Biar Gak Kalah Saing, 5.000 UKM Indonesia Bakal Go Digital

2 menit
Pengusaha Indonesia Banyak Go Digital (Shutterstock)
Pengusaha Indonesia Banyak Go Digital (Shutterstock)

Pesatnya perkembangan dunia digital membuat ekosistem bisnis dan ekonomi menjadi berubah. Dengan masifnya perubahan ini, ekosistem yang cepat, aman, efisien, dan terjangkau menjadi pilihan saat ini.

Pemerintah pun tak tinggal diam, guna mendorong peningkatan kualitas pelaku usaha dalam negeri. Khususnya pelaku usaha kecil dan menengah terus disorong untuk memanfaatkan arus digitalisasi saat ini.

Sebab dengan digitalisasi akan membuka akses pasar yang lebih luas. Sarana promosi yang cepat dan efisien, dan juga meningkatkan daya saing produk dalam negeri itu sendiri.

Kementerian Perindustrian, menargetkan sebanyak 5.000 usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai sektor untuk masuk ke plaform digital tahun ini.

Namun demikian diiakui proses ini tak semudah yang dibayangkan. Pemasalahan UMKM Go digital juga memiliki masalah konsisten. Sebab seringkali pelaku UMKM tidak dapat menjalankan usaha secara digital secara berkelanjutan.

UMKM Go Digital Makin Banyak

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kemenperin Edy Suswanto, mengungkapkan, hingga 31 Mei 2019 tercatat sudah ada 3.000 UMKM yang telah menjual produknya melalui e-commerce.

Jumlah ini merupakan hasil kolaborasi yang dilakukan pemerintah pusat, daerah, bersama para pelaku usaha e-commerce di Indonesia.

Menurut Edy, kunci keberhasilan UMKM setelah Go Digital adalah konsistensi manajemen usaha yang mempertahankan kualitas, hingga produk yang mampu bersaing.

“Sebab, hanya dengan manajemen yang bagus kualitas produk yang dijual itu bisa sustain (berkelanjutan). Tanpa itu tidak bisa,” kata Edy di Jakarta.

Adapun Kementerian Perindustrian juga terus menjalankan program pengembangan Usaha dan Industri Kecil Menengah (IKM)

Go Digital atau yang dikenal e-Smart IKM, hingga 2019 ini tercatat sudah ada 7.000 UMKM maupun IKM yang sudah merambah e-commerce.

Terdiri dari sektor makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fashion, herbal, kosmetik, dan industri kreatif.

Dari sisi nilai transaksi yang dihasilkan sudah mencapai Rp 2,3 miliar. Dimana transaksi ini didominasi oleh sektor makanan dan minuman yang menyumbang 63,87 dari total transaksi yang dihasilkan.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menjalankan program serupa yakni mendorong pelaku UMKM di seluruh Indonesia merambah pemasaran digital.

Salah satu upaya yang dijalankan adalah sosialisasi kepada pelaku usaha terkait keuntungan atau manfaat yang didapkan oleh pelaku usaha bila sudah memasarkan produknya secara online melalui marketplace.

Tahun ini, Kominfo memprioritaskan pendampingan UMKM agar masuk ke marketplace di 50 kota seluruh Indonesia. Setelah UMKM menjajaki pasar digital, selanjutnya pendampingan dilakukan bersama Kemenkop UKM, Kemenperin, Kemendes PDTT, sekaligus Smesco Indonesia.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.