Jelajahi Sungai hingga Belajar Budaya Suku Dayak, Ini 5 Spot Wisata di Palangkaraya

4 menit
Jelajahi Sungai hingga Belajar Budaya Suku Dayak, Ini 5 Spot Wisata di Palangkaraya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Membahas wisata Palangkaraya sepertinya sangat tepat lantaran kota ini digadang-gadang pengganti Jakarta sebagai ibu kota. Karena popularitasnya kini tengah meroket usai menjadi pembahasan sebagai salah satu kandidat terkuat pengganti ibu kota Indonesia.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Joko Widodo kembali melontarkan wacana pemindahan pusat pemerintahan. Bahkan di dalam Instagram pribadinya, Jokowi menyebut bahwa beban Jakarta sudah terlalu berat.

Kota metropolitan yang pada penduduk ini telah memikul beban pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Mantan Walikota Solo itu pun mengkhawatirkan tentang kapasitas Jakarta di masa yang akan datang.

Di masa pemerintahan Jokowi, wacana seperti ini sebenarnya telah dikemukakan sejak 2017 silam. Tapi kemudian seolah lenyap gak ada kejelasan, hingga akhirnya wacana tersebut kembali dilontarkan.

Bahkan Jokowi sudah mengadakan rapat dengan para Menteri Kabinet Kerja membahas kemungkinan wacana ini terealisasi. Intinya, pemerintah saat ini menginginkan pemindahan pusat pemerintahan di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan.

Nah, tahun lalu juga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah melakukan survei pemetaan kesiapan lahan dan kondisi tanah di Kalimantan Tengah salah satunya Palangkaraya. Itu sebabnya mengapa Palangkaraya digadang-gadang menjadi kandidat terkuat pengganti Jakarta.

Sebelum lebih jauh membahas tentang wisata Palangkaraya, ada baiknya mengenal singkat tentang berdirinya kota ini.

Baca juga: Ada yang Rp 200 Jutaan Semalam, Ini 4 Kamar Hotel Termahal di Jakarta

Sekilas tentang Palangkaraya

Wisata Palangkaraya
Pemandangan kota Palangkaraya dari ketinggian yang terlihat indah, (Ilustrasi/Shutterstock).

Palangkaraya merupakan Ibu Kota dari Kalimantan Tengah. Sejarah terbentuknya telah dijelaskan secara singkat di website resmi mereka.

Berdirinya kota ini berbarengan dengan terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 1957. Presiden Soekarno sendiri yang meletakkan tiang pertama penanda pembangunan Kota Pahandut, tepatnya pada 17 Juli 1957. Lokasi tiang tersebut kemudian dijadikan lokasi Tugu Ibu Kota Kalimantan Tengah Pahandut atau yang kini disebut Tugu Soekarno.

Tugu tersebut terdiri dari 17 tiang pancang dan juga monumen obor api di tengahnya. Jumlah 17 itu melambangkan Kemerdekaan Indonesia dan juga senjata buat berperang, sementara tugu api di tengahnya menggambarkan semangat kemerdekaan dan membangun. Pada tahun 1958, kemudian Pahandut berganti nama menjadi Palangkaraya.

Penduduk yang mendiaminya pun beragam dari berbagai suku, namun karena terletak di Kalimantan, maka mayoritas dihuni oleh Suku Dayak. Sementara mata pencaharian sebagian besar penduduk sebagai pekerja industri pertanian.

Baca juga: Siap Bersaing dengan Rush dan Terios, DFSK Glory 560 Dijual Mulai dari Rp 189 Jutaan Aja

Spot wisata Palangkaraya

Wisata Palangkaraya
Suku Dayak yang bakal banyak kamu temui saat bertandang ke Palangkaraya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Wisata Palangkaraya memang tidak sefavorit dan terkenal seperti kota-kota besar lainnya, tapi banyak spot-spot menarik yang layak buat dikunjungi. Karena kota ini masih banyak dikelilingi hutan lindung, jadi wajar saja kalau lokasi wisatanya banyak yang bernuansa alam. Penasaran mana saja?

