Hati-Hati, Jangan Mudah Percaya Iklan Bank, Asuransi, Investasi Seperti Ini!

2 menit
Ilustrasi Iklan TV (Shutterstock)
Ilustrasi Iklan Layanan Jasa Keuangan (Shutterstock)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegeluarkan aturan terbaru mengenai iklan Layanan Jasa Keuangan (LJK) di Indonesia. Aturan ini diberlakukan agar LJK tidak membuat iklan yang menyesatkan atau membohongi publik atau masyarakat.

Selain itu, LJK juga dilarang menyematkan kata gratis dalam iklan mereka jika ada syarat dan ketentuan dibalik iklan tersebut.

Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sardjito mengatakan, OJK sebagai otoritas yang mengawasi LJK juga mengawasi perilaku LJK. Termasuk juga dalam memasarkan produknya melalui iklan.

Menurutnya, aturan mengenai iklan ini sudah sangat jelas diatur dalam pedoman beriklan pada Pasal 28 Bab 6 dalam UU OJK. Adapun iklan yang diatur adalah iklan langsung dan iklan tidak langsung.

OJK selain sebagai pengawas yang mengawasi kesehatan sektor jasa keuangan, kita juga awasi mengenai perilaku jasa keuangan dalam membuat produk dan memasarkannya,” kata Sardjito di Jakarta.

Dalam memasarkan produknya LJK harus membuat iklan yang jelas, akurat, jujur, dan tidak menyesatkan. Dari sisi informasi, iklan LJK harus memuat mengenai manfaat produk, biaya, risiko serta syarat dan ketentuan dengan jujur.

“Informasi dalam iklan tidak menimbulkan perbedaan penafsiran antara konsumen dan atau masyarakat dengan LJK,” tambahnya.

Kriteria Wajib Iklan LJK

Dari sisi kriteria, iklan LJK perlu memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Mulai dari penggunaan kata superlatif wajib dan disertai referensi yang kredibel.

Kemudian, penyajian kinerja masa lalu dan proyeksi kinerja kedepan dilarang menjanjikan keberhasil dan penggunaan data riset wajib mencantumkan sumber yang independen.

“Bahasa mudah dipahami. Jika mencantumkan tautan, wajib diinformasikan secara langsung dan spesifik. Wajib mencantumkan logo OJK dan pernyataan terdaftar dan diawasi oleh OJK,” ujarnya.

Selain itu, kriteria tidak menyesatkan dengan tidak menggunakan kata-kata atau kalimat yang tidak benar dan menimbulkan arti ganda.

“Dilarang menggunakan kata gratis jika disertai upaya tertentu. Dilarang menggunakan kata berlebihan. Kesaksian konsumen atau testimoni wajib disampaikan secara jujur,” jelasnya.    

Tak hanya itu, iklan LJK juga dilarang diperankan oleh anak di bawah umur 7 tahun, pejabat negara dan tokoh agama. Konten iklan juga dilarang menjatuhkan produk saingan lain serta tidak memuat unsur plagiarisme.

“Jika tidak sesuai dengan prinsip itu, laporkan ke kita.  Kita tegur ke perusahaan eh itu (iklan) hentikan, itu kita bisa itu, kalau dablek terus ya kasih sanksi. Prinsipnya kita agar masyarkaat memahami produk  jasa keuangan tadi dengan prinsip akurat, jujur, jelas dan tidak menyesatkan,” tegasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.