6 Usaha Sampingan di Desa yang Menguntungkan dan Mudah Dijalani

4 menit
Usaha sampingan di desa
Usaha sampingan di desa yang menguntungkan (Shutterstock)

Usaha sampingan di desa bisa menjadi pilihan menguntungkan untuk menggelembungkan tabunganmu. Pasalnya, gak cuma di kota, ada banyak peluang yang bisa diciptakan di desa.

Biasanya, saat musim Lebaran tiba, banyak warga desa yang merantau ke kota-kota besar. Tujuannya tentu untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang menjanjikan.

Tapi, hal itu juga gak semudah yang dibayangkan. Persaingan kerja di kota-kota besar seperti Jakarta juga sangatlah susah.

Kamu harus bersaing dengan ratusan ribu, bahkan jutaan orang terampil maupun terdidik untuk mendapatkan kerja. Kalau gak dapat kerja, yang ada nanti hidup kamu bakalan sulit karena gak ada pemasukan, tapi biaya hidup sangat besar.

Berdasarkan kekhawatiran di atas, maka hijrah ke kota besar layak kamu pikirkan matang-matang. Ketimbang jadi beban, kenapa gak kamu buka usaha sampingan di desa saja? Sembari usaha, kamu juga bisa mencari pekerjaan utama di kampung halaman.

Ada banyak usaha sampingan yang bisa kamu pilih, berikut ini contohnya.

1. Ternak ayam

usaha sampingan di desa
Ternak ayam salah satu usaha sampingan di desa (Shutterstock)

Salah satu usaha sampingan di desa yang paling banyak dijumpai adalah beternak ayam. Tapi, dibutuhkan modal yang besar untuk bisa menjalankan usaha ini, misalnya biaya pembuatan kandang, pembelian bibit, pembelian pakan, sampai biaya vaksin dan lain-lainnya.

Belum lagi kalau kamu harus membayar para pekerja untuk mengurusi peternakan itu, kan gak mungkin kamu mengurusnya sendiri, apalagi masih memiliki pekerjaan utama.

Jangan takut bisnismu gak laku, karena ayam masih menjadi lauk favorit masyarakat. Tugas terberatnya mungkin mencari pembeli tetap yang kira-kira mau membeli ayam dalam jumlah banyak darimu.

Coba tawarkan ke pedagang-pedagang pasar, warung makan kaki lima, sampai restoran-restoran di desa.

Baca juga: 18 Usaha Sampingan dengan Modal Rp 2 Jutaan Ini Dijamin Menguntungkan

2. Ternak lele

usaha sampingan di desa
Ternak lele salah satu usaha sampingan di desa (Shutterstock)

Seperti halnya ternak ayam, untuk usaha ternak lele kamu membutuhkan lahan yang luas. Lahan tersebut untuk dibikin kolam yang menampung ratusan bahkan ribuan bibit lele.

Tapi sebenarnya bisnis ini bisa dijalankan langsung di halaman rumah kamu, mengingat rumah-rumah di desa memiliki halaman yang sangat luas. Jadi manfaatkan saja halamanmu, dan gak perlu menyewa tempat deh.

Usaha ternak lele juga terbilang murah kok, dengan modal Rp 500 ribuan kamu sudah bisa membeli bibit yang banyak. Udah gitu, lele juga termasuk hewan yang bisa hidup di air yang keruh, gak perlu capek-capek menguras kolam deh!

Menjualnya juga gampang, kamu tinggal tawarin saja ke pedagang-pedagan pecel lele di pinggir jalan.

3. Jualan pulsa

usaha sampingan di desa
Jualan pulsa salah satu usaha sampingan di desa (Shutterstock)

Berjualan pulsa mungkin bisa menjadi pilihan usaha sampingan di desa yang paling mudah. Kamu gak perlu modal besar-besar seperti usaha sampingan lainnya, hanya bermodalkan ponsel pintar saja kamu sudah bisa meraup keuntungan.

Udah gitu, kamu bisa berjualan dari mana saja, misal dari kantor, dari rumah, atau dari manapun kamu berada, asalkan ada saldo dan jaringan sinyal.

4. Warung kelontong

usaha sampingan di desa
Warung kelontong salah satu usaha sampingan di desa (Shutterstoc)

Warung kelontong gak bakal ketinggalan peminat, selama kamu menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti gula, beras, dan lain-lainnya, warung kelontong bakalan dicari.

Keberadaan warung kelontong sangat membantu bagi warga sekitar yang malas berbelanja jauh-jauh.

Jualan saja di depan rumahmu, dengan bermodalkan meja kaca dan rak untuk menaruh barang dagangannya. Untuk memenuhi warungmu, carilah toko grosir yang menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah.

5. Jual sayuran organik

usaha sampingan di desa
Jual sayur organik salah satu usaha sampingan di desa (Shutterstock)

Lingkungan yang masih asri dan udara yang bersih sangat cocok dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Salah satu usaha sampingan di desa yang bisa kamu jalani adalah jual sayuran organik.

Sayuran organik dinilai lebih fresh ketimbang sayuran non organik, karena dalam proses panennya tidak menggunakan zat-zat berbahaya seperti pestisida.

Media tanamnya pun kini sudah beragam, bisa menggunakan pipa-pipa yang dilubangi seperti model saat ini. Dengan media seperti itu, kamu gak harus memiliki lahan yang luas, cukup di halaman rumah saja juga bisa.

6. Menjual oleh-oleh khas dengan cara online

usaha sampingan di desa
Jual oleh-oleh khas salah satu jenis usaha sampingan di desa (Shutterstock)

Setiap daerah di Indonesia biasanya memiliki oleh-oleh khasnya sendiri. Bisa berupa kerajinan tangan, produk kreatif, atau makanan-makanan khas.

Mengingat zaman sudah mulai canggih, kamu bisa menjualnya secara online. Foto produk-produkmu dengan kualitas terbaik agar lebih menarik pembeli.

Ada dua keuntungan yang didapat dengan usaha sampingan di desa ini, pertama rekening tabungan kamu bisa bertambah, kedua kamu juga turut berkontribusi memperkenalkan produk aslimu ke masyarakat yang lebih luas lagi.

Itulah enam usaha sampingan di desa yang bisa kamu pilih. Semoga saja bisa memberikan solusi buat kamu yang pengin hidup berkecukupan, tapi gak perlu hijrah ke kota besar.

Asal kamu jalankan dengan ulet dan terampil, pasti usahamu bisa berkembang dengan baik, meski hanya sebatas usaha sampingan. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!