3 Tips Jadi Crazy Rich di Usia Muda Ala Erwin Aksa

2 menit
Ilustrasi Crazy Rich Usia Muda (Shutterstock)
Ilustrasi Crazy Rich Usia Muda (Shutterstock)

Pengusaha kondang yang juga mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)  Erwin Aksa berbagi tips menjadi crazy rich (orang kaya) di usia muda.

Memiliki nama lengkap Erwin Aksa Mahmud, lahir di Ujung Pandang, pada 7 Desember 1975. Erwin merupakan anak dari Aksa Mahmud.

Terlahir dari keluarga yang berlatar belakang pengusaha ini, menjadikan dirinya hidup dan berkembang menjadi pebisnis ulung. Bahkan taipan asal Bugis ini pernah menduduki peringkat 34 sebagai orang terkaya orang terkaya versi Forbes alias crazy rich Indonesia.

Hadir pada acara Indonesia Future Festival 2019 di FX Sudirman, Jakarta, Erwin berbagi kisahnya membangun bisnis kepada generasi milenial yang akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia kedepan.

Erwin mengatakan, dalam membangun bisnis diperlukan kegigihan dan mental yang kuat, sebab, dalam bisnis tidak ada yang serta merta langsung sukses, tetapi diperlukan perjalanan yang panjang.

“Usaha itu tidak serta merta berhasil, banyak juga yang gagal, kemudian harus semangat untuk bangkit kembali. Jadi, entrepener yang besar hari ini, tidak serta merta berhasil pasti ada kegagalannya,” kata Erwin.

Menurutnya, hal utama dalam membangun bisnis adalah inovasi seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Berikut tups lengkap menjadi crazy rich di usia muda.

1. Inovasi dan Kreatif

Saat ini, banyak sekali artis-artis baru yang hadir ditengah masyarakat karena memanfaatkan inovasi teknologi, salah satunya media sosial dan internet.

“Sekarang ini banyak sekali starup milenial yang berusaha dengan kreativitas, ada yang jadi YouTuber, influencer, ada yang buka fintech, ada yang sudah jadi unicorn, jadi luar biasa sekarang,” paparnya.

Menurut Erwin, saat ini pengusaha konvensional yang dahulunya membangun pabrik-pabrik, membuat industri, sudah kalah dengan era baru pebisnis startup.

Akan tetapi, dalam bisnis yang harus ditanamkan kuat adalah semangat daya juang, agar tidak berhenti setengah jalan.

“Jadi entrepreneurship harus bangkitkan semangat supaya jadi budaya, kenapa negara seperti China berhasil? Karena mereka punya entrepreneurship yang kuat dan telah menjadi budaya,” kata Erwin.

Selain itu, dalam berbisnis juga tidak berhenti belajar, hal ini penting agar mengetahui dan memahami apa saja perkembangan yang sedang terjadi.

“Saya juga sekarang masih belajar dari milenial bagaimana menciptakan usaha-usaha yang baru, bahkan perusahaan-perusahaan saat ini harus berperilaku seperti startup supaya tidak ketinggalan,” ungkapnya.

2. Kepercayaan

Faktor penting dalam membangun bisnis adalah membangun rasa kepercayaan kepada pemberian modal usaha maupun konsumen.

Sebab hal ini menjadi kunci keberhasilan sebuah usaha, jika kepercayaan telah terbangun dengan baik, maka akan berhasil.

“Pelaku usaha perlu menjaga ini karena penting, baik ke pemberi modal, maupun kepada konsumen.

Contohnya kenapa Tokopedia dan Bukalapak bisa berhasil? Karena ada trust, awalnya orang ragu-ragu dan tidak percaya dan dibuatlah ekosistem membangun trust maka usaha itu bisa berhasil,” ujar Erwin.

3. Looking Forward

Erwin menuturkan, dalam membangun bisnis juga perlu melihat kedepan, bagaimana bisnis itu akan berkembang dan bagaimana melihat potensi yang ada.

“Setiap hari banyak perubahan, rajin membaca googling, rajin ikut seminar, dialog, pameran, disitu akan dapat inspirasi baru. Inovasi, trust, kreatif, dan melihat kedepan,” tegasnya.

Dirinya berharap, kedepan ekonomi Indonesia akan terus kearah yang lebih baik, terlebih saat ini Indonesia memiliki bekal berupa bonus demografi pada generasi milenial. Generasi ini diharapkan akan mampu menjadi kunci pertumbuhan ekonomi kedepan.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.