Mengenal Zakat Profesi dan Besaran Uang yang Harus Dibayarkan

3 menit
Zakat profesi merupakan hal yang wajib bagi para pekerja yang telah memenuhi persyaratan.

Masih banyak yang belum mengetahui apa itu zakat profesi. Padahal, sebagai kaum muslim yang telah bekerja, kalian diharuskan membayar zakat ini.

Zakat profesi adalah zakat yang dibayarkan dari penghasilan yang kita dapatkan. Mau apapun profesimu kalau gaji yang kamu dapatkan telah memenuhi kriteria sebagai golongan pembayar zakat, maka kamu wajib menunaikannya.

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo juga telah menunaikan zakat penghasilan. Bersama para pejabat tinggi pemerintahan, ia menyetorkan sejumlah hartanya ke BAZNAS di Istana Negara pada Kamis (16/5). Besaran uang yang disetorkan Jokowi mencapai Rp 55 juta.

Buat kamu masih awam tentang zakat profesi, berikut ini kita kasih ulasan singkatnya biar kamu bisa cepet-cepet bayar zakat.

Baca juga: 20 Menu Buka Puasa dan Sahur yang Menggoyang Lidah di Bulan Ramadan

Syarat seseorang wajib membayar zakat profesi

Zakat profesi
Zakat wajib ditunaikan (Shutterstock).

Zakat ini wajib dibayarkan bagi mereka yang telah memenuhi syarat. Dilansir dari website Dompet Dhuafa, syaratnya adalah ketika nominal gaji yang kamu dapatkan telah melewatkan nisab. Nisab itu setara dengan 653 kg gabah kering giling atau 522 kg beras.

Kalau dihitung dan disesuaikan dengan pasar di Indonesia, harga beras per kilogramnya untuk kualitas yang baik sekitar Rp 10.000. Berarti, nisab kalau dirupiahkan menjadi Rp 5.220.000. Nah sekarang lihat gaji kamu deh, kalau sudah melewati besaran itu berarti kamu wajib untuk membayar zakat profesi.

Baca juga: Baru Jadi Ibu Muda dan Kesulitan Atur Keuangan? Praktekan Saja 5 Cara Jitu Ini

Cara menghitung besaran yang harus dibayarkan

Zakat profesi
Besaran zakat ada penghitungannya (Shutterstock).

Setelah mengetahui apakah kamu masuk ke dalam golongan wajib membayar zakat profesi atau tidak, tinggal cari tahu deh berapa yang harus kamu bayarkan. Besaran zakat ini adalah 2,5 persen dari pendapatanmu. Biar gak bingung kita kasih contoh hitung-hitungannya.

Contoh: Bobi adalah seorang karyawan swasta dengan gaji Rp 10.000.000 per bulannya maka zakat yang harus dibayarkan sebesar,

2,5% x Rp 10.000.000 = Rp 250.000 per bulannya

Tapi, dikutip dari detikcom, tahun 2018 lalu para ulama di Indonesia telah melakukan perundingan atau ijtima’ ulama membahas ketentuan-ketentuan zakat penghasilan ini. Hasilnya bahwa besaran penghasilan yang harus dibayarkan zakat adalah penghasilan bersih atau yang telah dikurangi dengan pengeluaran kebutuhan pokok.

Kriteria kebutuhan pokok pun terdiri dari sandang, pangan, papan, kebutuhan orang yang menjadi tanggungan, kesehatan, dan pendidikan. Kita kasih contoh lagi deh supaya kamu gak bingung,

Contoh: Bobi adalah seorang karyawan swasta dengan gaji Rp 10.000.000 per bulan. Ia tinggal bersama dengan istri dan anaknya yang masih sekolah. Pengeluaran pokok per bulannya untuk biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, dan membayar tagihan-tagihan pokok lainnya mencapai Rp 3.000.000. Maka zakat yang dibayarkan Bobi sebesar,

Rp 10 juta (gaji per bulan) – Rp 3 juta (pengeluaran pokok)= Rp 7 juta (gaji yang dizakatkan)

2,5% x Rp 7.000.000= Rp 175.000 per bulan.

Kalau kamu bingung mau menggunakan cara yang mana, lebih baik mengikuti tata cara yang telah dirumuskan oleh para ulama di Indonesia.

Baca juga: Uang THR buat Beli Smartphone Terbaru Boleh Aja, Asalkan?

Bisa dibayarkan setiap bulan atau setiap tahun

Zakat profesi
Zakat ini bisa dibayarkan setiap bulan (Shutterstock).

Zakat profesi atau penghasilan ini bisa dibayarkan dengan dua waktu. Setiap bulan atau saat baru menerima gaji, atau bisa diakumulasikan dan dibayarkan setahun sekali. Namun, ada baiknya untuk dibayarkan sesegera mungkin setelah mendapatkan gaji. Kalau nunggu setahun, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang bikin kamu gak sempat membayar sama sekali.

Di mana membayarnya?

Zakat profesi
Untuk membayar zakat bisa di BAZNAS (Shutterstock).

Sama seperti zakat-zakat lainnya, membayar zakat profesi dilakukan di lembaga penyalur zakat terpercaya. Kamu bisa melalui lembaga zakat milik pemerintah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), atau lembaga yang lainnya seperti Lazismu milik organisasi Muhammadiyah, Dompet Dhuafa, dan masih banyak lagi.

Kini, metode pembayaran juga semakin praktis, banyak lembaga penyalur zakat sudah menyediakan layanan bayar secara online. Contoh lembaga  yang menyediakan layanan ini ada BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Kitabisa.com. Caranya pun gampang tinggal masukkan gaji kamu maka nanti akan tertera berapa besaran zakat yang harus dibayarkan. Pembayarannya bisa melalui transfer atau mobile banking.

Dengan beragam kemudahan itu, gak ada alasan lagi buat kamu untuk gak bayar zakat profesi! (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.