4 Fakta Tol Langit yang Pembangunannya Menghabiskan Dana Rp 7,6 T!

3 menit
tol langit
4 Fakta Tol Langit yang Pembangunannya Menghabiskan Dana Rp 7,6 T!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan pengoperasian tol langit Palapa Ring. Nama tol langit ini mulai terkenal saat disebutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih KH Ma’ruf Amin di dalam debat beberapa bulan lalu. 

Banyak warganet yang menjadikan ucapan Ma’ruf Amin sebagai candaan dan lelucon di media sosial. Namun apa yang diucapkan oleh Ma’ruf Amin tersebut memang benar-benar ada. 

Ini merupakan sebuah proyek infrastruktur yang berfungsi untuk menyambungkan jaringan internet ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil. Tujuannya tentu saja untuk mewujudkan pemerataan jaringan telekomunikasi dan informasi ke semua wilayah tak terkecuali daerah tertinggal, khususnya untuk peningkatan fasilitas kesehatan, pendidikan, maupun pemerintahan. 

Berikut ini beberapa fakta-fakta mengenai tol langit yang baru diresmikan Presiden Jokowi. 

Baca juga: Hartanya Triliunan, Yuk Telusuri Sumber Uang 7 Orang Terkaya Indonesia saat Ini!

1. Tol langit ini sudah direncanakan sejak tahun 2007 

tol langit
Jokowi meresmikan infrastruktur jaringan internet di Indonesia yang diberi nama Palapa Ring, (Instagram/@baktikominfo).

Proyek tol langit sebenarnya bukanlah proyek baru. Rencananya sudah mulai diwacanakan sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2007 silam. Tapi kemudian wacana tersebut mangkrak dan tidak ada tindak lanjutnya.

Barulah, di era Pemerintahan Jokowi, proyek tersebut kembali digaungkan pada tahun 2015. Menkominfo Rudiantara pun merealisasikan pembangunan proyeknya. 

Proses pengerjaan dibagi menjadi tiga, yaitu Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur. Pengklasifikasiannya itu berdasarkan dari pembagian wilayah, kalau Palapa Ring Barat untuk beberapa wilayah di Indonesia Bagian Barat.

Baca juga: Jokowi Tunda Gunting Pita “Tol Langit”, Ini Alasan Utamanya

2. Pembangunan Palapa Ring Timur lebih lama 

tol langit
Pembangunan Palapa Ring Timur emang lebih banyak memakan waktu, (Ilustrasi/Shutterstock).

Proses pengerjaan Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur dikerjakan pada tahun 2016. Dengan cara membangun kabel serat optik sepanjang 36.000 kilometer yang terbentang dari Indonesia Barat ke Indonesia Timur. 

Palapa Ring Barat dan Tengah telah rampung pada tahun 2018 kemarin, sementara Palapa Ring Timur baru rampung tahun ini. Hal ini disebabkan karena akses di Indonesia Timur lebih sulit. Kontraktor harus mendaki pegunungan, membuka lahan yang masih belum dijamah, untuk kemudian dibangun tower. 

Baca juga: Ternyata 60 Persen Orang Indonesia Belum Nikmati Internet

3. Cakupan wilayahnya 

tol langit
Palapa Ring ini mencakup wilayah Indonesia yang cukup luas lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dikutip dari Kompas, Palapa Ring Barat memiliki cakupan wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Palapa Ring Tengah mencakup Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara, sedangkan Palapa Ring Timur mencakup NTT, Maluku, Papua Barat, dan Papua. 

Sementara kabel serat optiknya diharapkan bisa menjangkau ke 440 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia. Caranya adalah dengan mengintegrasikan jaringan internet yang sudah dibangun sebelumnya, dengan jaringan baru. 

4. Menghabiskan dana Rp 7,63 triliun 

tol langit
Udah lama dinantikan akhirnya tol yang disebut “jalan tol di langit” ini resmikan, (Instagram/@forumhumasbumn).

Menyediakan layanan kabel serat optik untuk wilayah Indonesia Barat sampai Timur tentu bukanlah hal yang murah. Total dana yang dikeluarkan untuk proyek ini mencapai Rp 7,63 triliun, dengan rincian Rp 1,2 triliun untuk Palapa Ring Barat, Rp 1,3 untuk Palapa Ring Tengah, dan Rp 5,13 triliun untuk Palapa Ring Timur. 

Skema pembiayaannya menggunakan hasil kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Badan usaha itu di antaranya adalah perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang berniat untuk menggunakan kabel serat optik Palapa Ring. Perusahaan yang telah menyatakan minatnya adalah PT Telkom dan Primacom. 

Itulah empat fakta tentang tol langit Palapa Ring. Semoga benar-benar bisa meningkatkan layanan informasi untuk masyarakat di seluruh Indonesia. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.