Kembali Naik, Segini Angka Utang Luar Negeri Indonesia

2 menit
Utang Luar Negeri Indonesia (Shutterstock)
Utang Luar Negeri Indonesia (Shutterstock)

Utang luar negeri Indonesia dalam beberapa waktu belakangan terus alami kenaikan. Berdasarkan data Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia saat ini mencapai US$ 395,3 miliar atau setara Rp 5.545 triliun dengan kurs Rp 14.038 per dolar AS per Juli lalu. 

Dari data tersebut, tercatat yang luar negeri Indonesia tumbuh 10,3 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya 9,9 persen. 

Bank Indonesia memaparkan, utang luar negeri Indonesia berasal dari berbagai sumber. Pertama berasal dari utang pemerintah dan bank sentral yang sebesar US$ 197,5 miliar dolar AS. Kemudian, kedua, utang swasta termasuk BUMN sebesar 197,8 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam keterangannya mengatakan, pertumbuhan utang dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto utang luar negeri dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Dengan itu, penguatan tersebut membuat utang dalam rupiah menjadi lebih tinggi dalam denominasi dolar AS. 

Persepsi Positif Investor

Selain itu, pertumbuhan utang luar negeri pemerintah meningkat karena adanya persepsi positif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

“Peningkatan tersebut didorong oleh arus masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang tetap tinggi di tengah dinamika global yang kurang kondusif,” ungkapnya.

Namun demikian, BI menegaskan, utang luar negeri Indonesia sampai dengan periode Juli lalu masih dalam batas aman, terkendali dan berstruktur sehat. 

“Pengelolaan utang pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan. Dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Adapun secara rincian, utang yang dilakukan oleh pemerintah untuk pembiayaan. Dengan porsi pembiayaan tersebut yaitu, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 19 persen dari total utang. Sektor konstruksi sebesar 16,4 persen, sektor jasa pendidikan  sebesar 16 persen.

Posisi Utang Luar Negeri Indonesia

Selain itu, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 15,2 persen dan serta sektor jasa keuangan dan asuransi  sebesar13,9 persen. 

Sedangkan untuk swasta, utang juga meningkat karena adanya peningkatan kebutuhan investasi korporasi di beberapa sektor ekonomi utama. 

Tercatat, posisi utang luar negeri swasta pada akhir Juli 2019 tumbuh 11,5 persen secara tahunan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 11,1 persen. 

Peningkatan utang luar negeri swasta bersumber dari berbagai penerbitan obligasi global yang dilakukan oleh korporasi. 

Sedangkan secara jenis usaha utang luar negeri swasta ini di sumbang oleh berbagai sektor usaha. Mulai dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap atau air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. 

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.