Visit the Heart of Borneo Menjadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Kalimantan

6 menit
Visit the Heart of Borneo Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Perbatasan

Visit the Heart of Borneo (HoB) yang diinisiasikan oleh tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam kembali digencarkan. Kampanye kali ini mengangkat tema ‘Jantung Kalimantan Tempat Kekayaan Keanekaragaman Hayati dan Budaya Menyatu’ memiliki nilai untuk meningkatkan kunjungan wisatawan perbatasan.

Wisatawan perbatasan atau cross border ditujukan ke negara tetangga terdekat yakni Malaysia dan Brunei. “Kalimantan merupakan destinasi wisata sangat strategis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari perbatasan,” kata Deputi Pemasaran I, Rizky Handayani dalam jumpa pers HoB di Kementerian Pariwisata, Selasa (19/3).

Dia menambahkan pariwisata lintas batas atau cross border tidak mengenal waktu karena jarak yang cukup pendek. “Bahkan akses masuk saat ini sudah lebih mudah ketimbang sebelumnya. Di Kalimantan Barat misalnya, pemerintah sudah perkuat dengan beberapa PLBN (Pos Lintas Batas Negara) sebagai pintu masuk wisatawan. Kita harus menguatkan area tersebut yang memiliki potensi wisata lintas batas demi meningkatkan kunjungan wisman,” kata dia.

Selain itu, tujuan utama diselenggarakan dari kegiatan ini adalah untuk penguatan ekowisata. Selain itu juga bertujuan untuk menjaga kesehatan hutan Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia.

Kunjungan wisman lintas batas dari seluruh wilayah di Tanah Air (Kalimantan, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Papua) diharapkan akan memberikan kontribusi sekitar 20 persen. Angka tersebut berdasarkan target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia tahun ini.

Pulau Borneo, dijelaskan lebih lanjut, merupakan pulau terbesar nomor tiga di dunia. Memiliki sekitar enam persen keanekaragaman hayati dunia. Di area hutan tropisnya terdapat spesies flora dan fauna yang mencapai ribuan variasi. Termasuk bunga raflesia dan beberapa fauna endemik seperti orang utan, gajah borneo (gajah mini atau terkecil di dunia) dan kera proboscis.

“Daya tarik wisata di kawasan Jantung Kalimantan sebagian besar masih natural,” papar Rizky.

Baca juga: Jalan-Jalan ke Singapura, Jangan Lupa Kunjungi Pusat Belanja Murah Ini Ya!

Kawasan Jantung Kalimantan (HoB) merupakan sumber kehidupan

Suku Dayak di pedalaman Kalimantan (Shutterstock).

Sementara itu, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Prabianto Mukti Prabowo menambahkan selain keanekaragaman hayati, kawasan ini juga merupakan sumber kehidupan bagi 1 juta masyarakat adat.

“Mereka setia pada kearifan lokal dalam pengelolaan hutan, juga melakukan upacara secara reguler untuk memohon petunjuk dan ucapan syukur. Area ini sangat kuat dari sisi budaya dan masyarakat adat,” kata dia yang juga selaku pimpinan dari Kelompok Kerja Hob di Indonesia.

Ia juga menambahkan masyarakat adat di Kalimantan antara lain suku Dayak dan Melayu. Mereka sangat berpegang teguh pada kepercayaan masing-masing. Menjaga dan mengelola hutan secara bijaksana adalah hal yang dipegang teguh.

“Inisiasi HoB mendukung penuh kepercayaan ini. Juga membantu kegiatan ekowisata masyarakat karena merupakan mata pencaharian yang potensial,” kata dia.

HoB membantu penguatan kapasitas dan promosi pariwisata

Pedalaman hutan Kalimantan (Shutterstock).

Inisiasi tiga negara ini membantu penguatan kapasitas, promosi, publikasi dan pemasaran program wisata. Termasuk wilayah Kalimantan, Indonesia. Sementara itu dalam pelaksanaannya WWF Indonesia juga mendukung inisiasi ini. Mereka bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengampanyekan Visit the HoB.

Selain itu, WWF – HoB juga sebagai program peningkatan pengetahuan bagi beberapa tur operator di wilayah Kalimantan. “WWF-HoB memasarkan kegiatan di tingkat internasional melalui partisipasi di ITB Berlin. Selain itu juga mendukung penguatan tur operator dan masyarakat lokal dalam pengembangan paket wisata berstandar ekowisata,” papar Chief Officer WWF Indonesia Rizal Malik.

Ia menambahkan, potensi wisata di Kalimantan sendiri sangat kuat. Wisman maupun wisnus dapat menikmati keanekaragaman hayati dan budaya yang menyatu. “Selain itu juga wisatawan akan mendapatkan banyak manfaat untuk belajar mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Serta latihan dalam membuat produk lokal seperti anyaman,” kata dia.

Kampanye Visit the Heart of Borneo merupakan kegiatan multi tahun untuk mempromosikan dan mempublikasikan kekayaan alam serta budaya di Kalimantan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari TFCA (Tropical Forest Conservation Act) Kalimantan dan beberapa tur lokal.

Baca juga: Pengin Liburan Mewah Tapi Gak Menguras Kantong? Begini Caranya

Kendala pariwisata di Kalimantan Utara

Orang Utan (Shutterstock).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengatakan bahwa kendala pariwisata paling besar adalah infrastruktur. “Selain itu juga konektivitas antar negara yang masih sangat terbatas. Sehingga Kalimantan ini masih belum banyak dikunjungi oleh wisatawan,” kata dia.

Untuk penerbangan sendiri juga belum cukup banyak. Meski pembangunan infrastruktur transportasi udara dan darat sudah mulai dibangun, namun masih membutuhkan waktu yang lama dan biaya besar.

