Uang Muka Rumah Dicicil, Eh Memangnya Bisa Ya?

4 menit
uang muka rumah dicicil

Down payment alias uang muka jadi momok bagi yang berniat beli rumah dengan cara kredit. Artinya, pihak bank hanya bersedia mencairkan kredit yang besarannya maksimal 70 persen dari harga rumah. Bila harga rumah di kisaran Rp 300 juta, maka calon pembeli wajib siapkan uang muka Rp 90 jutaan.

 

Kebijakan uang muka 30 persen ini adalah aturan main yang diterbitkan Bank Indonesia. Aturan itu tertulis dalam Surat Edaran No 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013.

 

Aturan ini yang membuat calon pembeli berkantong pas-pasan jadi ngos-ngosan. Maklumlah, pengetatan aturan KPR oleh BI tentang besaran uang muka (down payment/DP) sebesar 30% dari nilai rumah terhitung besar.

 

Atau dengan kata lain, calon pembeli harus ‘menombok’ 30% dulu dari rumah yang diincar. Pasalnya, bank hanya mau mencairkan sebesar 70% saja dari nilai rumah iu sesuai aturan main BI. Kadang inilah  membuat calon pembeli mengurungkan niatnya memboyong rumah karena dananya terbatas.

[Baca: Hindari Utang KTA untuk Lunasi DP KPR]

 

Kesulitan ini ternyata dibaca oleh developer. Biar enggak puyeng sama tingginya besaran uang muka (DP) rumah yang dipatok, developer menawarkan skema uang muka dicicil. Lho kok bisa? Apa iya uang muka rumah dicicil?

 

Jawabnya bisa! Serius, bisa kok. Kenapa? Karenacalon pembeli sama saja ‘menabung’ uang muka dulu tapi di saat bersamaan sudah mendapat kepastian memiliki unit yang hendak dibelinya.

 

Jamak kan membaca iklan penawaran rumah dari developer yang janjikan DP bisa dicicil? Misalnya cicilan DP bisa mulai dari 10 kali sampai 15 kali. Panjangnya cicilan itu tergantung dari kebijakan developernya.

Cicilan DP Itu Inisiatif dari Developer

Banyak tuh developer yang tawarkan cicilan DP

Penawaran ini merupakan siasat dari developer untuk mengakali kebijakan pengetatan uang muka untuk KPR dari Bank Indonesia. Tawaran cicilan uang muka diharapkan bisa meringankan konsumen yang kadang suka patah arang dulu setelah tahu besaran uang muka yang dipatok relatif tinggi. [Baca: Poin yang Perlu Diketahui Tentang KPR]

 

Penawaran cicilan uang muka yang disodorkan pengembang itu membuat konsumen bisa segera memutuskan beli unit yang diincar. Besaran cicilan dan berapa lama waktu cicilan biasanya tergantung kesepakatan antara konsumen dan developer.

 

Cara mencicil uang muka rumah yang ditawarkan developer ini bisa disebut kredit in-house. Kredit ini berbeda dengan KPR (kredit pemilikan rumah) atau KPA (kredit pemilikian apartemen).

 

Dalam kredit in-house, developer yang menjadi inisiator. Developer akan memberi kemudahan bagi konsumennya untuk mencicil keharusan uang muka sebelum akad kredit. [Baca: Ini Cara Beli Rumah Kredit in House]

 

Sebagai contoh, Arya tertarik membeli rumah seharga Rp 300 juta dengan cara kredit. Developernya pun menawarkan cicilan untuk uang muka 30% yang sebesar Rp 90 juta.

 

Arya pun membaca skema itu sebagai berikut:

 

-Tanda jadi (booking fee) senilai Rp 1 juta dibayar di hari pertama

– Cukup lunasi 50% uang muka yang dibayarkan pada hari ke-15. Artinya Arya hanya bayar Rp 45 juta saja.

– Sisa 50% uang muka (45 juta) bisa diangsur selama 12 bulan yang dibayar tiap akhir bulan

– Angsuran uang muka sudah lunas sebelum akad kredit

 

Dengan penawaran ini, Arya tak harus pusing menyiapkan Rp 90 juta di awal-awal mengajukan kredit. Cukup modal separuhnya saja, dia sudah bisa ‘membeli rumah’ yang diincar.

 

Cuma ingat, ketika terjadi pembatalan pembelian rumah, maka developer biasanya mengembalikan besaran uang muka secara penuh. Klaim ini biasanya sudah tertera dalam klausul perjanjian antara developer dengan konsumen.

Keuntungan lain dari mencicil DP

Sesuaikan penawaran cicilan DP dengan kapasitas keuangan

 

 

Manfaat utama dari penawaran cicilan DP ini adalah konsumen bisa mendapat keringanan dari keharusan menyiapkan nilai uang muka yang relatif tinggi. Cuma efek samping positif lainnya yang bisa didapat, yakni mendapatkan kenaikan harga properti! Pembeli bisa ‘menikmati’ kenaikan harga terkini propertinya.

 

Praktik ini sudah sering diterapkan investor yang tertarik di sektor properti. Penawaran cicilan DP menandakan berinvestasi di properti tak selalu membutuhkan modal besar. Cukup dengan dana terbatas dan lewat cicilan pula, seseorang bisa punya properti di suatu lokasi.

 

Lantaran kecenderungan nilai properti selalu naik di masa depan, inilah yang membuat sektor ini begitu seksi dijadikan piranti investasi. Nilai rumah bergerak terus seiring perjalanan cicilan.

 

Tengok saja pengalaman Gandes yang membeli properti di Pondok Pucung, Tangerang. Sebelum membeli properti di kawasan itu, ibu rumah tangga ini terlebih dulu melihat perkembangan harga properti di kawasan itu. Tak ketinggalan, dia juga mengulik informasi rencana perkembangan kawasan itu di masa depan.

 

Setelah oke, dia pun memilih properti tipe 45. Rumah tipe ini tak kena aturan Bank Indonesia tentang LTV (Loan to Value) atau uang muka karena yang kena adalah tipe 70 ke atas.

 

Kebetulan pengembangnya menawarkan kebijakan uang muka 20 persen yang bisa dicicil 10 kali. ”Tiap bulan saya cicil Rp 11 juta,” katanya seraya menambahkan setelah uang muka lunas maka beban berikutnya adalah angsuran KPR.

Usai cicilan uang muka lunas dan hendak akad kredit, Gandes baru sadar nilai propertinya sudah naik hampir 30 persen dari harga awal. Dia tahu itu setelah melihat pricelist yang diberikan pengembang.

 

Padahal dia baru mengeluarkan duit Rp 110 juta saja. ”Kalau saya jual unit ini, saya bisa untung Rp 100 juta,” katanya tertawa.

 

Apa yang dialami Gandes ini bisa terulang pada orang lain. Tentu saja sepanjang calon pembeli cerdas membaca dan memprediki perkembangan suatu kawasan plus fasilitas yang ditawarkan developer.


Hanya yang perlu ditekankan, jika terjadi pembatalan pembelian rumah maka akan dikenakan klaim berupa pengembalian DP tidak full. Misalnya saja nilai DP adalah Rp 80 juta yang bisa dicicil selama 10 kali sampai bangunan selesai dan siap huni. Nah, jika pembeli membatalkan niatnya membeli rumah maka besaran uang muka yang dikembalikan hanya 50 persen saja.

Image credit:

  • http://rumahdijual.org/athumb/c/e/d/big681958.jpg
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan