Menjalani Hidup sebagai Yatim Piatu, Kini 3 Sosok Ini Berubah Nasib Jadi Miliarder

3 menit
Larry Ellison yatim piatu yang jadi miliarder (Shutterstock)

Sedih rasanya kalau mendengar kisah orang yang bernasib sebagai yatim piatu sejak kecil. Ketidakhadiran orangtua membuat orang-orang yang bernasib yatim piatu harus berjuang sendirian agar dapat terus melanjutkan hidupnya. 

Namun, nasib sebagai yatim piatu bukan lantas memupuskan harapan menjadi orang sukses atau bahkan miliarder. 

Sudah ada banyak bukti kalau orang-orang yang sukses dan supertajir saat ini dulunya pernah punya pengalaman menjalani hidup sendiri tanpa pernah merasakan kehadira orangtua.

Nah, dalam ulasan kali ini, MoneySmart mau mengajak kamu berkenalan dengan sosok-sosok miliarder berstatus yatim piatu yang sukses mengubah nasibnya from nothing to something

Siapa saja mereka? Berikut ini ulasannya:

1. Larry Ellison – US$ 69,5 miliar

Larry Ellison

Sosok miliarder dunia satu ini dikenal sebagai pendiri Oracle Corporation, perusahaan software yang menawarkan teknologi basis data dan sistem rekayasa Cloud, termasuk sistem manajemen basis data.

Namun, gak disangka, di balik kesuksesannya Larry Ellison menjalani kisah sebagai yatim piatu pada masa kecilnya. Ellison lahir pada 17 Agustus 1944 dari seorang ibu tunggal bernama Florence Spellman.

Saat berusia baru sembilan bulan, Larry Ellison terserang pneumonia. Alih-alih merawatnya hingga sembuh, ibunya malah memberikan Ellison kepada bibi dan pamannya buat menjadi anak adopsi.

Sejak itulah Ellison menjalani hidupnya sebagai anak angkat dari paman, dan bibinya. Nama Ellison pun yang diambil dari nama tempat, yaitu Ellis Island yang menjadi tempat di mana pamannya yang adalah imigran Rusia masuk ke Amerika Serikat.

Meski dibesarkan oleh orangtua angkat, perjalanan hidup Larry Ellison gak mulus-mulus amat. Ellison pernah gak menyelesaikan kuliahnya di dua universitas. 

Pertama, dia gak menyelesaikan kuliahnya di University of Illinois karena ibu angkatnya meninggal. Kedua, dia gak menyelesaikan kuliahnya di University of Chicago.

Dalam karier, Larry Ellison kerap berpindah-pindah pekerjaan. Dia pernah bekerja di Wells Fargo dan Amdahl. Namun, dari situ, dia belajar dan mengembangkan keterampilan komputer dan pemrogramannya.

Dengan pengalaman dan modal yang dimilikinya, Larry Ellison bersama Bob Miner dan Ed Oates mendirikan perusahaan teknologi bernama Software Development Laboratories pada tahun 1977. Perusahaan inilah yang kemudian kelak menjadi Oracle Corporation.

Oracle Corporation berkembang pesat hingga terdaftar di bursa saham dan menjelma menjadi perusahaan besar. Kesuksesan Oracle Corporation turut membuat Larry Ellison ikut sukses dan menjadi miliarder dengan kekayaan US$ 69,5 miliar atau Rp 985 triliun.

Baca juga: Bukan Hoax, Ini 6 Kebiasaan Miliarder Dunia yang Bikin Mereka Sukses

2. Li Ka-shing – US$ 27,3 miliar

Li Ka-shing (Wikimedia)

Miliarder satu ini dianggap sebagai pebisnis paling berpengaruh di Asia. Li Ka-shin pernah menjabat sebagai chairman di Cheung Kong Holdings.

Cheung Kong Holdings adalah induk perusahaan yang didirikan tahun 1950-an yang bermula dari produsen plastik kemudian menggarap banyak bisnis. 

Beberapa bisnis yang dijalankan Cheung Kong Holdings antara lain properti, investasi, IT, hotel, hingga telekomunikasi.

Berkat kehebatannya dalam menjalankan bisnis, Li Ka-shing kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Nilai kekayaannya seperti yang diungkap Forbes mencapai US$ 27,3 miliar atau sekitar Rp 387 triliun.

Apa yang dicapai Li Ka-shing saat ini bukan karena hasil instan semata. Dalam wawancara dengan majalah Forbes, Li Ka-shing melewati masa kecil yang menyedihkan. Dia ditinggal mati ayahnya yang terserang penyakit TB. 

Kemiskinan yang menderanya membuat dia gak berdaya. Dia pun terpaksa berhenti sekolah dan bekerja di pabrik plastik saat usia 15 tahun demi menghidupi keluarganya. 

Berbekal pengalaman kerjanya tersebut, dia memberanikan diri mendirikan usaha sendiri dan kini menjelma menjadi perusahaan raksasa.

3. Leonardo Del Vecchio – US$ 23,3 miliar

Leonardo Del Vecchio (luxottica.com)

Di balik perusahaan kaca mata terbesar Luxottica, ada sosok Leonardo Del Vecchio yang berperan di dalamnya. 

Luxottica yang didirikannya pada 1961 memasarkan brand-brand kacamata terkenal, seperti Alain Mikli, Arnette, Oakley, Oliver Peoples, hingga Sferoflex.

Dengan hasil penjualan dari brand-brand kacamata terkenal tersebut, Leonardo Del Vecchio kini menjadi miliarder dunia. Nilai kekayaannya tercatat mencapai US$ 23,3 miliar atau sekitar Rp 330 triliun.

Leonardo Del Vecchio lahir di Milan, Italia pada tahun 1935. Ayahnya meninggal lima bulan sebelum Del Vecchio lahir. Ibunya yang gak sanggup merawatnya menyerahkan dirinya buat diasuh biarawati di panti asuhan.

Di usia belasan tahun, Leonardo Del Vecchio bekerja di pabrik di Milan untuk menghidupi keluarganya. Pada usia 20 tahunan, dia pindah ke Agordo dan memulai bisnis kaca matanya. Kini Luxottica berubah menjadi perusahaan besar dan memiliki 6.000 retail di seluruh dunia.

Itulah tadi sosok-sosok miliarder yang punya latar belakang keluarga yatim piatu. Pengalaman dan perjuangan hidup mereka telah mengubah nasib mereka yang kini menjadi orang terkaya di dunia. Semoga informasi barusan bisa menginspirasi ya! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!