Penerbangan dari Bandara Juwata Internasional – Tarakan baru dilayani maskapai penerbangan Batik Air, Lion Air, Wings Air, MASwings, Sriwijaya Air, dan Susi Air. Harga tiket sendiri menurut situs Traveloka,

Kelemahan lain ada di ketersediaan akomodasi penginapan. Untuk hotel bintang lima belum ada sama sekali. “Baru ada hotel bintang empat, yakni Swiss Bell Hotel di Tarakan. Biaya transportasi juga mahal karena harus carter. Jadi saya kira itu juga menjadi kelemahan,” tutup dia.

Objek wisata di Kalimantan Utara

Hutan di pedalaman Kalimantan (Shutterstock).

Provinsi Kalimantan Utara baru berdiri sejak 22 April 2013 silam. Meski baru berjalan kurang lebih enam tahun, provinsi ini gak bisa dipandang remeh soal destinasi wisata.

Gak cuma terkenal akan jantung Borneonya saja, ada beberapa objek wisata yang sayang jika diabaikan begitu saja. Melansir laman KSMTour berikut ulasannya.

1. Pantai Tanah Kucing

Pantai Tanah Kuning merupakan wisata alam bahari yang cukup populer. Terletak di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara pantai ini banyak dikunjungi wisatawan lokal.

Untuk bisa sampai ke pantai ini, kamu bisa memilih berbagai alternatif jalan, mau melalui darat, laut atau melalui sungai. Pantai Tanah Kuning memiliki air yang bersih dan seolah kebiruan menyatu dengan warna langit. Pasirnya yang putih bersih akan tampak indah bila terkena pancaran sinar matahari. Selain dapat menikmati semua keindahan yang ditawarkan, setiap wisatawan juga akan mendapatkan sambutan yang ramah dari penduduk sekitar.

2. Gunung Putih

Gunung Putih berlokasi di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Disebut Gunung Putih karena gunung ini merupakan gunung kapur berwarna putih yang sangat indah dengan relief-relief yang alami bak pahatan seorang seniman.

Keindahannya memang sangat alami. Kamu bakal disuguhi pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Ada sungai kecil di sisi gunung, kemudian bebatuan yang ukuran cukup besar serta pemandangan hijau yang menyenangkan. Selain menjadi tempat wisata, Gunung Putih juga seringkali dijadikan sarana olahraga oleh masyarakat setempat.

3. Pantai Amal

Terletak di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Pantai Amal selalu ramai dikunjungi. Baik wisatawan setempat maupun dari luar Kalimantan. Saat sedang cerah, keindahan alam pantai ini akan nampak sangat jelas.

Tempat Wisata ini memiliki keindahan air laut yang biru dengan pasirnya yang coklat. Di kanan kirinya membentang luas lambaian pohon kelapa yang menyejukkan mata. Selain menyajikan keindahan alam, ada hal lain yang gak boleh kamu lewatkan saat berada di pantai ini. Pantai Amal mempunyai kuliner khas yang patut dicicipi, yaitu kapah.

4. Air Terjun Gunung Rian

Dinamakan Air Terjun Rian karena lokasinya terletak di Kampung Rian, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tanah Tidung (KTT), Kalimantan Utara. Tempat Wisata ini memberikan suguhan alam yang begitu indah, dengan air jernih yang mengalir memberikan nuansa kesegaran yang luar biasa.

Di sekeliling air terjun merupakan hutan tropis dengan vegetasi yang beragam. Air Terjun Rian ini tingginya sekitar 90 meter sampai ke puncaknya dan jatuh melalui bebatuan terjal gunung rian yang terdiri dari 7 tingkatan, namun hanya tingkat 1 dan 2 saja yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

5. Hutan Lindung

Kalimantan Utara juga memiliki sebuah hutan lindung yang eksotis. Hutan Lindung Sungai Sesayap ini bisa kamu eksplore dengan mengunjungi Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara.

Tempat Wisata alam di Tanah Tidung ini dapat dinikmati dengan berlayar di Sungai Sesayap menggunakan perahu yang disediakan penduduk disana. Keindahan pemandangan alam dan pepohonan rimbun yang tumbuh subur hingga dapat dinikmati di sepanjang sungai saat kamu berlayar.

Cara ke Kalimantan Utara

Untuk mengunjungi provinsi ini, kamu akan menempuh perjalanan cukup panjang. Memiliki ibu kota bernama Tanjung Selor dan berada di wilayah Bulungan, bandara yang ada belum sebesar Juwata International Airport yang ada di Tarakan.

Kalau mau pergi ke Bandara Tanjung Harapan Bulungan, kamu harus menerima kenyataan bahwa belum ada penerbangan yang langsung. Semua transit satu kali di Balikpapan selama tiga jam. Itu pun dilayani maskapai penerbangan Batik Air dari Bandara International Soekarno Hatta ke Bandara Sepinggan di Balikpapan. Kemudian kamu harus naik pesawat jenis ATR, wings air untuk bisa sampai ke Bulungan.

Biayanya sendiri Rp 2,5 juta dengan waktu tempuh enam jam 30 menit. Kalau kamu enggan transit, bisa memilih penerbangan ke Juwata International Airport. Biayanya juga jauh lebih murah yakni Rp 1,5 juta dengan waktu tempuh dua jam 30 menit. Selanjutnya kamu bisa mencari informasi dimana letak penyewaan kendaraan yang akan membawamu jalan-jalan.

Nah itu tadi beberapa referensi destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi di Kalimantan Utara. Jangan cuma sekedar jalan-jalan saja ya, tapi kamu juga harus menjaga lingkungan disana. Visit the Heart of Borneo diharapkan mampu menjaring kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing sebanyak-banyaknya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be