6 Juta Orang Sudah Lapor Pajak, Jalur Online Jadi Primadona

1 menit
Pajak
Shutterstock

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan, hingga Rabu 13 Maret 2019 telah menerima sebanyak 6 juta laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Kementerian Keuangan, Yon Arsal mengatakan, jumlah pelaporan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pelaporan SPT tahun 2017.

“Kemarin malam jumlah yang sudah diterima hampir 6 juta, atau tepatnya 5,97 juta. Meningkat dibanding 2017 yang hanya 5,4 juta, berarti ada pertumbuhan secara agregat sebesar 10,7 persen,” ujarnya di Jakarta.

Yon menyampaikan, pemerintah menargetkan, pada pelaporan SPT kali ini bisa mencapai 18,3 juta wajib pajak. Target tersebut naik dibandingkan pelaporan pada tahun 2017 yang mencapai 17,5 juta wajib pajak.

“Maret ini SPT wajib pajak orang pribadi mungkin akan sampai 9-10 juta bisa dikumpulkan. Lalu baru nanti pada April untuk SPT wajib pajak badan,” ujar Yon.

Pelaporan SPT Online Mendominasi

Dari total 6 juta pelaporan yang masuk, sebesar 92 persen wajib pajak melaporkan SPT mereka melalui e-Filing.

“Sampai hari ini bagus saja, sudah hampir 6 juta, 5,97 juta SPT yang sudah masuk. Sekali lagi e-filing nya sudah tinggi, 92 persen,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama.

Adapun, jangka waktu pelaporan SPT telah ditentukan untuk orang pribadi batas akhirnya hingga 31 Maret, sedangkan pajak badan batas akhirnya hingga 30 April mendatang.

Denda Telat Lapor

Sementara itu, bagi mereka yang telat melaporkan SPT mereka, maka akan mendapatkan sanksi administratif berdasarkan Undang-undang (UU).

Untuk wajib pajak kategori orang pribadi akan dikenakan sanksi dendam sebesar Rp 100.000, sedangkan untuk badan Rp 1 juta.

Akan tetapi, Yon menegaskan, pihaknya masih memfokuskan edukasi terkait pelaporan SPT kepada para pelapor, dengan cara memberikan pemberitahuan kepada mereka melalui surat elektronik (email) terkait tenggat waktu pelaporan SPT akan segera berakhir.

“Karena ketidaktahuan, makanya program edukasi ditonjolkan, makanya kmrn DJP mengirimkan email ke semua,” ujarnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan