerja, atau bahkan mitra si pewawancara maupun perusahaannya.

8. Tidak menanyakan soal tanggung jawab posisi

Interview kerja
Interview kerja

Tugas dan tanggung jawab posisi yang kamu lamar mungkin sudah tertera di lowongan pekerjaan. Jadi kemungkinan untuk bertanya tentang tugas-tugas saat wawancara kerja sangat jarang dilakukan.

Tapi ternyata, pewawancara sangat senang bila ada kandidat yang mau mengetahui lebih jauh tentang tugas dan tanggung jawab mereka jika diterima. Artinya kamu telah menunjukkan keseriusanmu untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Nah itu tadi delapan kesalahan sepele yang sering dilakukan dalam tes wawancara kerja. Jika kamu dapat panggilan, cobalah untuk menghindari hal-hal di atas, supaya kesempatanmu diterima semakin besar! (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.