Viral Laut Karawang Tercemar! 5 Tragedi Tumpahan Minyak Ini Paling Parah Selain Pertamina

3 menit
Tumpahan minyak
Deepwater Horizon salah satu tumpahan minyak paling merugikan di dunia (Wikimedia)

Perusahaan BUMN Pertamina belakangan ini santer dibicarakan masyarakat dan media terkait permasalahan tumpahan minyak yang terjadi di pesisir wilayah Karawang, Jawa Barat. 

Selain kerugian secara material, tapi juga sisi lingkungan hidup. Peristiwa seperti ini sangat merusak dan sulit diperbaiki.

“Dalam krisis kita tidak boleh saling menyalahkan, tapi bergotong royong untuk menanggulangi masalah ini. Karena itu, saya minta kepada semua pihak untuk saling menjaga. Jangan terprovokasi agar tetap kondusif. Saya juga titip ke TNI/Polri untuk membantu dan menjaga keadaan,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mendatangi wilayah terdampak bersama Bupati Karawang, 7 Agustus 2019, seperti dikutip dari Merdeka.

Selain ekosistem laut yang menjadi rusak, kejadian ini juga menyebabkan masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai nelayan mengalami kerugian karena hasil tangkapan menjadi berkurang.

Sebelum peristiwa ini terjadi, paling gak terdapat lima tragedi tumpahan minyak yang skalanya jauh lebih besar di dunia. 

Seberapa besar dampaknya? Yuk, lihat daftar lengkapnya di sini:

5. Fergana Valley

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak Fergana Valley (live.staticflickr.com)

Mengutip dari Telegraph, tragedi tumpahan minyak terbesar kelima di dunia terjadi di Uzbekistan tahun 1992. Ini merupakan yang paing parah di benua Asia.

Fergana Valley merupakan salah satu tempat di negara Uzbekistan yang terkenal dengan aktivitas pengolahan energinya yang terbesar. Kebocoran yang terjadi 27 tahun lalu ini menyebabkan sekitar 87,7 juta barel minyak tumpah ke laut, dan dataran di sekitarnya.

Baca juga: Pertamina Mengebor di 12 Negara dari Malaysia, Perancis Hingga Nigeria

4. The Atlantic Empress

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak The Atlantic Express (http://mfame.guru)

Selanjutnya, ada The Atlantic Empress yang terjadi di kawasan dekat laut Karibia, pada Juli 1979.

Tragedi tumpahan minyak ini terjadi karena terdapat dua kapal yang masing-masing membawa cairan tersebut bertabrakan. Tercatar sekitar 88,3 juta barel minyak tumpah ke lautan, dan memakan 26 korban jiwa.

Pada akhirnya, kedua kapal itu tenggelam dan mencemari pesisir negara Tobago.

3. The Ixtoc 1

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak The Ixtoc 1 (Wikimedia)

Ketiga ada The Ixtoc 1 yang terjadi di pesisir laut Meksiko selama kurun waktu Juni 1979 sampai Maret 1980.

Selama hampir 10 bulan lebih, tumpahan minyak yang disebabkan aktivitas penambangan minyak perusahaan Pemex mencemari area seluas 2.848 kilometer persegi. 

Sebanyak kurang lebih 140 juta barel minyak mencemari habitat binatang seperti ikan, burung dan kura-kura di sekitarnya.

2. Deepwater Horizon

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak Deepwater Horizon (Wikimedia)

Di urutan kedua pasti kamu udah sering mendengarnya karena sempat dijadikan sebuah film Hollywood pada tahun 2016. Lokasi tumpahan  minyak ini terjadi di pesisir laut Meksiko tahun 2010 yang dijalankan oleh perusahaan ternama British Petroleum.

Salah satu penyebabnya, karena pipa pengeboran minyak yang berada di bawah laut mengalami kebocoran yang pada akhirnya mengakibatkan kebakaran besar di deck utama operasional. Sedikitnya 210 juta barel minyak tumpah dan 11 orang pekerja menjadi korban

1.  Gulf War

Tumpahan minyak
Tumpahan minyak Gulf War (counterspill.org)

Peristiwa tumpahan minyak ini merupakan paling besar sepanjang sejarah terjadi di teluk Persia di tahun 1991 lalu.

Pasukan Iraq yang saat itu sedang melarikan diri dari Kuwait berusaha menghambat tentara Amerika yang lagi mengejar dengan cara menumpahkan sedikit minyak ke laut.

Namun, secara gak sengaja hal tersebut justru menimbulkan bencana paling besar sepanjang sejarah. Sedikitnya 240 juta barel bahan kimia ini mencemari lautan.

Bahkan, sampai hari ini dampak yang dihasilkan tragedi tersebut masih menyisakan jejak dan sangat sulit untuk dihilangkan.

Itulah lima tragedi tumpahan minyak paling besar sepanjang sejarah di dunia. Semoga Pertamina bisa cepat mengatasi permasalahan yang sedang terjadi dengan segera agar dampaknya bisa diminalisir. (Editor: Chaerunnisa)

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1