Pantas Aja Usaha Bisa Moncer, Ini Lho Manfaat Gunakan Strategi Viral Marketing

5 menit
Viral Marketing. (Youtube/Thai Life Insurance)
Viral Marketing. (Youtube/Thai Life Insurance)

Banyak faktor yang memengaruhi sukses atau gagalnya suatu usaha. Salah satunya adalah strategi marketing yang digunakan. Di tengah persaingan usaha yang kian ketat, ada strategi marketing yang kini populer digunakan banyak pengusaha, yaitu viral marketing.

Strategi viral marketing sendiri mulai dikenal seiring tren pemakaian internet dan social media yang makin meningkat. Apalagi, segala informasi, termasuk yang punya muatan pemasaran, mudah sekali menyebar dengan cepat melalui internet.

Dari namanya aja, kamu pasti udah bisa menebak-nebak, seperti apa viral marketing ini dijalankan. Buat memastikannya, simak dulu yuk ulasan tentang strategi marketing yang satu ini.

Apa itu viral marketing?

Apa itu viral marketing? (Shutterstock)
(Shutterstock)

Seperti yang diungkap Investopedia, viral marketing adalah strategi marketing yang dilakukan dengan menyebarkan informasi produk atau layanan melalui mulut ke mulut ataupun internet.

Simpelnya nih, pengusaha yang menggunakan strategi viral marketing berupaya agar informasi produk atau jasa yang dijualnya itu cepat menyebar luas ke orang-orang. Itulah kenapa kecepatan penyebaran informasi menjadi hal paling penting dalam viral marketing.

Strategi ini dikatakan benar-benar berhasil ketika seorang penerima informasi terdorong buat membagikan informasi tersebut kepada keluarga, kerabat, ataupun teman-temannya. Semakin besar angka penerimanya, semakin besar pula peluang strategi ini membuahkan hasil.

Sejak pesatnya penggunaan social media, viral marketing yang dulunya dilakukan dari mulut ke mulut kini dilakukan secara online. Sebab promosi atau campaign brand produk atau jasa yang dilakukan melalui media sosial dinilai efisien dan hemat bujet.

Contoh nyata efektifnya strategi viral marketing

Konten menjadi salah satu faktor suksesnya strategi viral marketing. Melalui konten, pengusaha bisa menyebarkan informasi produk atau layanannya secara berantai  di Facebook, Twitter, Instagram, hingga YouTube.

Alih-alih menampilkan secara terang-terangan maksud promosinya, ada beberapa konten viral marketing yang menyodorkan sisi human interest. Contohnya aja sebuah video dari Thai Life Insurance yang kini jumlah tayangannya telah tembus 40 jutaan.

Video Thai Life Insurance yang berjudul Unsung Hero tersebut betul-betul menguras emosi orang-orang yang menontonnya. Video tersebut mengisahkan seorang pemuda yang suka membantu orang-orang sekalipun hidupnya juga dalam kesusahan.

Begitu mendalam pesan yang disampaikan dalam video tersebut walaupun bagian akhirnya ditutup dengan promosi, orang-orang dengan senang hati membagikan video tersebut di akun Facebook, Twitter, ataupun WhatsApp milik mereka.

Gara-gara di-share sana-sini, video Unsung Hero pun menjadi viral. Bahkan, hingga saat ini masih banyak orang yang menonton video tersebut.

Di Indonesia kesuksesan viral marketing terwakili oleh video Ramadan Ramayana yang tayang di YouTube. Konsep yang disajikan video tersebut unik dan kocak ditambah dengan iringan musik dari grup Kasidah. Gak heran kalau video ini jadi perbincangan banyak netizen.

Kedua contoh di atas udah cukup menjadi bukti betapa efektifnya mempromosikan produk atau jasa dengan strategi viral marketing. Lalu, seperti apakah cara kerja viral marketing?

Begini lho cara viral marketing bekerja

Viral marketing. (Shutterstock)
(Shutterstock)

Kita bakal paham gimana viral marketing bekerja kalau tahu lebih dulu tiga hal yang mesti ada dalam strategi pemasaran ini. Asal tahu aja nih, ketiga hal tersebut yang menjadi faktor penentu kesuksesan strategi marketing ini lho.

Menurut profesor marketing Andreas Kaplan dan Haenlein Michael, ada tiga faktor penentu kesuksesan viral marketing.

  • Media penyebaran informasi yang mudah diakses semua orang.
  • Pesan yang disampaikan mudah diingat dan menggugah.
  • Lingkungan dan waktu yang tepat.

Seperti yang udah disebutkan tadi, social media menjadi media penyebaran informasi yang saat ini diandalkan dalam strategi pemasaran ini. Lewat social media, konten viral marketing bisa di-posting kapan aja dan di mana aja, seperti video, permainan, gambar, infografik, ataupun tulisan.

Di sinilah konten-konten yang di-posting harus benar-benar kreatif. Sebab kreativitas yang tercermin pada konten bisa memicu reaksi positif dari orang-orang yang melihatnya. Lebih hebat lagi kalau sampai orang-orang tersebut tergerak buat membagikannya.

