Bukan Cuma Kejar Untung, Ini Tujuannya Berinvestasi yang Belum Banyak Orang Tahu

3 menit
tujuan investasi
Apa sih tujuan dari investasi? (Shutterstock)

Banyak orang bertanya mengenai tujuan investasi. Kalau keuntungan semata yang dikejar, bukankah menjalankan usaha pun juga memperoleh untung? Jadi, kenapa mesti berinvestasi?

Sebenarnya, tujuan investasi lebih dari sekadar mencari untung. Berinvestasi menjadi langkah yang sebaiknya diambil kalau pengin meminimalkan risiko yang bisa aja terjadi terhadap kondisi keuangan.

Sayangnya, banyak orang yang belum memahami peran investasi dalam keuangan. Padahal, peran investasi perlu hadir buat mengamankan keuangan dan memastikan masa depan lebih terjamin.

Dengan peran investasi yang memengaruhi kondisi keuangan, berikut ini adalah tujuan-tujuan investasi yang sebaiknya diketahui sebagai pertimbangan. Apa aja tujuan-tujuan tersebut?

Baca juga: Buat Pemula, Ini Panduan Investasi Saham dari Ahlinya

1. Tujuan investasi yang paling utama adalah mengamankan kekayaan dari inflasi

tujuan investasi
Mengamankan nilai kekayaan. (Shutterstock)

Hampir semua negara memiliki inflasi dengan besarannya masing-masing. Inflasi menjadi pertanda kalau ekonomi bergerak. Sebab uang terus beredar lewat transaksi-transaksi yang terjadi.

Namun, di sisi lain inflasi menjadi pertanda kalau harga barang beranjak naik. Dalam situasi tersebut, nilai uang perlahan-lahan bisa tergerus. Di sinilah peran investasi amat dibutuhkan.

Dengan berinvestasi, orang-orang bisa mengamankan kekayaan mereka dari inflasi. Inilah tujuan investasi yang paling utama. Kalau inflasi dalam setahun rata-rata 3 persen, investasi dengan imbal hasil 3 persen lebih dari cukup buat mengamankan nilai kekayaan dari inflasi.

Baca juga: Udah Tahu Cara Investasi Emas yang Benar? Ikuti 6 Langkah Ini

2. Investasi bertujuan menyediakan dana pensiun buat hari tua nanti

tujuan investasi
Menyediakan dana pensiun. (Shutterstock)

Gak sedikit orang yang belum siap saat tiba waktunya bagi mereka buat pensiun. Mereka merasa gak siap karena dana pensiun yang dimiliki, entah dari perusahaan ataupun BPJS Ketenagakerjaan, dianggap belum cukup buat menjamin hidup setelah gak lagi bekerja.

Seandainya mereka berinvestasi sejak awal bekerja, ketakutan-ketakutan seperti itu gak mungkin menghinggapi pikiran mereka. Banyak dari mereka yang menyesal begitu tahu investasi bisa memberi jaminan di hari tua.

Tujuan investasi dalam hal ini adalah menciptakan dana pensiun agar hari tua nanti segala kebutuhan bisa tercukupi. Selain mengamankan uang dari inflasi, investasi dapat membuat nilai uang bertumbuh, baik dalam jangka waktu singkat maupun panjang.

Baca juga: Investasi Syariah, Ini 5 Pilihan Produknya yang Disetujui MUI

3. Dana pernikahan bisa dipersiapkan dengan berinvestasi

tujuan investasi
Menyiapkan dana pernikahan. (Shutterstock)

Melaksanakan pernikahan itu sederhana. Asalkan sah secara agama dan hukum, pernikahan itu telah resmi terlaksana. Namun, di Indonesia, menikah ternyata gak segampang itu. Diadakannya pesta pernikahan tampaknya menjadi keharusan.

Mau gak mau dana yang gak sedikit jumlahnya harus dikeluarkan agar pernikahan bisa berlangsung. Wajar aja kalau banyak pasangan yang menunda pernikahan dengan alasan belum siap dari sisi dana buat menggelar pesta pernikahan.

Berinvestasi menjadi solusi buat keluar dari permasalahan kekurangan dana nikah. Imbal hasil atau return rata-rata 15 persen setahun udah lebih dari cukup mempersiapkan pernikahan di usia 28 – 30 tahun kalau investasi dilakukan sejak awal bekerja.

4. Tujuan investasi adalah mempersiapkan dana pendidikan anak

tujuan investasi
Mempersiapkan dana pendidikan. (Shutterstock)

Ketika telah memiliki anak, alokasi dana yang sebaiknya gak luput dari perhatian adalah alokasi dana pendidikan. Sebab, pengeluaran yang ditujukan sebagai dana pendidikan anak cukup besar angkanya.

Asal tahu aja nih, biaya pendidikan tiap tahunnya cenderung naik. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan dana pendidikan bisa mencapai 10 persen per tahun. Angka ini lebih tinggi dari inflasi secara umum yang berada di kisaran 3 persen.

Dengan berinvestasi, besaran dana pendidikan yang besar bisa disiasati. Sebagai gambaran aja nih, berinvestasi saham bisa memberi imbal hasil atau return lebih dari 10 persen per tahun. Imbal hasil diperoleh dari kenaikan harga saham (capital gain) ataupun dividen.

Nah, itu tadi beberapa tujuan investasi yang bermanfaat dalam membuat keuangan tetap sehat. Semakin cepat dimulai, semakin terjamin keuangan di masa depan. Kamu sendiri, apakah udah memulainya? (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!