Nias Pro International Surfing 2019 Suguhkan Atraksi Ombak Kanan Terbaik di Dunia

3 menit
Wisata Nias Makin Berkelas! Sajikan Atraksi Ombak Kanan Terbaik
Wisata Nias Makin Berkelas! Sajikan Atraksi Ombak Kanan Terbaik (Dok: Kemenpar).

Kejuaraan selancar internasional atau Nias Pro International Surfing yang diselenggarakan di Pantai Sorake, Nias Selatan, Sumatera Utara telah usai. Event ini menyuguhkan atraksi salah satu ombak kanan (right hander) terbaik di dunia yang paling dicari oleh para peselancar.

Untuk merasakan ombak kanan yang besar di pantai ini tidaklah mudah. Para peselancar harus terlebih dahulu mengayuh papan selancar ke bagian tengah pantai. Maka duduk sambil mengamati datangnya ombak menjadi kegiatan yang umum dilakukan. Ombak Pantai Sorake akan mulai meninggi dari tengah lalu mengarah ke kanan hingga menepi ke bibir pantai. 

Perwakilan (world surf league) WSL Indonesia Tipi Jabrik di Pantai Sorake mengatakan, potensi ombak di Nias seperti tambang emas yang tidak akan pernah habis bila terus dilestarikan. Terlebih Sorake memiliki salah satu ombak kanan terbaik di dunia yang dicari para surfer.

“Nias punya salah satu right hander terbaik di dunia, tingginya bisa sampai 4 meter, lalu ada lagi G-Land di Banyuwangi itu left hander juga, ini potensi wisata yang harus dikembangkan, ibarat ombak di Nias itu gold mine,  potensi untuk menyejahterakan masyarakat sangat besar,” kata Tipi Jabrik.

Tipi yang juga salah satu surfer terbaik di Tanah Air mengakui potensi wisata bahari dari olahraga selancar sangatlah besar. Bahkan bila dibandingkan dengan jenis sport tourism lain, selancar memberikan dampak langsung ke masyarakat dan efek positifnya sangat besar.

“Bila dibandingkan dengan kejuaraan olahraga sepeda internasional di Indonesia, surfing yang paling memberikan dampak signifikan bagi masyarakat langsung. Saat event, spending mereka lumayan besar. Mereka tinggal selama 10 hari dan rata-rata mengeluarkan uang 100 dolar AS per hari. Setelah pertandingan surfing semisal di Nias ini, masih banyak para surfer yang akan datang kembali kesini,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah pusat atau daerah untuk bersama-sama menggali potensi wisata bahari khususnya untuk olahraga surfing. Selain itu, investasi untuk mengembangkan surfing di Indonesia juga terbilang minim bahkan tidak ada sama sekali. 

“Ombak sudah ada, wisatawan datang ke pelosok Indonesia selama ada ombak. Untuk itu, pemerintah daerah atau pusat harus memilih waktu yang tepat untuk menyelenggarakan event olahraga selancar internasional ini,” katanya.

Baca juga: Sail Nias 2019 Dorong Sumut Jadi Gerbang Destinasi Wisata Bahari Kelas Dunia

Nias Pro International Surfing jadi rangkaian dari Sail Nias

Wisata Nias
Nias Pro International Surfing 2019 (Dok: Kemenpar).

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Area I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Nias Pro International Surfing yang menjadi rangkaian dari Sail Nias ini harus didukung secara serius karena potensi wisata bahari yang besar ada di dalamnya.

“Kejuaraan ini bukan kejuaraan main-main. Ini benar-benar sangat bergengsi. Karena para atlet datang dari berbagai negara dan tinggal lama di sini. Dan event ini harus didukung serius oleh stakeholder pariwisata lainnya,” kata Dessy. 

Nias Pro International Surfing ini diikuti 102 peserta laki-laki dan 24 peserta perempuan yang berasal dari 15 negara. Para peserta dibagi dalam dua kategori. Yaitu Man Qualifying Series (QS) 3000 dan Women Qualifying Series (QS) 1000.

Nias Pro International Surfing telah berlangsung hingga 15 September 2019 kemarin. Para peserta memperebutkan total hadiah sebesar 80 ribu dolar AS. Dengan pembagian untuk kategori Man sebesar 75 ribu dolar AS dan kategori Women sebesar 5 ribu dolar AS. 

Baca juga: Pemerintah Pastikan Pembangunan Infrastruktur di 5 Destinasi Super Prioritas Pariwisata Dipercepat

Cara pergi ke Nias

Wisata Nias
Nias Pro International Surfing 2019

Banyak cara untuk bisa pergi ke Nias. Salah satunya dengan menggunakan pesawat terbang. Nias memiliki bandara yang setiap hari sudah melayani penerbangan dari Jakarta, Medan dan Padang. Penerbangan Jakarta-Gunungsitoli sudah dilakukan sebanyak tiga kali dalam seminggu dalam dua jam 20 menit. Untuk harga paling murah dengan maskapai penerbangan Batik Air lanjut dengan Wings Air Rp 1.900.000.

Sedangkan Medan-Gunungsitoli 6-7 kali per hari dengan waktu tempuh hanya 50 menit dengan pesawat ATR. Untuk biayanya sendiri sebesar Rp 754 ribu menggunakan maskapai Wings Air.

Juga dari Padang-Gunungsitoli satu kali sehari dalam satu jam saja. Untuk biayanya dibanderol Rp 683 ribu terbang langsung menggunakan Wings Air. Dan terakhir dari Padang-Tello-Gunungsitoli-Sibolga sebanyak tiga kali seminggu. Begitu juga untuk transportasi laut dilayani dengan rute pelayaran Gunungsitoli-Sibolga setiap hari dengan menempuh perjalanan delapan jam.

Saat ini Bandar Udara Binaka dikembangkan dengan panjang landasan pacu 2.200-2.500 meter dan lebar 30 meter. Sehingga baru bisa didarati pesawat Bombardier CRJ 1000 berkapasitas 100 penumpang.

Sementara untuk menjadi bandara internasional harus memiliki panjang landasan 2.500 meter, lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban 56 PCN. Hal itu untuk bisa menjadikan bandara ini didarati oleh jenis pesawat Boeing 737-800.

Dengan beroperasinya bandara yang ada, tentu wisata Nias semakin terbuka lebar untuk wisatawan baik asing maupun lokal. Yuk kita ke Nias! (Editor: Winda Destiana Putri).

Winda Destiana
Winda Destiana

No place is ever bad as they tell you its going to be