1. Danau Tahai

Inilah salah satu spot wisata Palangkaraya yang paling banyak dikunjungi. Padahal lokasi ini lubang bekas penambangan pasir, yang kini telah terisi oleh air hujan.

Masyarakat sekitar pun berinisiatif menyulapnya menjadi tempat wisata dengan beraneka ragam fasilitas hiburan buat keluarga. Kalian bisa menjelajah danau menggunakan sepeda air, berfoto-foto ria di jembatan gantung, berkaraoke bersama keluarga, atau sekadar santap hidangan khas di rumah makan yang tersedia. Pokoknya komplit deh!

Lokasi: Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya

2. Arboretum Nyaru Menteng

Masih di Kelurahan Tumbang Tahai, kamu bisa berkunjung ke Arboretum Nyaru Menteng. Lokasi ini merupakan hutan konservasi yang dikelola oleh yayasan Borneo Orangutan Survival.

Area seluas 65 hektare ini dibangun pada tahun 1988 ini menjadi tempat penangkaran bagi beragam fauna, seperti orangutan, ular, monyet, dan berbagai jenis burung.

Gak fauna tapi juga ada beragam flora cantik yang bisa menyegarkan mata. Setidaknya ada 139 jenis spesies tumbuh-tumbuhan yang digolongkan ke dalam 43 famili. Cocok banget buat kamu yang doyan main di alam lepas.

3. Wisata susur sungai

Pemerintah Palangkaraya ternyata juga memanfaatkan sungai sebagai potensi wisata. Mereka menyediakan paket wisata menyusuri sungai dengan rute yang berbeda-beda.

Pilihan rute yang bisa dipilih para wisatawan adalah rute pemancingan, wisata atraksi burung elang, wisata orangutan.

Kalau rute pemancingan, kalian akan dibawa keliling ke Danau Tundai hingga Sungai Rungan. Rute wisata atraksi burung elang tepatnya ada di Sungai Kahayan, dan yang terakhir ruta wisata orangutan lokasinya ada di Pulau Kaja Tangkling.

Kapal yang digunakan buat keliling pun telah dibekali dengan fasilitas lengkap. Ada dobel kabin, kamar mandi, dapur, ruang makan, dan tempat duduk-duduk untuk menikmati pemandangan.

4. Museum Balanga

Wisata Palangkaraya kali ini cocok banget buat kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang suku asli Kalimantan, Suku Dayak. Di sini ada beragam benda-benda bersejarah hingga dokumentasi langka soal sejarah kehidupan, budaya, dan warisan leluhur, hingga alat-alat tradisional yang biasa digunakan Suku Dayak.

Lokasi: Jalan Tjilik Riwut KM 2,5, Palangkaraya.

5. Rumah Betang

Kecanggihan teknologi dan perkembangan zaman yang begitu cepat gak bisa dipungkiri telah menggerus kebudayaan. Gak cuma pola interaksi saja yang berubah, tetapi juga aset kebudayaan ikut lenyap karena zaman.

Hal ini terjadi pada rumah adat di berbagai daerah termasuk rumah adat Suku Dayak atau yang disebut rumah betang.

Kini, sudah jarang Suku Dayak yang menggunakan rumah betang. Tapi, buat kamu yang penasaran, kamu bisa mengunjungi ke Museum Rumah Betang yang terletak di Jalan D.I Penjaitan.

Di sini kalian bisa melihat contoh rumah betang yang asli dan masih dipertahankan hingga kini. Cocok banget kamu kunjungi, biar gak lupa bahwa Suku Dayak juga memiliki rumah adat.

Nah, itu tadi lima spot wisata Palangkaraya yang menarik. Meskipun belum jelas apakah Ibu Kota Indonesia bakal pindah ke sana atau tidak, gak ada salahnya kamu buat mengunjunginya terlebih dahulu. Masa berwisata harus kudu nunggu pemindahan ibu kota dulu sih. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.