Dibanding Masa-Masa Sebelumnya, Utang Negara Saat Ini Emang Tinggi, Berbahayakah?

3 menit
Utang negara Indonesia (Shutterstock)
Utang negara Indonesia (Shutterstock)

Utang Indonesia kini berada di angka Rp 4.566,26 triliun. Angka ini tercatat pada akhir Februari 2019. Kalau ditelisik lebih jauh, utang negara ini meliputi pinjaman sebesar Rp 790,47 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.775,79 triliun.

Utang negara yang sebesar itu selalu ramai jadi berita karena diributkan banyak politikus. Cukup banyak politikus yang berpendapat utang Indonesia saat ini terbilang sangat besar. Malahan ada yang berkesimpulan besaran utang tersebut membahayakan negara.

Pemerintah sendiri menepis isu kalau utang yang dimiliki saat ini udah berada di taraf yang membahayakan. Sebab rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB masih terbilang aman, yaitu sekitar 29 persen.

Menarik buat diulas, seberapa besar sih utang negara di masa-masa sebelumnya? Cari tahu yuk jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Baca juga: Sebelum Menggunakan Cicilan Kredit dari Lembaga Pembiayaan, Perhatikan Dulu Hal Ini

1. Masa Soeharto, rasio utang: 57,7 persen

Utang negara di zaman Soeharto
Masa Soeharto, rasio utang: 57,7 persen (Shutterstock).

Utang negara pada masa Pemerintahan Soeharto emang gak sebesar sekarang. Besaran utangnya berada di angka Rp 551,4 triliun tahun 1998.

Walaupun gak besar, ternyata rasio utangnya terhadap PDB terbilang tinggi, sebesar 57,7 persen. Sebab waktu itu pencapaian PDB di masa Soeharto cuma Rp 955,63 triliun.

2. Masa B.J Habibie, rasio utang: 85,4 persen

Utang negara di zaman B.J Habibie
Masa BJ Habibie, rasio utang: 85,4 persen (Instagram).

Presiden BJ Habibie yang dilantik tahun 1998 menggantikan Soeharto mengalami masa yang pelik. Sebab ia mengemban tanggung jawab membawa Indonesia keluar dari jurang krisis.

Salah satu cara membangkitkan ekonomi Indonesia yang jatuh saat itu adalah dengan bantuan utang. Indonesia pun berutang sebesar Rp 938,8 triliun tahun 1999.

Dengan PDB 1.099,297 triliun, rasio utang negara di masa pemerintahan BJ Habibie mencapai 85,4 persen. Terbilang berbahaya emang, tapi Indonesia gak punya pilihan waktu itu selain berutang agar ekonominya bergerak kembali.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

3. Masa Abdurrahman Wahid, rasio utang: 77,2 persen

Utang negara di zaman Abdurrahman Wahid
Masa Abdurrahman Wahid, rasio utang: 77,2 persen (Shutterstock).

Masa pemerintahan BJ Habibie terbilang singkat. Ia menjadi Presiden kurang dari dua tahun. Habibie kemudian digantikan Abdurrahman Wahid.

Dalam masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, utang negara meningkat jadi Rp 1.271,4 triliun tahun 2001. Dari angka sebesar itu, rasio utang Indonesia ternyata mencapai 77,2 persen dengan PDB sebesar Rp 1.491 triliun.

4. Masa Megawati Soekarnoputri, rasio utang: 56,5 persen

Utang negara di zaman Megawati Soekarnoputri
Masa Megawati Soekarnoputri, rasio utang: 56,5 persen (Instagram).

Meskipun gak sebesar rasio utang di masa BJ Habibie dan Abdurrahman Wahid, rasio utang di masa Megawati Soekarnoputri yang mencapai 56,5 persen tetap harus diwaspadai. Pada 2004, utang negara tercatat sebesar 1.298 triliun.

Jelas aja rasio utang negara bisa tembus 50 persen saat itu. Sebab PDB Indonesia cuma bisa mencapai Rp 2.203 triliun.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

5. Masa Susilo Bambang Yudhoyono, rasio utang: 24,7 persen

Utang negara di zaman Susilo Bambang Yudhoyono
Masa Susilo Bambang Yudhoyono, rasio utang: 24,7 persen (Instagram).

Rasio utang cenderung menurun di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Malahan rasio utang saat masanya tersebut dinilai aman.

Emang berapa rasio utang pada masa SBY? Dengan utang sebesar Rp 2.608,8 triliun dan PDB sekitar Rp 10.542,7 triliun, rasio utang pada masa SBY berada di angka 24,7 persen.

Dari data-data yang disampaikan di atas, kita bisa melihat bahwa tingginya utang negara belum tentu dikategorikan berbahaya selama PDB Indonesia juga tinggi.

Jadi, semakin tinggi PDB yang tercipta, semakin aman utang Indonesia. Pantas aja utang negara saat ini dibilang aman karena PDB-nya tercatat lebih dari Rp 13 ribu triliun lho. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan