3 Langkah Bijak Kelola Uang THR Demi Masa Depan yang Lebih Sejahtera

4 menit
Uang THR
3 Langkah Bijak Kelola Uang THR Demi Masa Depan yang Lebih Sejahtera, (Ilustrasi/Pixabay).

Uang THR lebaran adalah hal yang paling ditunggu-tunggu para pekerja. Karena dalam hitungan kurang lebih satu bulan lagi, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Lumayan uang tersebut bisa digunakan untuk tambah-tambah transport pulang kampung atau membeli baju lebaran.

Jumlah uang yang didapat bagi karyawan tetap dan telah bekerja lebih dari 12 bulan bisa satu kali gaji. Sementara buat yang bekerja di bawah 1 tahun bakal disesuaikan dengan masa kerjanya. Jadi misalnya seorang karyawan baru bekerja selama 6 bulan, maka THR yang didapat adalah, masa kerja/12 x gaji.

Banyak kesalahan yang sering dilakukan para pekerja ketika mendapatkan THR, salah satunya menghabiskannya dalam waktu sesaat. Hal itu biasa terjadi, kecenderungan mengeluarkan uang lebih banyak saat mendapatkan uang tambahan sangat besar.

Misalnya saja kamu pasti gatal untuk membeli pakaian, nongkrong buka puasa bersama teman-teman di tempat mewah, atau membeli barang-barang yang sebenarnya gak dibutuhkan banget.

Padahal ada hal yang lebih bijak yang bisa dilakukan. Memang sih uang tersebut sama seperti bonus, tapi kalau dimanfaatkan sebaik-baiknya justru bisa menyelamatkan kepastian keuanganmu di bulan-bulan mendatang. Tetap saja harus ada beberapa hal yang diprioritaskan. Nah berikut ini tiga langkah mudah untuk mengelola dengan bijak uang THR yang kamu dapatkan.

Baca juga: 15 Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi yang Bisa Bikin Masa Depan Cerah

1. Sisihkan uang THR untuk dana darurat

Uang THR
Sisihkan dana daruat ketika mendapatkan THR, (Ilustrasi/Pexels).

Sebagai pekerja yang mungkin juga berkeluarga, dana darurat adalah pos yang paling penting. Biasanya, kalian akan mengisi pos ini ketika gajian tiba dan menyisihkan sebagian. Idealnya, dana darurat adalah sekitar 3 sampai 6 kali gaji. Tujuannya tentu untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi secara dadakan.

Biasanya kalian selalu menyisihkannya setiap bulan sampai tujuannya terpenuhi. Tapi banyak juga yang sangat kesulitan buat memenuhinya, dengan alasan pos ini gak terlalu dibutuhkan banget.

Nah, buat kamu yang merasa kesulitan buat memenuhi target dana darurat, THR bisa banget jadi solusinya. Coba sisihkan sebagian THR yang kamu dapatkan ke pos ini. Lumayan kan bisa meringankan kamu untuk memenuhi targetnya.

Akan ada banyak keperluan-keperluan yang gak terduga di masa mendatang. Untuk itulah persiapkan sebaik-baiknya dana darurat. Buat keluarga di perkotaan, biasanya dana darurat bisa digunakan untuk perbaikan mobil, perbaikan rumah, biaya pendidikan anak, dan terakhir adalah untuk ketidakpastian kesehatan.

Baca juga: Dinasti Bisnis H.M Fitno Crazy Rich Pangkal Pinang yang Punya Istana Mewah

2. Membayar tanggungan seperti utang atau cicilan

Uang THR
Prioritaskan buat membayar cicilan atau tanggungan lainnya bisa lho saat mendapatkan THR, (Ilustrasi/Pexels).

Utang adalah kewajiban yang harus kamu bayar dengan segera. Entah itu utang ke teman, keluarga, atau ke bank semuanya harus kamu lunasi.

Tapi kadang, banyak yang sulit banget untuk bayar utang, apalagi ke teman sendiri. Seorang teman juga gak bakal tega untuk menagih utangnya ke kamu, jadi alangkah baiknya kalau kamu tahu diri dan memiliki kesadaran buat membayarnya. Kamu hanya perlu komitmen untuk melunasi semua utang-utangmu.

Ada beberapa cara membuat kamu berkomitmen lebih untuk melunasinya, pertama, buatlah rencana pembayaran. Misalnya kamu memiliki utang dalam jumlah banyak ke teman cobalah buat rencana kapan akan membayarnya, apabila dicicil silahkan tulis per bulannya berapa yang ingin kamu bayar sampai lunas.

Kemudian, patuh sama rencana yang telah dibuat. Kalau kamu patuh, dijamin utang kamu bakalan cepat lunasnya deh.

Nah, tapi kan terkadang, uang gaji tersebut suka habis begitu saja, padahal kamu belum bayar utang. Demi menghindari hal-hal seperti ini, alangkah baiknya buat mengalokasikan uang tambahanmu, seperti uang THR demi membayar utang tersebut.

Jadi seandainya di bulan berikutnya kamu ada pengeluaran dadakan, utang gak bakal mengganggu kebutuhanmu. Lagian, semakin cepat lunas semakin bagus kok.

Baca juga: Top! 4 Tokoh Inspiratif yang Berhasil Memberi Terobosan di Dunia Kesehatan

3. Jangan boros

Uang THR
Jangan boros ya ketika mendapatkan THR, (Ilustrasi/Pexels).

Seperti yang telah dikatakan di awal, kecenderungan buat menghabiskan lebih banyak uang akan semakin besar ketika kamu mendapatkan dana tambahan berupa THR. Tanpa pikir panjang dan masak-masak, kamu seolah langsung bersikap impulsif membeli barang-barang yang diidam-idamkan selama ini.

Padahal, barang tersebut sebenarnya gak dibutuhkan banget. Nah, salah satu langkah bijak mengelola uang THR adalah, jangan menghamburkannya secara sesaat.

Alangkah baiknya kalau uang tersebut digunakan untuk tabungan atau investasi. Membelanjakan uang dalam waktu sesaat dan dalam jumlah besar adalah kebiasaan yang sangat buruk.

Mungkin kamu akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan sesaat, tapi di masa yang akan datang? Kamu bakalan pusing memikirkan tabungan yang segitu-segitu saja.

Cobalah bertindak biasa saja seperti bulan-bulan biasanya. Pertahankan pengeluaranmu hanya untuk keperluan penting yang selama ini kamu lakukan.

Intinya, meskipun uang THR itu besarannya tak seberapa, tapi buatlah uang tambahan tersebut sebagai sarana untuk kepastian finansialmu di masa yang akan datang. Pasalnya, apabila keperluan finansial untuk bulan mendatang atau masa yang akan datang telah terpenuhi, dijamin hidupmu juga akan lebih tenang.

“Kebiasaan baik – saya menyebutnya ‘Kebiasaan Kaya’ – adalah untuk menghilangkan keinginan untuk membelanjakan uang Anda hari ini dan, alih-alih, menabungnya menjadi tabungan dan investasi yang tumbuh nilainya serta menyediakan sumber daya keuangan yang dapat digunakan di masa depan untuk mempertahankan standar hidup Anda,” tulisnya dalam posting di Business Insider. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.