Tidak Hanya Pantai yang Indah, Banten Miliki Segudang Destinasi Wisata Lainnya

5 menit
Tebing Koja, Cisoka, Banten (Instagram).

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Tim Tourism Crisis Center (TCC), memberikan informasi alternatif destinasi wisata di kawasan Banten. Bagi wisatawan yang ingin berlibur selain ke pantai, menurut Kadispar Prov Banten, Eneng Nurcahyati banyak objek wisata lain yang menarik di kawasan tersebut.

“Banten memiliki berbagai destinasi lain selain pantai yang bisa dijadikan alternatif berwisata di penghujung tahun. Di sana terdapat wisata alam, budaya, hingga buatan. Beberapa di antaranya terletak di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan di beberapa daerah lainnya,” ujar Kadispar Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati.

Jadi, buat kamu yang memang ingin liburan ke Banten, gak usah takut atau merasa khawatir. Banten gak cuma punya keindahan alam seperti pantai saja kok. Kamu bisa bergeser ke wilayah lain yang gak kalah menarik.

Ini rangkuman beberapa spot pariwisata di kawasan Banten dan sekitarnya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Highlighter Murah Buat Kamu yang Pengin Tampil Natural

Wisata Alam

Telaga Biru Cisoka, Banten (Instagram).

Provinsi yang berdiri pada tahun 2000 itu memiliki segudang wisata alam, seperti Pemandian Air Panas Alam Batoe Koewoeng di Serang dan Telaga Biru Cisoka yang berada di Kabupaten Tangerang.

Tempat wisata dengan nama Telaga Biru Cisoka ini sukses menjadi wisata pilihan para anak muda yang ingin menikmati wisata alam dengan pemandangan indah dan romantis. Terdapat tiga telaga dengan warna biru dan kedalaman berbeda mulai 5 hingga 20 meter.

Sedangkan Pemandian Air Panas Alam Batoe Koewoeng merupakan air panas yang muncul dari perut bumi dan memiliki khasiat menyembuhkan penyakit rematik, pegal linu, sering kesemutan dan beberapa penyakit lainnya.

Pada umumnya, air panas alami mengandung belerang, namun air panas di pemandian ini mengandung iodium sehingga tidak berbau. Terdapat dua pilihan untuk berendam, yaitu di kolam terbuka bersama-sama pengunjung lain dan kedua dalam ruangan tersendiri.

Wisata Religi

Masjid Agung Banten (Instagram).

Berwisata ke Banten tak lengkap bila tidak berwisata religi, salah satunya ke Masjid Agung Banten yang berada di kawasan Kesultanan Banten. Masjid ini merupakan bangunan sejarah yang sudah berdiri sejak 1569.

Bangunan Masjid ini memiliki gaya arsitektur Hindu, Cina, Jawa, dan Eropa. Bukan hanya Masjid saja yang dapat ditemui di lokasi ini, melainkan juga peninggalan dari kerajaan Islam yang pernah ada di Banten, lengkap dengan makam orang-orang yang berjasa dalam pengembangan agama Islam di banten.

Selain ramai dikunjungi peziarah dan umat Islam, Masjid Agung Banten setiap harinya juga ramai dikunjungi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Islam.

Banten ternyata juga memiliki air terjun yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Air Terjun Cihear yang ada di Gunung Leutik yang masuk dalam Kawasan Gunung Halimun Salak.

Letaknya berada diantara Desa Cigobang dan desa Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong kabupaten Lebak. Air Terjun Cihear merupakan objek wisata yang sangat menarik dan indah, dengan aliran air yang sangat deras mencapai ketinggian 25 meter, dengan lebar sekitar 6 meter.

Vihara Avalokitesvara

Melansir laman Indonesia Kaya, Inilah vihara tertua di Provinsi Banten, konon vihara ini sudah dibangun sejak abad 16. Pembangunan vihara ini juga tidak bisa dilepaskan dari Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Indonesia. Inilah Vihara Avalokitesvara yang terletak 15 km arah utara dari Kota Serang, Banten.

Versi lain menyebutkan, vihara ini dibangun pada tahun 1652. Yaitu pada masa emas kerajaan Banten saat dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Gerbang dengan atap berhiaskan dua naga memperebutkan mustika sang penerang (matahari) menyambut pengunjung di pintu masuk sebelum pengunjung masuk lebih ke dalam vihara yang memiliki nama lain kelentang Tri Darma ini.

