Wajar Aja kalau Bikin Kere, Masa Manfaatkan Utang Kayak Gini Caranya?

4 menit
Wajar Aja kalau Bikin Kere, Masa Manfaatkan Utang Kayak Gini Caranya?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Utang selama ini kerap mendapat citra yang negatif dari banyak orang. Padahal, gak selamanya berutang itu selalu buruk buat keuangan asalkan benar-benar digunakan sebaik-baiknya lho ya.

Sebab utang yang gak dipakai dengan tujuan yang benar bisa merugikan keuangan nantinya. Kamu gak mau kan kalau keuangan sampai gak sehat karena berutang buat tujuan yang salah?

Makanya pertimbangkan masak-masak sebelum mengajukan pinjaman. Buat keperluan apa kamu berutang? Apakah tujuannya positif atau justru negatif terhadap keuangan?

Nah, agar makin tepat alias gak sembrono ambil keputusan, kamu perlu tahu nih apa aja hal-hal yang bikin utang jadi gak sehat ke keuangan. Cari tahu yuk dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Begini Cara Lunasi Utang yang Menumpuk Selama Satu Tahun

1. Ambil utang lebih dari 30 persen dari gaji bulanan

Ambil utang lebih dari 30 persen dari gaji bulanan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Ambil utang secara berlebihan itu gak sehat buat keuangan. Kamu tentunya sepakat soal ini. Lalu apa yang menjadi tanda kalau kita berlebihan dalam berutang?

Berutang dikatakan gak sehat kalau jumlahnya lebih dari 30 persen dari gaji bulananmu. Idealnya nih jumlah tagihan itu maksimal 30 persen dari gaji bulanan kalau pengin menjaga kondisi keuangan tetap baik.

Karena itu, sangat disarankan gunakan rumus 30 persen ini saat mengajukan pinjaman. Sementara dalam gunakan kartu kredit, pastikan besaran tagihan tiap bulan itu gak boleh lebih dari angka 30 persen tersebut.

Baca juga: Kenali 7 Tanda-tandanya Dompet Kamu Terlilit Banyak Utang

2. Gunakan utang buat beli barang-barang yang nilainya lama kelamaan merosot

Gunakan utang buat beli barang-barang yang nilainya lama kelamaan merosot, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tahu apa aja barang-barang yang nilainya lama-lama merosot? Apa barang tersebut sepeda motor? Ataukah barang itu berbentuk mobil?

Sepeda motor ataupun mobil ternyata masuk dalam barang-barang yang nilainya cenderung merosot dari waktu ke waktu. Buat mengeceknya, kamu bisa cari tahu dari besaran pajak kendaraan bermotor (PKB) yang kamu bayarkan. Pasti tiap tahun terus berkurang.

Ada beberapa hal yang bikin kendaraan nilainya cenderung turun. Pertama, modelnya ketinggalan zaman. Kedua, jarak tempuhnya yang tinggi. Ketiga, berkurangnya peminat. Keempat, kondisinya yang cenderung turun.

Lain cerita kalau kamu berutang buat memiliki rumah. Ini sama aja dengan memiliki aset lho. Seperti yang kamu tahu, nilai rumah itu cenderung naik dari tahun ke tahun selama membeli rumah di lokasi yang tepat.

Itulah kenapa kalau gak penting-penting amat punya kendaraan, buat apa memilikinya? Bukankah lebih baik memiliki aset?

Baca juga: Pakai Cara-Cara Ini Kalau Gak Mau Hidup Selalu Dibayang-bayangi Utang

3. Sadar punya utang, tapi bayarnya telat melulu

Sadar punya utang, tapi bayarnya telat melulu, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kelakuan yang begini jangan sekali-sekali dibiarkan bersemayam dalam dirimu deh. Sadar punya utang, ya dibayar dong tagihannya menurut waktu yang ditentukan. Kalau bisa, bayarnya sebelum waktu jatuh tempo.

Orang yang berutang udah sewajibnya membayar tagihan sesuai apa yang udah disepakati. Lagian telat atau menunggak pembayaran sama sekali gak menguntungkan buat kamu sebagai debitur.

Telat bayar tagihan itu kamu bisa kena denda lho. Terus telat bayar hingga berujung pada tertunggaknya tagihan bisa bikin kamu terjebak dalam situasi gagal bayar utang. Kalau itu sampai terjadi, kamu juga kan yang rugi?

4. Punya utang kartu kredit, tapi bayarnya pakai opsi pembayaran minimum

Punya utang kartu kredit, tapi bayarnya pakai opsi pembayaran minimum, (Ilustrasi/Shutterstock).

Fitur pembayaran minimum emang disediakan secara khusus buat para pengguna kartu kredit. Tujuannya sih kalau si pengguna kartu kebetulan lagi kurang dana buat bayar tagihan bisa ambil opsi tersebut.

Terdengar membantu sih, tapi pembayaran minimum yang sering dilakukan bisa timbulkan kerugian terhadap keuangan kamu. Tagihan yang semestinya gak besar-besar amat bisa melonjak angkanya gara sering-sering lakukan pembayaran minimum.

Perlu kamu tahu nih. Kamu sebenarnya gak perlu bayar tagihan kartu kredit tanpa bunga. Karena lakukan pembayaran minimum, utang kamu jadinya dikenakan bunga begitu dibayarkan di bulan selanjutnya.

5. Satu utang belum lunas, eh, udah mau nambah lagi

Salah siapa kalau seandainya terlena dengan utang? Seperti yang udah dikasih tahu sebelumnya. Utang itu statusnya selalu sehat selama digunakan buat tujuan yang tepat guna semisal beli aset atau jalankan usaha. Pokoknya dipakai buat tujuan-tujuan produktif. Satu utang belum lunas, eh, udah mau nambah lagi, (Ilustrasi/Shutterstock).

Jeleknya nih utang itu lebih sering digunakan buat tujuan yang konsumtif. Sekalinya digunakan terus ketagihan. Tentu aja ada keinginan buat mengambil pinjaman lagi kalau udah begitu jadinya.

Kelakuan yang seperti ini yang bikin tunggakan gak baik buat keuangan. Pasalnya, orang yang ambil rata-rata belum membereskan tagihan-tagihan sebelumnya. Makanya inilah yang menjadi penyebab bertumpuknya tagihan hingga bikin debitur menunggak yang berakhir kebangkrutan.

Itulah hal-hal yang sebaiknya kamu hindari kalau mau ambil utang. Sah-sah aja punya tunggakan asalkan kelakuan-kelakuan di atas kamu jauhi. Semoga informasi barusan bermanfaat ya! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma). 

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan