Sudah Lama Merdeka dari Indonesia, Biaya Hidup di Timor Leste Masih Mahal Gak Ya?

4 menit
Kota Dili, Timor Leste (Shutterstock).

Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia, tetapi dulu. Sebelum berstatus sebagai negara, wilayah yang dikenal sebagai Timor Lorosa’e ini menyandang posisi sebagai salah satu provinsi di Indonesia. Saat itu Timor Leste dikenal dengan nama Provinsi Timor Timur.

Lepasnya Timor Timur dari Indonesia terjadi saat Pemerintah Indonesia mengadakan referendum pada 30 Agustus 1999. Diadakannya referendum ini bertujuan buat mengetahui keinginan rakyat Timor Timur, apakah mau jadi bagian Indonesia atau bentuk negara sendiri.

Hasilnya, masyarakat Timor Timur memilih merdeka, lepas dari Indonesia. Sejak saat itu Timor Timur berdaulat sebagai sebuah negara dengan nama Republik Demokratik Timor Leste.

Pastinya yang namanya negara baru, situasi ekonominya gak bagus-bagus amat ketika baru berjalan. Itulah yang dihadapi Timor Leste selama masa-masa belianya.

Makanya jangan heran kalau harga-harga di Timor Leste itu rata-rata mahal banget. Apalagi saat itu negara baru ini belum memiliki mata uangnya sendiri.

Gantinya, negara ini mengadopsi dolar Amerika Serikat jadi mata uang resminya. Alhasil, daya beli masyarakatnya langsung merosot karena banyak orang yang gak mampu belanja kebutuhannya. Timor Leste sampai-sampai harus bergantung pada bantuan internasional.

Kini udah lebih dari 15 tahun merdeka dari Indonesia, apakah biaya hidup di Timor Leste masih mahal banget kayak dulu? Bersumber dari Numbeo, inilah rincian biaya hidup di Timor Leste.

Baca juga: 5 Shio yang Paling Mujur di Tahun 2019 Ini, Kamu Salah Satunya?

1. Biaya buat belanja kebutuhan bulanan di Timor Leste

Suatu pasar di Dili, Timor Leste (Shutterstock).

Walaupun gak mahal-mahal amat, tetap aja harga-harga beberapa kebutuhan pokok di Timor Leste masih mahal dibandingkan dengan di Indonesia. Emang gak semuanya sih. Soalnya beberapa di antaranya masih ada yang murah.

Sebagai contoh aja nih, harga beras di sana mencapai US$ 1,58 atau Rp 22 ribuan per kilogram. Lebih mahal ketimbang harga beras di Indonesia yang mencapai Rp 12 ribuan per kilogram.

Begitu juga dengan harga daging ayam dan telur. Di sana daging ayam dijual dengan harga US$ 5,50 atau Rp 77 ribuan. Sementara telur per kilogramnya dijual pada harga US$ 2,5 atau Rp 35 ribuan.

2. Tarif sewa apartemen per bulannya

Biaya sewa apartemen di Jerman, mahalkah? (Shutterstock)
Biaya sewa apartemen di Timor Leste, mahalkah? (Shutterstock)

Kalau mau menetap di Timor Leste, cari tahu dulu deh berapa tarif sewa hunian di sana. Pasalnya, tarif sewa apartemen di sana tergolong mahal banget dibandingkan dengan Indonesia.

Di pusat kota aja tarif sewa apartemen satu kamar per bulannya mencapai US$ 766 atau Rp 10 jutaan. Sementara di Indonesia cukup modal Rp 3 jutaan per bulan, kamu udah bisa tinggal di apartemen satu kamar di pusat kota.

Anehnya, tarif apartemen satu kamar di pinggiran kota lebih mahal ketimbang di pusat kota. Tarif per bulannya mencapai US$ 791 atau Rp 11 jutaan.

Kalau pengin sewa apartemen tiga kamar di pusat kota, tarif yang dikenakan sekitar US$ 2.916 atau Rp 41 jutaan. Di luar kota tarif per bulannya mencapai US$ 2.000 atau Rp 28 jutaan.

Baca juga: Gaya Traveling Turis Indonesia Ternyata Lebih Suka Meluangkan Waktu untuk Bersantai

3. Segini ongkos transportasi di Timor Leste

Moda transport di Dili, Timor Leste (Shuttertsock).

Di Timor Leste ongkos transportasi umum semisal bus lebih murah dibandingkan Indonesia. Sekali jalan kamu cuma perlu mengeluarkan uang sebesar US$ 0,25 atau Rp 3.500. Di Indonesia rata-rata ongkos yang keluar buat sekali jalan sekitar Rp 4.000.

Anehnya tiket berlangganan di negara yang berbatasan dengan Nusa Tenggara Timur atau NTT ini cukup mahal. Per bulannya biaya yang dikenakan mencapai US$ 60 atau Rp 846 ribuan. Di Indonesia sebulannya cukup mengeluarkan Rp 180 ribuan.

4. Besaran biaya belanja pakaian

Kain tradisional khas Dili yang biasa dijadikan pakaian (Shutterstock).

Harga pakaian di Timor Leste beda-beda tipis dibandingkan dengan di Indonesia. Satu celana jeans merek Levis dihargai US$ 43 atau Rp 611 ribuan di sana. Lebih mahal ketimbang di Indonesia yang harganya mencapai Rp 464 ribuan.

Namun, harga sepatu pantofel berbahan kulit di sana cukup murah lho. Harganya sekitar US$ 50 atau Rp 705 ribuan. Di Indonesia harganya yang berbahan kulit mencapai US$ 62 atau sekitar Rp 885 ribuan.

Baca juga: Pengin Wajah Bersih dan Bebas Kerutan, Ini 7 Make up Remover Murah yang Bisa Kamu Pakai

5. Biaya yang dihabiskan buat makan

Mahal makan di mana, Thailand atau Indonesia? (Shutterstock)
Biaya makan sehari-hari (Shutterstock).

Sulit menemukan makanan murah di Timor Leste. Makan di restoran yang rata-rata murah di sana habiskan biaya sekitar US$ 3 atau Rp 42 ribuan.

Kalau di Indonesia, biaya segitu udah cukup 3 – 4 kali makan tuh. Dengan perkiraan, rata-rata biaya sekali makan itu sekitar Rp 10 ribuan.

Harga air mineral di Timor Leste juga terbilang mahal lho. Air mineral dalam kemasan 330 mililiter dihargai US$ 0,67 atau Rp 9.400. Di Indonesia kamu cukup keluarkan uang Rp 4.000 buat dapat air mineral dalam botol 330 mililiter.

Nah, itu tadi biaya hidup di Timor Leste yang ternyata masih mahal. Namun, apakah biaya yang sedemikian mahal tersebut tercukupi dengan gaji di sana? Asal tahu aja nih, gaji rata-rata di sana masih kalah besar dengan di Indonesia.

Di Timor Leste tuh gaji per bulannya rata-rata US$ 200 atau Rp 2,8 jutaan. Sementara di Indonesia gaji rata-rata per bulannya sekitar Rp 4,9 jutaan. Bisa dibilang masih lebih baik tinggal di Indonesia ketimbang di sana. Gimana menurutmu? (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!