Kelenteng yang pernah terbakar pada tahun 2009 ini juga memiliki ukiran yang menceritakan bagaimana kejayaan Banten Lama saat masih menjadi kota pelabuhan yang ramai. Terletak di samping vihara, ukiran ini juga menceritakan bagaimana vihara ini digunakan sebagai tempat berlindung saat terjadi tsunami beserta letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Walaupun pernah mengalami musibah, bentuk dan isi yang ada di dalam vihara masih dijaga keasliannya oleh pihak pengelola. Bahkan bangunan vihara ini masih terlihat kokoh layaknya bangunan baru dengan warna merahnya yang khas.

Baca juga: Gak Ingin Bokek Saat Pergi Liburan Sekolah, Ikuti Cara Jitu Ini

Wisata Sejarah

Benteng Speelwijk (Instagram).

Benteng Speelwijk menurut laman Kemendikbud, terletak di kampung Pamarican sekitar 600 meter ke arah Barat Laut Keraton Surosowan, Situs Banten Lama. Benteng ini berdenah persegi panjang tidak simetris dan setiap sudutnya terdapat bastion. Benteng Speelwijk didirikan pada tahun 1682, mengalami perluasan pada tahun 1685 dan 1731.

Benteng ini dirancang oleh Hendrick Lucaszoon Cardeel, adapun namanya diambil dari nama gubernur VOC, Cornelis Jansz Speelman. Benteng ini seakan menjadi simbol kekuasaan kolonial Belanda yang dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Abu Nasr Abdul Kahhar, yang juga dikenal sebagai Sultan Haji. Sultan Haji adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa yang mudah dibujuk Belanda, sangat berbeda dengan sang ayah yang sangat tegas dalam urusan politik.

Keadaan bangunan saat ini tidak utuh lagi, tapi beberapa sudut benteng ini meninggalkan bentuk bangunan yang masih bisa dinikmati dan diketahui fungsinya. Benteng ini diduga mempunyai dua fungsi, yakni sebagai pertahanan dan pemukiman.

 

Selanjutnya pada masa penguasa Banten berikutnya bangunan keraton ini ditingkatkan bahkan konon juga melibatkan ahli bangunan asal Belanda, yaitu Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang memeluk Islam yang bergelar Pangeran Wiraguna. Dinding pembatas setinggi 2 meter mengitari area keraton sekitar kurang lebih 3 hektare.

Surosowan mirip sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng yang berbentuk intan) di empat sudut bangunannya. Sehingga pada masa jayanya Banten juga disebut dengan Kota Intan.

Saat ini bangunan di dalam dinding keraton tak ada lagi yang utuh. Hanya menyisakan runtuhan dinding dan pondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan.

 

Wisata Budaya

Desa Kanekes (Instagram).

Desa Kanekes atau yang sering dikenal dengan kawasan Baduy juga menjadi daya tarik wisata sendiri saat ini. Perlu perjuangan ekstra untuk sampai ke desa ini. Tapi pengalaman yang kamu dapat gak bakalan sia-sia kok.

Disini kamu akan belajar bagaimana hidup sederhana, berserah pada alam dan jauh dari kata modern. Mengajarkan kamu bahwa hidup gak melulu soal materi tetapi selalu mengingat Yang Maha Kuasa.

Urang Kanekes, Orang Kanekes atau Orang Baduy/Badui merupakan kelompok masyarakat adat suku Banten di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Populasi mereka sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Baduy Dalam.

BMKG Keluarkan Informasi Gelombang Tinggi

Sebelumnya, BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi tanggal 22 hingga 29 Desember 2018 di sejumlah wilayah pantai Indonesia. Para masyarakat dan wisatawan diharap tidak abai himbauan dari pemerintah.

“Himbauan dari BMKG, masyarakat atau wisatawan agar menjauh 1 kilometer dari pantai. Untuk itu baiknya sementara memilih liburan selain ke pantai, dan upayakan untuk selalu update info cuaca melalui akun media sosial atau mobile aplikasi Info BMKG,” ujar Guntur Sakti, Ketua Tim TCC Kemenpar. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan