Glamorous Camping Dikembangkan di Danau Toba Seiring Pembangunan Infrastruktur Pariwisata

3 menit
Wisata Danau Toba Makin Lengkap dengan Glamorous Camping (Dok: Kemenpar).

Glamorous Camping atau Glamping segera dikembangkan di destinasi wisata Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Hal itu seiring percepatan pembangunan infrastruktur pariwisata di wilayah itu.

Dalam pertemuan antara Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dengan Menteri Koordinator (Kemenko) Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di The Kaldera Toba Samosir, Menpar Arief menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan infrastruktur serta penyediaan utilitas dasar di kawasan ini. 

“Kita pastikan peluncuran Groundbreaking Glamorous Camping atau Glamping akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2019,” ujar Menpar Arief Yahya.

Komitmen serupa juga disampaikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. “Wilayah ini punya potensi wisata yang besar, sehingga nantinya kita bisa buka lapangan kerja sebanyak mungkin,” jelas Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Masyarakat di Kawasan Danau Toba Makin Antusias

Wisata Danau Toba
Menpar Arief Yahya dalam kunjungannya ke Danau Toba (Dok: Kemenpar)

Antusiasme juga terlihat dari respon aktif masyarakat di kawasan Danau Toba terkait program pemerintah memajukan wisata daerah ini. Misalnya saja saat Menpar Arief Yahya berkunjung ke Desa Lumban Bulbul Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Masyarakat mulai menyadari pentingnya amenitas yang baik. Hal ini tercermin dari semakin banyaknya jumlah homestay yang tersedia. Tercatat ada sekitar 17 homestay dan 70 kamar di desa dengan Pantai Pasir Putih yang memesona ini. 

Namun Menpar Arief Yahya kembali mengingatkan bahwa tidak cukup hanya mengandalkan amenitas berkualitas semata. Masyarakat juga harus menonjolkan diferensiasi budaya sehingga menarik minat para wisatawan.

“Alam di sini sangat bagus, paduan gunung dengan danau yang indah. Untuk Desa Bulbul saya sarankan jadi pusat kuliner khas seperti di Jimbaran Bali. Kemenpar akan membantu cara pengemasan kulinernya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Hal serupa juga disampaikan Menpar Arief Yahya kepada warga Desa Wisata Jangga Dolok, Toba Samosir. Selain meninjau revitalisasi rumah adat Batak dengan arsitektur nusantara yang unik, Menpar Arief Yahya juga berpesan agar masyarakat turut serta membangun rencana memajukan wisata desa.

Menpar Arief Yahya menyampaikan komitmennya kepada masyarakat Desa Jangga Dolok. “Pembuatan master plan untuk desa ini akan dibantu oleh BOP Danau Toba. Hal ini akan dilakukan secara paralel dengan revitalisasi desa adat,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pemerintah Bangun Fasilitas Tambahan

Wisata Danau Toba
Bandara Sibisa (Dok: Kemenpar).

Sementara itu, dari segi aksesibilitas, pemerintah mulai melirik pembangunan fasilitas tambahan seperti terminal dan penambahan panjang runway Bandara Udara Sibisa yang berada sekitar 4 kilometer dari The Kaldera. 

Pada kunjungan ini, Menpar Arief Yahya juga menyampaikan kabar baik terkait upaya pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu UNESCO Global Geopark (UGG). 

“Danau Toba kini (secara de facto) sudah masuk sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Perjuangan yang tidak mudah karena pernah dua kali gagal. Pencapaian ini menegaskan kalau Danau Toba punya atraksi kelas dunia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Lembah Eksotis, The Caldera

Wisata Danau Toba
Lembah eksotis, The Caldera (Dok: Kemenpar)

Ada yang baru dari pariwisata Danau Toba, yakni lembah eksotis The Caldera Toba Nomadic Escape yang telah diresmikan pada April lalu. Menurut Ketua Tim Percepatan Nomadic Kementerian Pariwisata, Waizly Darwin, The Caldera merupakan amenitas wisata kembara atau nomadic tourism yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba atau BPODT. 

“The Caldera Toba Nomadic Escape ini terletak di Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir,” kata Waizly Darwin, dalam keterangan tertulis yang diterima. 

Disini, kamu akan terpesona dengan pemandangan eksotis Desa Wisata Sigapiton yang berada di lembah bawah The Caldera. Ditambah lagi, keindahan alam dari titik yang diapit bukit di sebelah kanan dan kiri, serta pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir di kejauhan.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan pelbagai fasilitas menarik seperti, Kaldera Amphitheatre berkapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, dan Kaldera Hill. Ada pula amenitas berupa 15 Tenda Belt, 2 Cabin, 2 Tenda Bubble, 1 Ecopod, dan area parkir untuk Camper Van.

Kiranya, kawasan ini dapat menampung 50 wisatawan yang tertarik menginap di fasilitas glamping yang telah tersedia. Segmen utama dari objek wisata ini memang wisatawan milenial dan para nomad. Seiring berkembangnya zaman, era milenial saat ini dianggap potensial untuk menyampaikan informasi terutama pariwisata. 

Untuk sampai di The Caldera, kamu perlu menempuh perjalanan selama sekitar 20 menit dengan kendaraan bermotor dari Kota Parapat. Jika melalui Bandara Silangit, kamu akan menempuh perjalanan selama 2 jam. Adapun dari Bandara Sibisa yang saat ini sedang dalam pengerjaan, hanya sekitar 10 menit berkendara. (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be