3 Cara Cepat Wujudkan Impian Pergi Umrah

2 menit
Ibadah Umrah Bukan Mimpi (Shutterstock)
Ibadah Umrah Bukan Mimpi (Shutterstock)

Perjalanan ibadah menuju tanah suci atau umrah tentu menjadi impian semua umat muslim. Namun gak dapat dipungkiri jika kegiatan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Diperlukan juga persiapan fisik, dan mental yang kuat.

Akan tetapi keterbatasan finansial kerap kali menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin menjalani ibadah umrah. Untuk satu kali perjalanan umrah selama 9 hari pada tahun ini memerlukan biaya sekitar Rp 23,5 juta per orang.

Bagi yang memiliki penghasilan besar mungkin tidak masalah, tetapi bagi yang memiliki pengasilan pas-pasan perlu kiat dan cara agar mampu menjalankan ibadah Umrah sebagai berikut:

1. Tentukan Jangka Waktu

Hal yang penting dalam menjalankan perjalanan ibadah adalah menentukan jangka waktu uang yang ingin dikumpulkan. Jika total biaya ibadah umrah sebesar Rp 30 juta, maka bisa dibagi kedalam 30 bulan, dimana setiap bulan memisahkan dana sebesar Rp 1 juta untuk tabungan umrah.

2. Pilih Investasi yang Tepat dan Halal

Selain menabung, dalam mencapai target keuangan untuk perjalanan ibadah juga bida dipenuhi dengan menginvestasikan dana setiap bulannya. Salah satunya dalah inetrumen investasi reksadana yang bisa digunakan untuk memaksimalkan imbal hasil uang.

Adapun Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat pemodal (investor) yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukkan dalam berbagai aset investasi. Seperti saham, obligasi dan deposito. Reksadana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga aman buat masyarakat awam.

Jika tujuan akhir sebagai dana perjalanan ibadah, maka pilih investasi yang halal dan sesuai dengan syariah Islam. Reksadana syariah bisa menjadi jawaban karena hanya dapat berinvestasi di aset keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah.

Reksadana syariah sudah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menabung di reksadana syariah ini berbeda dengan menabung di bank, yang terkena potongan biaya administrasi bulanan dan pajak.

Reksadana syariah menawarkan potensi keuntungan yang halal dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan menabung di rekening atau deposito bank.

3. Disiplin Kelola Keuangan

Setelah meiliki tujuan yang jelas, dan instrumen investasi yang tepat diperlukan kedisiplinan dalam mengatur keuangan. Salah satunya adalah tetap memisahkan dana dari penghasilan untuk  tabungan atau inevastasi.

Hal ini penting agar apa yang sudah direncanakan dengan matang, maka bisa terlaksana dengan baik dan sesuai harapan.

Tabungan Reksadana Umrah

PT Bareksa Portal Investasi atau marketplace Bareksa.com secara resmi meluncurkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah.

Chief Sales & Marketing Bareksa, Rani Sumarni mengatakan, adanya Bareksa Umrah merupakan salah satu upaya mengedukasi masyarakat bahwa reksadana bisa digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan finansial baik jangka pendek maupun panjang termasuk kebutuhan perjalanan ibadah.

Menurut Rani, reksadana umrah merupakan inovasi yang mengintegrasikan tabungan reksadana online dengan tujuan menjalankan ibadah umrah.

“Reksa dana adalah instrumen investasi yang sangat mudah, fleksibel dan terjangkau. Selain itu, reksa dana syariah menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dari deposito, dan berdasarkan prinsip syariah yang tanpa riba,” ujarnya di Jakarta.

Dalam menyediakan layanan ink, Bareksa bekerja sama dengan mitra travel agent pertama Bareksa Umrah yakni Al-Qadri Umrah & Haji yang telah berpengalaman mengelola perjalanan ibadah haji khusus dan umrah sejak tahun 1976.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.