Tingkatkan Produktivitas Kerja dengan Manfaatin Waktu Kayak Gini

3 menit
Produktivitas Kerja

Seandainya dalam sehari ada tambahan waktu jadi 30 jam, kira-kira apa yang bakal kamu lakukan? Waktu ekstra 6 jam itu tentunya bakal lebih berfaedah kalau dipakai buat meningkatkan produktivitas kerja.

Seperti kata pepatah, waktu adalah uang. Banyak di antara kita yang pasti berharap punya waktu lebih untuk beragam hal.

Saat terlalu lama lembur, misalnya. Pasti pengin punya waktu lebih buat keluarga. Saat merasa waktu yang tersedia kurang, geregetan rasanya mau beli waktu tambahan.

Sebagai orang yang berada dalam usia produktif, kita mesti semaksimal mungkin manfaatin waktu yang hanya 24 jam sehari. Sayangnya, banyak yang susah manfaatin waktu yang ada.

Buat kamu yang merasa demikian, gini caranya manfaatin waktu untuk meningkatkan produktivitas kerja:

1. Matikan TV

Saat ini hampir tak ada rumah tanpa televisi. Di satu sisi, TV amat dibutuhkan sebagai hiburan dan sarana informasi. Tapi di sisi lain, keberadaan TV juga bisa membuat waktu kita tersita.

Menurut survei pada 2016, rata-rata orang Jakarta nonton TV 2,5 jam sehari. Itu berarti kira-kira 10 persen dari waktu sehari.

Angka ini masih terbilang tinggi, apalagi jika yang ditonton adalah acara-acara gosip atau show yang sepertinya asli padahal rekaan. Coba minimalkan nonton TV. Mungkin produktivitas kerja bakal bertambah.

2. Tidur sewajarnya

produktivitas kerja
Tahukah kamu Jack Dorsey yang ganteng, eh, sukses itu hanya tidur 4-6 jam tiap hari (tandapagar.com)

Orang disarankan tidur 7-8 jam sehari. Namun gak sedikit yang molor lebih lama, bahkan hingga 10 jam. Kebiasaan ini juga bikin kita gak produktif.

Nyatanya, menurut penelitian dari University of California, tidur 6 jam sehari saja udah cukup buat memulihkan kondisi. Bayangkan betapa banyaknya hal produktif yang bisa dilakukan jika gak tidur kelamaan.

3. Pangkas jarak rumah ke kantor

Dengan jarak yang jauh, otomatis waktu banyak terbuang di jalan. Alih-alih membiarkan hal ini terus-terusan terjadi, ada solusi yang bisa memompa produktivitas kerja.

Salah satunya, sewa kos/apartemen/kontrakan di dekat tempat kerja. Namun perlu dihitung ongkosnya ya. Solusi lainnya adalah coba usulkan ke bos untuk kerja dari rumah beberapa hari dalam sepekan, asal kerjaannya mendukung ya.

4. Kurangi main game

produktivitas kerja
Yang suka lupa waktu main game, hayo berubah (valutatutto.it)

Bahkan orang yang bukan gamer sekarang gak lepas dari permainan itu, terutama di ponsel. Beberapa game menguras waktu tanpa kita sadari. Seperti ludo, yang populer belakangan ini.

Batasi main game agar tersedia waktu lebih untuk hal yang lebih produktif. Pada tingkat ekstrem, uninstall segala game dari ponsel sehingga gak ada godaan untuk bermain. Saran ini terutama berlaku buat generasi milenial yang tiada hari tanpa main game di ponsel.

[Baca: Ternyata Ini Nih 5 Kesalahan Kaum Milenial dalam Mengatur Keuangan]

5. Matikan ponsel

Seperti TV, hampir setiap orang sekarang punya ponsel. Sayangnya, banyak pula yang “diperbudak” ponsel. Bahkan waktu bersama orang kesayangan pun sering terbuang gara-gara godaan melototin layar.

Pada saat-saat tertenu, matikan saja ponsel agar waktu gak terbuang sia-sia. Misalnya saat malam hari, agar bisa langsung tidur sehingga waktu tidur cukup dan badan bisa bugar.

6. Log out Facebook

Media sosial bisa menjadi racun berbahaya buat produktivitas kerja. Dari kepoin akun mantan sampai perang komentar, semuanya bisa bikin kacau jadwal produktif.

Satu-satunya cara adalah log out Facebook pada jam-jam tertentu agar lebih produktif. Ketika online, jauhi godaan perang komentar sampai nyebar hoax, hal yang boros waktu dan gak bermanfaat.

produktivitas kerja
Bahkan lagi pacaran aja main Facebook? Kebangetan (theodysseyonline.com)

7. Potong waktu belanja

Aktivitas yang juga gak menghabiskan banyak waktu tanpa disadari adalah belanja. Belanja bisa menjadi sarana rekreasi buat beberapa orang. Karena itulah mereka bisa lupa waktu melihat-lihat satu demi satu barang.

Bikinlah waktu belanja yang lebih efektif dan efisien. Bawa daftar belanja agar fokus. Kalau belanja online, langsung pakai fitur filter untuk cari barang termurah/terlaris dan dekat dengan domisili tanpa perlu scroll ke sana-kemari.

[Baca:8 Cara Hidup Hemat dengan Mengontrol Belanja Impulsif]

8. Belajar percaya

Beberapa orang merasa ingin melakukan semua hal sendiri karena yakin itulah yang terbaik. Namun kebiasaan itu bikin waktumu berkurang.

Coba mulai belajar mempercayai orang lain untuk menjadi wakilmu. Terutama di tempat kerja, percayalah bahwa bawahan atau kolegamu bisa mengerjakan sesuatu yang sempurna di matamu.

9. Sarapan kilat

Makan pagi harus jadi kebiasaan untuk mengisi energi. Namun jangan biarkan ritual itu menghalangi kita untuk lebih produktif.

Sarapan bisa dilakukan sambil jalan, misalnya makan roti. Atau beli nasi uduk dibungkus untuk dimakan di tempat kerja. Apa pun itu, sarapan penting, namun jangan lupa produktivitas kerja juga penting.

Waktu adalah harta yang amat berharga. Bahkan sampai ada fantasi mesin waktu untuk mengulang kejadian yang terlewat.

Karena itu, mulai sekarang, berusahalah manfaatkan waktu semaksimal mungkin. Terutama buat hal yang lebih produktif. Makin baik produktivitas kerja, makin cepat kita bisa mengisi pundi-pundi rekening lho.

[Baca: Motivasi Kerja: Cara Menyiasati Passion agar Bisa Mendatangkan Uang]

 

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.