Demi penyebaran yang meluas itulah, kemudian muncul ide buat menggunakan jasa influencer. Sebab dengan follower mereka yang banyak, penyebaran konten yang dilakukan influencer diperkirakan dapat memberi hasil yang signifikan.

Selain itu, strategi promosi brand produk atau layanan pun juga harus benar-benar diperhatikan. Sebagaimana yang disampaikan Cyberclick, ada dua strategi mempromosikan brand dalam konten viral marketing:

  • Bikin konten yang emang dari awal udah terlihat promosi, seperti video Ramayana.
  • Bikin konten yang promosinya dilakukan di akhir-akhir, seperti video Unsung Hero.

Khusus yang promosinya tersembunyi, kontennya sebisa mungkin dibikin hati-hati dan jangan sampai bikin orang-orang yang melihatnya tertipu. Justru hal seperti ini bisa menuai reaksi negatif dan strategi marketing ini bisa berujung kegagalan.

Pokoknya nih, apapun strategi yang dipilih, usahakan gak bikin kesan sebagai spammer ataupun mengampanyekannya secara berlebihan. Sebab siapa pun orangnya gak bakal suka dengan kampanye konten yang terlalu berlebihan, apalagi kalau sering banget masuk email.

Ini lho manfaat viral marketing buat usaha

Viral marketing. (Shutterstock)
(Shutterstock)

Bicara viral marketing, kurang lengkap rasanya kalau gak mengupas manfaat-manfaatnya. Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang didapat dengan menjalankan strategi marketing yang satu ini.

1. Biayanya rendah.

Gak seperti pasang iklan di televisi ataupun koran, viral marketing menjadi solusi dalam meminimalkan pengeluaran buat promosi. Penyebaran yang biasa dilakukan di televisi ataupun koran, kini diambil alih para pengguna media sosial.

2. Menjangkau lebih luas.

Namanya juga viral. Tentu aja tersebar luas. Apalagi viralnya di media sosial atau internet, orang-orang dari negara mana pun bisa menyaksikan konten viral marketing tanpa perlu alokasi bujet promosi ataupun lakukan upaya ekstra.

3. Penyebarannya cenderung alamiah.

Gak seperti iklan di website ataupun YouTube, penyebaran konten viral marketing bergantung sepenuhnya pada pengguna media sosial. Itulah sebabnya konten viral marketing hampir gak pernah disebut sebagai spam.

4. Terbukti efektif dalam mempromosikan brand.

Udah gak perlu diragukan lagi, cukup banyak brand yang terbantu berkat adanya strategi pemasaran semacam ini. Gak heran beberapa brand yang dulunya kurang dikenal kini menjadi terkenal karena strategi marketing ini.

Pastikan pemanfaatan viral marketing berjalan baik dengan cara-cara berikut ini

Viral marketing. (Shutterstock)
(Shutterstock)

Walaupun terlihat mudah karena cukup posting konten yang kreatif lalu tunggu hasilnya, bukan berarti gak ada cara-cara yang bisa kamu lakukan buat memastikan viral marketing berjalan dengan baik.

Dikutip dari Medium, berikut ini cara-caranya.

1. Ketahui siapa yang menjadi audiens usahamu.

Konten yang ter-posting bakal sukses kalau sampai ke audiens yang tepat. Makanya cari tahu dengan lakukan survei adalah cara mendapatkan info demografi audiens dari usahamu.

2. Bikin konten berbentuk video.

Dibandingkan dengan yang lainnya, konten berbentuk video lebih efektif digunakan dalam viral marketing. Apalagi video itu bisa menyampaikan seluruh informasi dalam 10 detik. Udah gitu orang-orang cenderung menonton ketimbang membaca. Wajar aja bila konten video lebih laku.

3. Ciptakan konten yang tetap relevan.

Adanya muatan humor ataupun cerita menyentuh hati bisa bikin konten tetap relevan ditonton hingga kapan pun. Minat orang-orang cenderung bangkit begitu menyimak konten yang lucu ataupun sedih. Makanya memasukkan unsur humor disarankan untuk pembuatan konten.

4. Pastikan konten bisa dibagikan dengan cepat.

Manfaatkan media sosial semisal Facebook, Twitter, YouTube, atau WhatsApp yang bantu penyebaran konten dengan cepat. Terus kalau konten itu di-posting di blog, pastikan tombol berbagi media sosial terlihat dan berfungsi dengan baik.

5. Posting konten secara kontinu.

Satu konten itu kurang cukup buat mempromosikan brand produk atau layanan kamu. Satu konten sukses bukan lantas bikin kamu berhenti posting konten berikutnya. Dengan bikin konten secara kontinu, kamu memastikan brand kamu tertanam kuat di benak-benak orang.

Nah, itu tadi ulasan mengenai strategi viral marketing. Menggunakan strategi ini bisa membantu kamu dalam memaksimalkan untung sekaligus mengenalkan produk ataupun layanan secara luas kepada banyak orang.

Asalkan strategi tersebut dijalankan sebagaimana mestinya. Semoga informasi yang disampaikan barusan bermanfaat ya! (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!